Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 27


__ADS_3

" Siapa kamu ??? "Tanya seorang ibu yang sekitar 50 tahunan lebih menyapaku saat aku membukakan pintu rumah Angga ini.


Sebelumnya tadi ada yang mengetuk pintu.


" Saya Putri Bu. " sahutku dengan lugu.


" Kamu tinggal di sini kah ??? " tanya ibu tersebut kemudian.


Belum sempat aku menjawab pertanyaannya tersebut Angga pun keluar guna melihat siapa yang datang, ternyata dia juga mendengar suara ketukan pintu tersebut.


" Siapa Put ??? " tanya Angga dengan penasaran.


Kemudian dia pun tahu siapa gerangan tamu di pagi ini


" Mam . . . mama ??? " sahut Angga dengan terkejutnya.


Aku pun tidak kalah terkejutnya, ini Ibu dari Angga Bara ??? hampir terbelalak aku di buatnya.


Bagai mana ini ??? tanyaku dalam hati


" Ay . . . ayo masuk Mam " Angga pun merangkul tangan Mamanya untuk mengajaknya masuk kedalam


Mama Angga melewatiku dengan tersenyum, masuk kedalam rumah.


" Siapa dia Angga ??? " Tanya Mama kemudian saat mereka berjalan menuju ruang tamu.


Cukup jelas aku mendengarnya, karena aku juga berjalan di belakang mereka berdua.


" Dia Adiknya Tasya Mam." jawab Angga singkat dengan melihat kepadaku.


Setelah sampai di ruang tamu, Angga dan Mamanya pun duduk disana, sedangkan aku langsung berjalan menuju dapur untuk sekedar membuatkan minuman hangat untuk tamu tersebut.


Setelah Teh yang menjadi pilihanku untuk ku suguhkan, aku pun membawanya ke ruang tamu. Kulihat mereka berdua sama - sama memandangku.


Ibu dengan paras yang Ayu dan elegan itu pun tersenyum lembut padaku, Aku hanya membalasnya dengan tersenyum pula.


" Silahkan Bu, di minum. Mumpung masih hangat " tawarku pada beliau.


" Terimakasih Putri, sini duduk dekat mama " tawar beliau dengan menepukkan dengan lembut telapak tangannya di sofa yang menjadi tempat duduknya sekarang.

__ADS_1


" Terimakasih Bu, maaf saya akan berangkat kuliah pagi ini " tolakku dengan lembut sekali, berharap beliau tidak tersinggung karena aku telak menolaknya untuk bergabung mengobrol


" Baiklah, kapan - kapan kamu tidak boleh menolak ya ?? Mama suka sama kamu, sekali lihat Mama langsung jatuh cinta." sahut mamanya Angga dengan sedikit mengancam ku dengan logat jenaka.


" Baik Bu, sepertinya kapan - kapan saya tidak akan bisa menolaknya " sahutku dengan gaya bercandaku tapi masih dengan sopan terhadap seorang Ibu yang juga membuatku kagum tersebut.


Sebelum berangkat ke kampus terlebih dahulu aku berpamitan kepada mereka berdua.


Kujabat tangan ibu Angga dan tak lupa kucium tangan beliau.


beliau pun membalas dengan mengusap lembut rambutku.


Aku sungguh terkejut sekali dengan balasan beliau tersebut.


Dan sedetik kemudian beliau pun mencium keningku.


" Hati - hati ya sayang, kalau kuliah " pesan beliau dengan suara lembut sekali di telingaku.


" Baik Bu. ' sahutku dengan terharu sekali, andai saja dia benar - benar ibuku.


Aku akan sangat bahagia sekali.


" Kamu berangkat sendian kah Putri ??? tanya Angga kemudian setelah melepaskan tanganku.


" Iya, aku akan berangkat sendirian " sahutku kemudian.


" Tidak apa kah ??? " sahutnya lagi dengan sedikit khawatir nadanya.


" Tidak apa kok " sahutku singkat dengan melangkah keluar


" Kalau kamu khawatir sama putri lebih baik kamu antarkan dia berangkat kuliah " tiba - tiba sebuah suara yang membuat kami bersamaan melihat kebelakang.


Mama Angga sudah di belakang kami,Sejak kapan ???


Apakah beliau melihat kami berdua sedang berdebat tadi ???


Aaaduuuuh . . .


bagai mana ini

__ADS_1


" Sudah gih sana, cepat antar Putri berangkat. Nanti dia telat lho " sahut mama kemudian


kami pun hanya bisa saling memandang saja.


Sejenak mama masuk kedalam rumah kembali dan datang kepada kami dengan membawa kunci mobil milik Angga.


" Ta . . . tapi mam " sahut Angga kebingungan.


" Sudah sana " sahut mama dengan mendorong kami berdua untuk segera masuk kedalam mobil milik Angga.


Kemudian mama membukakan pintu untukku dan mempersilahkan aku masuk kedalamnya.


agak kikuk sekali aku dengan perlakuan mama Angga kepadaku.


" Maaf ya, mungkin kamu merasa tidak enak dengan perlakuan mama terhadapmu barusan " tiba - tiba Angga memulai pembicaraan kami di dalam mobil


" Tidak apa " sahutku singkat


" Begitulah sifat mama terhadap orang yang dia suka." sahutnya kembali dengan masih mengemudikan mobilnya dengan santai.


" Aku rasa wajar saja, sebab aku adalah adik iparmu kan " sahutku dengan santai pula


" Tapi mama tidak begitu dengan Tasya, mama cuek, bahkan hampir tidak perduli dengan kakakmu " sahut Angga dengan suara pelan dan terkesan kecewa.


Haaaah


hampir terbelalak aku mendengarnya


masak sih ????


Tank's ya sobat pembaca setiaku, Terimakasih sudah sabar menunggu kelanjutan novelku dengan sabar sekali.


terimakasih sudah like, vote dan koment.


jangan lupa juga untuk membaca novelku yang lainnya dengan judul Ku Buat Kau Jatuh Cinta Kepadaku.


Terimakasih banya ya sobat setiaku


😍👩‍❤️‍👩

__ADS_1


__ADS_2