
Hampir 1 bulan tidak terasa aku kuliah beserta kerja sambilan di Caffe ini.
hari ini adalah hari aku menerima gaji pertamaku.
Pak Angga memintaku ke kantornya yang juga di gunakan ya untuk beristirahat melepas lelah.
karena aku pegawai baru, gaji pertamaku di serahkan langsung.
Baru bulan berikutnya beliau akan mengirimkan gajiku ke rakening bank ku.
Tok . . .
Tok . . .
Tok . . .
ku ketuk pintu berwarna biru cerah di depanku ini terdengar suara Pak Angga mempersilahkan aku masuk.
" Permisi pak " sahutku sambil ku dorong masuk pintu tersebut.
" Silahkan duduk Putri " sahut pak Angga saat aku sudah masuk kedalam ruangannya ini.
" Iya pak " sahutku sambil duduk di kursi berhadapan dengan pak Angga yang terpisahkan oleh sebuah meja kayu dengan gaya kuno juga.
kulihat sekeliling ruangan ini.
Ruangan dengan dinding yang bercat warna Biru cerah, terkesan seperti Aquarium raksasa.
__ADS_1
Tidak banyak furniture di sana, hanya sebuah meja besar dan beberapa kursi yang melengkapinya,
Agak ke dalam lagi ada sebuah spring bad dengan ukuran cukup untuk satu orang saja berwarna putih lengkap dengan bantal, guling beserta bad covernya dengan warna senada. yang memisahkan dengan ruang kerja hanya dengan sekat berupa sejenis almari dengan banyak buku di sana.
ruangan yang cukup minimalis, sama dengan konsep Caffe ini.
" Ini gaji pertama kamu ya, put. Untuk selanjutnya akan aku kirim ke rekening kamu setiap Ahir bulannya " ucap pak Angga membuatku tersadar mengagumi ruangan kerja sekaligus ruang kerjanya ini.
" Oh i . . . iya pak Angga " sahutku terbata
" ngomong - ngomong kamu kerasan tidak kerja di sini ???" tanya pak angga kemudian
" Kerasan pak, saya sangat bersyukur karena ada pekerjaan yang saya buat sambilan setelah kuliah " sahutku dengan mantap.
" Oh iya, bagaimna dengan kuliahmu ??? lancar kan " tanyanya kemudian
" Alhamdulillah, lancar pak " sahutku dengan mantab
Sekilah kulihat senyum itu sangat indah.
yaaaah . . . pak Angga memang cukup tampan, wajahnya bundar, dengan kulit kuning Langsat ya yang terlihat semakin tampan.
Matanya bulat tidak terlalu lebat dengan korneanya yang berwarna coklat. Hidungnya tidak terlalu besar dan tinggi sekali, alias mancung. bibirnya agak lebar, tapi cantik dan berwarna pink lebih terkesan sexy. Dia punya sepasang lesung Pipit yang manambah keindahan Pria di depanku ini.
Setiap dia berbicara aku selalu memperhatika gerak bibirnya yang indah, senyumnya membuat hatiku adem sekali.
" Putri, kamu melamun kah ??? apa ada janji kencan hari ini sama James, karena kamu sudah terima gaji pertamamu ??? " ucapnya kemudian yang membuatku tersadar dari lamunanku karena mengaguminya.
__ADS_1
" Oh iya . . . eh bapak tadi bilang apa ya ??? " sahutku dengan salah tingkah.
" Kamu yaaa, melamun terus.oh iya satu lagi, kamu jangan panggil aku bapak, cukup Angga saja. kamu tahu umurku berbeda cuman 5 tahun dari James, jadi anggap saja aku seumuran dengan dia ya ???" pintanya padaku.
" James dan saya selisih 3 tahun lho pak, jadi kalau di hitung saya sama bapak selisih 8 tahun. " jawabku dengan malu - malu.
" Ya udah terserah kamu dech panggil apa, asal jangan bapak, karna aku tidak setuuuuuuaaaaaaa itu " pintanya padaku kemudian dengan nada bercandanya.
" Baik lah, saya panggil Abang saja ya, seperti teman - teman yang lainnya" sahut ku
" OK, deal . . . " sahutnya masih denga nada bercandanya.
setelah sedikit berbeda basi ahirnya aku pun pamit untuk pulang, sesaat tadi ku lirik jam dinding di ruangannya hampir menunjukkan jam 23.30.
Waduh . . . keenakan ngobrol ini aku, apa kah masih ad angkot ya untuk aku pulang nanti. batinku dalam hati.
Hampir 30 menit aku berdiri di tepi jalan ini untuk menunggu angkot, tidak satupun angkot yang menuju rumahku kelihatan.
" Aduh, bagaimna ini ??? " gumanku dalam hati.
Dengan cepat aku berfikir, mau kerumah Lily untuk menginap, harus naik angkot juga.
lha ini angkot sudah tidak ada semuanya yang lewat.
kalau misalnya naik takxi atau ojek online pasti sangat mahal sekali.
Aku harus membagi uang gajiku ini setengah untuk ibu dan yang setengah lagi untukku, untuk kebutuhanku sehari - hari, naik angkot dan lain - lain selama satu bulan ke depannya.
__ADS_1
"Aduh bagaimna ya ini, apakah sebaiknya aku menginap saja di Caffe, tidur di ruang ganti saja. besok bangun pagi dan langsung berangkat kuliah, biar nanti aku menelfon ibu, memberi tahukan kalau aku tidak pulang karena sudah tidak ada angkot lagi " ucapku dalam hati dengan segera ku ayuhkan langkahku dengan tergesa untuk kembali ke Caffe.
baru beberapa langkah dari tempatku menunggu angkot tadi, ada seseorang yang memanggil namaku.