
Empat jam perjalanan yang kami butuhkan dengan berkendara untuk menuju kota M, Yaitu tempat tinggal orang tua dari Angga Bara.
Tidak terasa, kami sudah mulai memasuki kota M ini, tertulis jelas ucapan selamat datang pada sebuah gapura besar yang berdiri tegak di kedua sisi jalan ini.
" Hanya kurang dari lima belas menit kita akan sampai di rumah mama " terang Angga kepadaku saat dia melihatku menggeliat terbangun dalam tidur lelapku.
" Heem . . . " sahurku sekilas
Kulihat dari balik jendela mobil yang ku tumpangi, samar - samar terlihat laut yang terbentang di terangi oleh sinar bulan purnama yang memerah.
Sungguh indah sekali malam ini, dan aku pun baru menyadari kalau hari sudah malam.
Kucoba untuk mengambil handphone ku di dalam saku celanaku untuk sekedar mengecek jam berapa sekarang ??
waktu menunjukkan pukul 18.03 malam.
Kemudian kembali kualihkan pandanganku untuk melihat kembali ke jendela.
Pantai yang sangat indah, bersih dan berpasir putih berkilau terkena pantulan cahaya bulan.
" Indahnya " gumanku lirih dengan tanganku mulai membuka kaca jendela.
Sejenak Angga mematikan AC di mobil ini.
" Kamu mau turun sebentar untuk melihat pantainya Put ?? " tanya Angga dengan melihat reaksiku terlihat sumringah saat melihat pantai berpasir putih ini
" Apa boleh ??? " tanyaku antusiaa sekali.
__ADS_1
" Boleh, kenapa tidak. Tapi aku cari lokasi perkir dulu ya " sahut Angga dengan celingukan untuk mencari lokasi parkir yang strategis.
Tidak butuh waktu lama, mobil pun sudah terparkir manis menghadap ke pantai.
Segara aku untuk turun dari mobil tanpa komando dari Angga.
setengah berlari aku menuju bibir pantai indah ini, air yang jernih dan dingin itu yang kurasakan saat kakiku mulai menyentuh air pantai tersebut.
Sesaat aku terkejut saat seseorang memakaikan jaket pada punggungku, sekilas ku lihat itu Angga berdiri di belakangku untuk memakaikan jaketnya kepadaku.
" Anginnya mulai kencang, tidak baik untuk bayi dalam kandunganmu Put. " pesan Angga.
Aaaaah . . . bosan rasanya, selalu saja bayi yang ada dalam kandunganku yang dijadikan alasan dari semua perhatiannya selama ini.
" Aaaah . . . aku ada ide. sekalian saja aku manfaatkan kesempatan ini " pikiran licikku pun mulai berkembang.
" Dingin . . . dingin sekali angin di sini " gerutuku dengan menelangkupkan kedua tenganku pada tubuhku dengan bersilang.
" Tapi aku masih ingin melihat pantai ini " sahutku manja.
" Tapi dingin Putri di sini " sahut Angga masih dengan khawatir.
" Bukan aku yang ingin tetap di sini, tapi anakmu ini yang masih ingin melihat pantai " sahutku lagi masih dengan suara manja dengan menunjuk perutku sendiri.
Hihihi . . .
lucu sekali, apa lagi melihat reaksi Angga yang kebingungan.
__ADS_1
" Maaf ya nak, kali ini ibu ingin sekali mengerjai ayahmu " hampir tertawa terbahak - bahak aku melihat kekawatiran Angga kali ini, dia masuk dalam perangkap licikku.
aku sangat berharap dia mau memelukku, seperti yang aku dambakan selama ini.
Di peluk kekasihku saat kami berdua berjalan beriringan menyusuri pantai.
Aaaah . . . andai saja Angga adalah benar kekasihku, Tuhan.
Kemudian untuk menghilangkan hawa dingin yang benar - benar kurasakan, aku pun mulai menyusuri bibir pantai ini dengan berjalan perlahan sendirian untuk sekedar mengusir hawa dingin ini.
Ku rapatkan jaket Angga dengan sangat rapat sekali, tapi tetap saja rasa dingin ini masih menyeruak masuk kedalam tubuhku.
Aku pun berjalan berbalik untuk kembali menuju mobil Angga tapi tetap ku berjalan menyusuri bibir pantai ini, dengan ku sengaja menendang - nendang pasir yang ku pijak dengan sesekali aku duduk berjongkok hanya untuk sekedar memegang pasir putih ini.
Tiba - tiba saya, saat aku berdiri Angga sudah memelukku, Aku sangat terkejut sekali.
" Kenapa, ada apa ??? " tanyaku spontan
" Kamu tadi bilang kalau kamu kedinginan kan, aku mencoba menghangatkanmu." sahut Angga kemudian dengan memberikan alasannya dengan suara sendu
" Aku sudah mencari jaket dalam tas mu, tapi aku tidak menemukannya. Jadi ya aku pakai tubuhku saja untuk memelukmu supaya hangat " sahutnya kemudian
Sunggu tidak ku sangka akan menjadi begini, Dia memelukku seperti yang aku harapkan, seperti yang aku impikan.
Mendapatkan pelukan hangat dari orang yang kucintai di pantai.
Selamat Putri Samual
__ADS_1
Niat licikku berhasil
Gurangku dalam hati.