Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 21


__ADS_3

Saat kubuka mataku, Kulihat James duduk di bangku sebelah bad ku terbaring ini.


Dia mengembangkan senyumnya saat melihat aku siuman.


" Apa kabar kamu princess, lama kita tidak bertemu. " sapanya dengan suara lembut sekali dan dengan nada halus seakan berbisik.


Ku balas dengan senyumku yang sangat aku paksakan.


" Beginilah keadaanku boy, Kamu apa kabar ??? " ucapku balik bertanya dengan suara lemah


" Aku Masih tetap Ganteng kok, lihat saja kalau kamu tidak percaya " sahutnya konyol dengan mendekatkan wajahnya padaku.


Kami pun tersenyum bersamaan.


" Sakit apa sih put kamu, sampai tubuhmu kurus begini ??" sambungnya lagi dengan tangannya menggenggam tanganku erat sekali.


Kulihat matanya hangat, nada suaranya pun terdengar sangat khawatir sekali.


Tak henti - hentinya dia menatap lekat wajahku.


sepertinya dia sangat khawatir sekali dengan keadaanku saat ini.


Ku balas genggaman tangannya dengan hangat Pula,


" Aku ingin bercerita sesuatu padamu, tapi tidak untuk saat ini Boy. Aku masih belum sanggup untuk bercerita padamu " sahutku lirih dengan tidak bisa lagi membendung tangisku.


" Kenapa, apa ini menyangkut orang tuamu lagi ??? " sahutnya menerka apa yang menjadi permasalahan ku.


" Ada iyanya dan ada tidaknya Boy " sahutku lagi.


" Aku kan pernah bilang, sudah jangan di fikirkan, jangan di masukkan kehati. Bagaimanapun itu orang tuamu, kamu harus sabar dan menerimanya dengan lapang dada. karena bagai manapun itu orang tuamu " hibur James kemudian


" Aku tahu Boy, aku tahu. Tapi semuanya ada batasnya, sabarku juga ada batasnya Boy " sahutku dengan menahan Isak tangisku.


" Ya sudah, kalau masih belum mau cerita tidak apa. Aku akan menunggu sampai kamu siap. oke . . . " sahutnya kemudian dengan membasuh air mataku.

__ADS_1


James, andaikan saja Angga adalah kamu ???


pasti aku akan sangat beruntung sekali memilikimu. Gumanku dalam hati dan terus ku pandangi sosok lelaki di depanku ini


" Tahu tidak ??? " tanyanya kemudian


" Apa . . . ? " sahutku penasaran


" Aku kangen kamu " jawabnya lagi dengan tangannya masih menggenggam tanganku, suaranya terdengar lembut sekali.


Sempat melayang aku mendengar ungkapan Kangen James kepadaku, aku pun hanya tersipu malu di buatnya.


Kemudian kami tertawa bersama an.


Lama sekali James menemaniku di dalam kamar ini, sejenak aku terlupakan dengan Beban berat yang kualami beberapa hari ini.


James memang pintar untuk merubah suasana menjadi berbeda.


Kami mengobrol santai, dan sesekali dia melontarkan candaan nya padaku.


" Apa ini boy ??? " tanyaku penasaran dengan menerima bingkisan tersebut.


" Buka dong . . . " sahutnya sehingga membuatku semakin penasaran.


Sunggu kejutan sekali aku melihatnya.


Kue tart mini dengan toping aneka buah di atasnya.


" Kamu ya boy, selalu mengingatnya " gumanku kegirangan melihat makanan paforitku.


James, tidak ku sangka, dari dulu sampai sekarang kamu selalu mengingat apa saja yang aku suka. gumanku dalam.hati.


" Siapa dulu lhaaa . . . si tampan James kan" sahutnya lagi dengan membusungkan dada dengan bangganya.


Kami pun tertawa lepas di buatnya.

__ADS_1


Kumakan perlahan Tart buah tersebut dengan James yang menyuapi aku.


Rasanya nikmat sekali,


Yaa . . . karena aku sudah mulai bosan dengan makanan dari rumah sakit ini.


Lahap sekali aku memakannya, tidak butuh waktu lama tart tersebut sudah ludes.


" Besok kalau beli yang besar ya Boy " pesanku pada James dengan mulutku masih menjilati sendok bekas kue tersebut.


" tadi ku kira kamu beneran sakit, ya sudah beli yang kecil saja, tidak ku sangka ternyata kamu orang sakit yang doyan makan ya ' sahutnya kemudian dengan disambung oleh tawa kami berdua.


Pintu kamar inapku terbuka, hingga kemudian masuklah sesosok Angga Bara


" sudah lama kamu di sini James ???" tanya Angga saat melihat James dalam ruangan ku.


" lumayan, kamu juga di sini Nga ?? " balas James dengan menjabat tangan Angga


" Iya nih, aku mengantar makanan ringan buat putri " katanya kemudian dengan menunjukkan tas plastik yang dia bawa.


" Sepertinya putri sudah kenyang, tadi aku bawakan dia tart buah " ujar James dengan menunjukkan box bekas kue buah tangan nya tadi.


" Oh iyaa . . . syukurlah " jawab Angga dengan melihat ke arahku.


Muak aku melihat Angga


Hai pembaca setia novelku.


Terimakasih sudah mengikuti Novel ku sampai sejauh ini.


Terimakasih juga untuk dukungannya lewat Like, Koment dan Votenya.


Dukung dan Baca juga Novel pertamaku dengan judul Kubuat Kau Jatuh Cinta Padaku Yang sudah tamat.


jangan lupa, aku minta dukungannya ya lewat Like, Koment Dan Votenya

__ADS_1


Terimakasih banyak pembaca setiaku 😍💖


__ADS_2