Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 66


__ADS_3

Hari ini tibalah waktunya Melisa berkunjung ke rumah kontrakan kami.


James berjanji untuk menjemput adik tercintanya tersebut di bandar udara. Melisa tidak mau naik Bus atau pun kereta api.


Yaaaa . . . wajar saja lah, dia kan anak konglomerat di tanah air ini.


" Ayo masuk " ajak James kepada Melisa saat mereka sudah sampai di depan rumah kontrakan kami.


" Iya bang " sahut Melisa pendek dan mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah kontrakan kami.


Sejenak dia mengedarkan pandangannya pada ruang tamu kecil kami kemudian raut wajahnya berubah saat pandangannya tertuju kepada ku.


Aku tahu, pasti dia sangat terkejut melihat ku berada di rumah Abang nya.


" Dia kan si putri " ucapnya dengan nada tinggi dan juga terkejut.


" Iya benar, ini putri. Dia istri ku yang aku ceritakan kepada mu selama ini " sahut James dengan merangkul pundak ku di pelukannya.


Aku pun hanya tersenyum saja melihat Melisa terbelalak karena aku ada di situ.

__ADS_1


" Tidak mungkin, di kan istri sirihnya bang Angga " sahutnya lagi dengan mencoba mencari jawaban yang sebenarnya.


" Dulu . . . sekarang dia adalah istri sah ku. " sahut James dengan mencium keningku.


" Heeeeem . . . rasain kamu gadis jutek, aku akan balik menindas mu. karena aku adalah istri dari Abang yang sangat mencintaimu weeeeeeek . . . " ejekku dalam hati. aku pun hanya tersenyum penuh kemenangan dengan drama kali ini


Hahahahahahaja . . .


bangga sekali aku jadinya, bisa membalas dendam pada gadis jutek tersebut.


" Abang, kok bisa sih menikah dengan dia ?? " lagi - lagi Melisa menanyakan pertanyaan ini dengan menunjuk kepadaku.


" Iya, tapi kan tidak harus dengan dia bang ??? " ujarnya lagi dengan mimik yang lucu, gemesin dan juga ngeselin.


" Duuuuh . . . ingin aku gencet saja ini orok orang " pikirku dalam hati dengan gemasnya.


" Ya karen dia yang paling Abang cintai dan Abang inginkan untuk menjadi istri Abang dik " sahut James dengan mengajak - acak rambut Melisa.


mungkin dia juga gemas mendengar pertanyaan gadis jutek tersebut.

__ADS_1


Kemudian James pun menjelaskan bahwa sebenarnya dia lah yang mencintai aku selama kami sekolah SMU dulu, bahkan James rela tinggal kelas untuk sekedar mendekati ku, sampai - sampai James pun rela mendapatkan hati ku dengan cara menjadi sahabatku.


" Tapi Abaaaaang . . . kan ngak harus bekasnya Abang Angga juga kali " sahut Melisa dengan berbisik kepada James.


" Kamu jangan salah dedek ku yang manja, dia bukan bekasnya Bang Angga juga kaliiiii . . . " sahut James dengan mencubit dagu melisa.


" Ya bekas lah . . . dia kan pernah hamil sama Bang Angga " sahut Melisa lagi dengan sewotnya, seakan - akan dia tidak terima dengan pernikahan kami.


Benar - benar ingin ku gencet saja nih anak.


" Begini ya Melisa sayang, aku dulu tuh menikah dan hamil dengan Angga Karena suatu kesalahan. Dan kesalahan itu juga bukan kesalahanku, tapi merekalah yang memaksa aku untuk hamil dengan cara Ensiminasi. Itu pun tanpa persetujuan ku terlebih dahulu. " sahut ku dengan sangat emosi sekali, tapi aku berusaha meredamnya.


" Sudah sayang, sudah . . . biar aku berbicara berdua dengan Melisa. Aku akan mengajak Melisa keluar sebentar ya.


aku harap kamu tidak mengikuti emosimu, tolong . . . aku mohon ya " ucap James dengan menengahi aku dan Melisa agar tidak semakin emosi.


James memeluk ku sebelum dia pergi keluar mengajak Melisa berbicara dengan kepala dingin.


" Aku pergi dulu ya " pamitnya padaku dengan terlebih dahulu mengecup keningku sebelum dia meninggalkan rumah

__ADS_1


__ADS_2