Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 63


__ADS_3

" sebenarnya aku tidak boleh menanyakan ini ke kamu oleh James, tapi aku penasaran bagaimana kamu bisa bertemu dan menikah dengan James ??


Aku dengar kabar kalau kamu menikah kontrak dengan bang Angga, trus kenapa tiba - tiba kamu menikah dengan James sekarang ??? Tanya Lily dengan hati - hati sekali kepadaku.


" Apakah James tidak bercerita pada mu Lil ?? " tanya ku.


saat ini kami tengah tidur berdua, Lily dan aku di kamar kami.


Sedangkan James dia memilih untuk mengalah dan tidur beralaskan kasur lipat di lantai ruang tamu kami. Untung di sana kami tidak memiliki meja kursi tamu yang besar. Hanya meja tamu yang sederhana saja, sehingga bisa kami miminimaliskan untuk tempat tidur dikala kami kedatangan tamu yang menginap.


Aku pun dengan suara pelan dan hati - hati mulai bercerita tentang masa laluku dengan poin - poinnya saja.


sejak pertama aku bercerita tentang masa laluku yang di mulai dari Ensiminasi yang tidak pernah aku ketahui, sampai kepada pernikahan kontrak sampai pada aku yang kecelakaan dengan di sertai keguguran yang ku alami, Lily selalu menggenggam jemari tanganku dengan eratnya.


Tidak sedetikpun dia berniat untuk melepas kan jemari tanganku.


Seakan dia ingin memberikan kekuatan padaku saat aku menceritakan masa laluku yang sungguh kelam ini.


tidak jarang pula Lily meraih tubuhku dengan memeluknya, ku tumpahkan semua rasa sesak dan kesal di hatiku dalam pelukan Lily.

__ADS_1


Seharusnya ini adalah tugas Ibu ku, tapi aku sangsi ibu akan memeluk ku erat dan memberikan suportnya pada ku seperti yang di lakukan Lily saat ini.


Jangankan memeluk ku, pasti ibu akan memukul ku dan meneriaki ku " DASAR ANAK BODOH atau DASAR ANAK TIDAK TAHU DI UNTUNG " begitulah selalu ucapan ibu kepada ku setiap kali aku melalukan kesalahan yang bahkan tidak aku sengaja atau pun yang aku sengaja.


" Yaaa . . . inilah nasib ku. " rintih ku dalam hati.


" Jadi sekarang kamu juga kehilangan kontak dengan ayah dan ibu kamu put ??? " tanya Lily pada Ahir ceritaku.


" Untuk apa juga aku menghubungi mereka Lil ??? tidak ad gunanya juga. sahutku dengan suara nyinyir


" yaah . . . kalua melihat tabiat orang tuamu dan cerita masa lalu mu, itu sudah menjadi keputusan mu juga untuk bersikap saat ini. Aku tidak ada putusnya untuk menDo'akan kebahagiaan mu sahabat ku " ucap Lily dengan kembali memeluk ku.


" Aaaaakh . . . " sahut Lily dengan terkejutnya sebab hidungnya ku colek sedikit barusan.


kami pun ahirnya tertawa bersama dan menghapus air mata kami dengan tangan kami masing - masing.


" Aku tahu, James akan mencintaimu sepenuh hati, bahkan sampai mati. Karena aku tahu dari dulu waktu kita masih SMU. Dia bahkan rela tidak naik kelas dan memintanya langsung kepada kepala sekolah. " ucap Lily dengan bangganya memiliki sahabat yang setia seperti James.


" Aaaakh iya, aku baru sadar itu. sahut ku bangga.

__ADS_1


Dan kemudian kami pun kembali tertawa mengingat masa lalu kami dahulu.


Dan tiba - tiba kami mendengar suara deheman dari seorang laki - laki.


" Pasti itu James " tebak Lily


" Iya benar, tadi dia berpamitan pada ku untuk keluar sejenak, sekedar berbincang - bincang dengan bapak - bapak yang dapat giliran ronda " sahut ku dengan meminta izin pada Lily untuk keluar sebentar sekedar menyambut kedatangan suami ku tersebut.


" Pasti lagi ngobrolin aku ya ??? " tebak James dengan nada menggoda ku


" Sok tahu " jawab ku dengan mencibirnya


" Tahu lhaaa . . . buktinya tadi aku selalu ingin pulang saja, tidak betah harus di pos ronda lama - lama " sahutnya dengan jenaka dan mulai mencium bibir ku.


" Kamu ya, ada Lily di sini " sahutku sedikit berbisik dengan mencubit pinggang James.


" Aaaaaakh . . . !!! " teriak James lebay.


" Kalian benar - benar tidak sabaran ya, kan aku masih di sini " sahut Lily dengan keluar dari kamar untuk ikut bercanda bersama kami.

__ADS_1


Ahirnya kami pun saling bercanda dan mengenang kembali masa - sama SMU dulu bertiga


__ADS_2