
" Kamu serius, Melisa akan datang ke sini ??? " tanyaku hampir tidak percaya ketika James memberitahu ku bahwa Minggu depan sudah pasti Melisa akan datang ke kota kami untuk mengunjungi James abangnya.
" Iya, kenapa sayang ?? " tanya James penasaran karena melihatku gusar saat menyebut nama Melisa.
" Entahlah . . . " sahutku dengan menghembuskan nafas beratku.
Tidak pernah aku bayangkan aku akan bertemu gadis " Pemberani " itu lagi.
Bakalan sering kena semprot aku nanti.
Duuuuuh . . .
" Ayo aku antar kamu pergi kuliah, kamu sudah selesai sarapan bukan ??? " ajak James saat melihatku melamun dan tidak lagi menyentuh makannku yang hanya tinggal beberapa suap saja.
" Sebentar, aku habiskan ini dulu " sahutku dengan menunjuk sisa nasi dan lauk pauk yang ada di piring ku dan aku pun langsung menghabiskannya dengan tanpa sisa.
kulihat James sudah berpakaian rapi seperti biasanya.
Meskipun dia hanya sebagai bos penjual koran tapi dia tetap sama seperti dulu kalau soal kerapian berpakaian.
mungkin sudah menjadi watak dan kebiasaannya untuk tampil rapi dan ganteng seperti candaannya yang selalu dia lontarkan pada kami dulu.
Ku kecup bibirnya saat kami berpapasan saat aku akan ke dapur menaruh piring kotorku sedangkan dia akan memanasi motornya guna mengantarku ke kampus.
" Kenapa kok tiba - tiba begitu ??? " ujar James sambil mengejar ku ke dapur, seperti nya dia terkejut mendapatkan kecupan dadakan dariku.
" Kenapa tidak suka . . . atau mau lagi . . . ??? " sahutku dengan nada menggoda.
" jalas mau lagi dong, bahkan lebih " sahutnya dengan merengkuh pinggangku
__ADS_1
" Aaaaakh . . . " aku pun hanya menjerit manja di buatnya karena aku sangat suka sekali di perlakukan seperti itu.
Dan tak ayal, ahirnya bibir kami saling bertemu dan sejenak ber reuni sesaat.
" Kamu maka sekali sih boy ??? " sahutku dengan nafas terengah - engah dan hampir kehabisan suara.
" Cukup sampai di sini saja ya, nanti kamu bakalan terlambat kalau di teruskan " sahutnya yang membuatku semakin penasaran dan mabuk kepayang.
" Kamu ya . . . sangat pintar sekali " sahutku dengan berbisik di telinganya.
" Ya udah ini bonusnya agar kamu mau berangkat kuliah " sahutnya kemudian dengan mengecup keningku dan kami pun tersenyum manis bersama.
Di genggamnya tanganku untuk menuju motornya yang sebelumnya mengambilkan tas kuliahku terlebih dahulu.
" James kamu benar - benar pintar untuk membuatku jatuh cinta padamu. Terimakasih sayang, aku sangat mencintaimu " janjiku dalam hati karena banyak - banyak bersyukur memiliki suami yang tampan, baik hati, dan sangat mencintaiku.
Kadang - kadang aku berfikir kok aku seperti anak TK yang di antar sang papa sampai kelasnya .
Tapi di sisi lain aku sangat bersyukur sekali mempunyai suami yang sangat - sangat mencintaiku.
" Kamu jangan salah paham aku berprilaku seperti ini, aku tidak ingin pula mereka yang melihatku berfikiran aku terlalu berlebihan guna keselamatan istriku. Setiap suami punya prioritas keamanan masing - masing kepada istrinya, begitu juga denganku. Apa lagi karena kesalahanku dan kelalaianku dulu sehingga menyebabkan kamu kehilangan anak kita satu - satunya." itulah penjelasan James panjang lebar tentang mengapa dia selalu mengantarkan aku kemana - mana sampai dengan titik dimana tujuanku tersebut.
" Jangan main - main sama cowok - cowok di kampus ini ya istriku tercinta.
kamu harus yakin hanya aku saja laki - laki di dunia ini yang paling tampan, paling keren dan paling baik hati, ingat itu pesannya dengan berbisik dan mengecup tanganku sebelum dia pergi meninggalkan aku.
" Iya suamiku yang baik hati, yang keren, yang tampan dan yang paling segala - galanya. Istrimu ini akan selalu mengingat pesan mu itu " sahutku dengan sedikit membungkukkan badanku tanda hormat kepadanya.
Setelah itu kami pun tersenyum bersama dan kemudian sebelum pergi James mengecup keningku.
__ADS_1
" Cie . . . cie . . . romantisnya " ujar seorang teman laki - kakiku saat dia melewati kami di depan pintu masuk kelas.
" Harus dong !!! " sahut James dengan senyum lebar dan sontak seisi kelas ku yang masih belum pada datang semuanya itu pun bersorak ramai sekali mendengar pengakuan dari James.
" Suami kamu itu ya, rasanya ngak ada habisnya untuk romantis selalu " sapa Erni teman sekelas ku yang duduk di depanku saat aku berjalan melewati mejanya.
" Iya benar Er, aduuu . . . aku juga ingin punya suami seperti suami kamu put " celetuk Rana yang duduk di samping kanan Erni.
" Boleh, tapi jangan suamiku ya. dia hanya milikku " sahutku pada mereka dengan bangganya.
sontak semuanya yang ada di kelas ini pun tertawa bersamaan mendengar jawabanku.
Terimakasih tuhan, begitu sayangnya Engkau memberiku limpahan cinta dari orang - orang baik yang ada di sekelilingku saat ini.
Terimakasih Tuhan, tidak bosan - bosannya aku memanjatkan rasa syukur ini kepadamu.
Aamiin
SubhanAllah, terimakasih juga pada para pembaca setiaku yang sudah mendukung karyaku ini dengan bantuan like, coment dan vote nya.
semoga Allah, Tuhan membalas kebaikan kalian semuanya.
Tetap sehat, olah raga, jaga jarak dan pakai maskermu ya
Agar Covid segera pergi dari tanah air tercinta ini dan kita bisa beraktifitas yang lebih berkualitas nantinya.
Aamiin
SEMANGAT SEMUANYA
__ADS_1