Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 59


__ADS_3

Hampir sebulan sudah sejak tragedi angkot yang membuat ku keguguran dan kehilangan anak dalam kandungan ku.


Meskipun terpaksa kami harus mengikhlaskan nya dan berusaha melupakannya tak ayal James dan aku masih mengenang saat - saat kami berdua memanjakan nya saat dalam kandunganku.


Kami, aku dan James sepakat untuk memberikannya nama pada anak lelaki kami yang keguguran Banyu Biru yang artinya Air biru yang bening biar dia menjadi aliran air yang bening karena dia masih suci dan seperti air mengalir.


Kami pun mulai melanjutkan hidup kami seperti biasanya.


James masih sama berkutat dengan bisnis korannya dan dia tetap memotivasi ku untuk tetap kuliah sampai lulus dan menyandang gelar S1 nantinya.


Aku pun menurut saja dengan keinginannya tersebut, dari pada aku menganggur di rumah yang tidak boleh membantunya untuk mengurusi bisnisnya


" Tugas kamu selain menjadi istri ku, hanya kuliah saja. selesaikan pendidikan mu yang kamu cita - citakan dulu, biar nantinya kamu bisa membantu pekerjaan ku " pesannya pada ku setiap kali aku bersih keras untuk tidak melanjutkan kuliah.


Oh iya . . .


Kaki palsu James sudah jadi, beberapa hari setelah aku keluar dari rumah sakit.


Sekarang James sudah bisa berjalan dengan kedua kaki palsunya.

__ADS_1


Tahu tidak . . . ??


Dia sekarang lebih gagah dan . . . lebih tampan dan dewasa tentunya.


Sungguh aku dibuatnya jatuh cinta dan mabuk kepayang dengan cintanya yang semakin bertambah kadarnya setiap hari pada ku.


Kami jadi sering berjalan - jalan berdua ke taman kota, ke pertokoan untuk sekedar jalan atau mencuci mata, bahkan James sekarang lebih sering mengantar ku masuk ke kampus sampai di depan kelas ku bahkan.


Duuuuh James kamu memang bisa membuat ku surprise setiap saat.


Contohnya saja hari ini, stalis James masih sama seperti dulu waktu kami masih duduk di bang ku SMU, stiap kali ada kesempatan kami untuk jalan bareng setelah pulang sekolah dia selalu membawa kaos oblong di dalam tasnya dan memakainya, mengganti seragam sekolah dengan kos tersebut.


Ku akui, tubuh kekar James sudah kelihatan dari SMU dulu, dia memang suka ngeGim dan berolah raga berat lainnya. Hanya kali ini saja semenjak dia kecelakaan yang merenggut kedua kakinya, dia tidak sebegitu aktif lagi untuk ngeGim.


Padahal dia hanya mengenakan celana jeans berwarna abu - abu gelap dengan di padu padan kaos berkerah dengan warna biru laut yang cerah.


Hampir semua teman wanita di kampusku ini memandang James dengan tidak berpaling sama sekali.


" Besok kalau mengantar cukup di pintu gerbang saja ya sayang ku, aku tidak ingin banyak mata gadis memandang mu. karena aku tidak suka " pesan ku pada James dengan nada sewot.

__ADS_1


" Kamu bisa saja !! Aku tidak perduli dengan pandangan mereka pada ku. Aku cukup melihat kamu saja istri ku tercinta " sahutnya dengan menggenggam tangan ku dan kemudian mengecup kening ku saat kami tiba di depan kelas ku.


Ku lihat para gadis - gadis kamupus ku ini berkasak - kusuk melihat keromantisan James yang di tujukan pada ku, tidak banyak pula yang mencibir kami juga tentunya.


" Aaaah sudah lah . . . memang gua pikirin !! " bibirku dalam hati.


kemudian aku pun berpamitan pada James untuk segera masuk ke dalam ruang kelas ku.


tidak lupa kucium tangannya sebelum dia pergi meninggalkan aku.


" Jangan pulang dulu sebelum aku datang ya " pesan James sebelum pergi dengan mencubit mesra dagu ku.


" Iya . . . " sahut ku singkat.


Kemudian dia pun pergi meninggalkan aku, ku pandangi kepergian James dengan senyum manis ku, sampai dia menghilang dari pandangan ku


Pembaca setiaku, Tetap semangat ya untuk membaca novel ku ini.


tetap setia juga untuk vote, like dan comen.

__ADS_1


Maturnuwun ya atas dukungannya


Love U semuanya


__ADS_2