Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 52


__ADS_3

Minggu jam 09.00 Rumah kontrakan James sudah di penuhi para tetangga dan teman akrab dari James, sedangkan dari aku tidak satu pun ada yang menyaksikan hari bahagia kami ini.


" Saya terima nikah dan kawinnya Putri Samuel Binti Samuel Praditha dengan maskawin uang sejumlah dua ratus ribu rupiah di bayar tunai " ucap James dengan mantap dan menggema di dalam ruang tamu rumah kontrakan ini.


" Sah . . . ??? " tanya bapak penghulu yang sebagai wali nikah ku bertanya kepada para hadirin yang hadir di dalam pernikahan kami yang sederhana ini.


" Saaaaaah . . . " sahut mereka hampir serempak dengan di barengi tepuk tangan yang riuh dari mereka yang hadir.


Dengan spontan James mengecup kening ku dengan lembut sekali, membuat hati ku berdebar saja, dan pipi ku tersa hangat karena aku tersipu malu.


James terlihat tertawa sumringah dan teman - temannya pun berhamburan datang kepada kami dengan menjabat tangan kami bergantian dan mengucapkan selamat atas pernikahan kami ini.


" Aku bahagia sekali put, ahirnya kamu menjadi istri ku " bisik James saat teman - teman dan tetangga kami selesai bersalaman.


" Aku juga Boy, Aku juga bahagia. " sahut ku dengan menggenggam tangannya.


Tak ayal, James pun menghujani ku dengan kecupan - kecupan ringan di seluruh wajah ku.

__ADS_1


" Boy, malu ah " sahutku dengan menolak dan menghindarinya.


Dasar James, dia hanya tertawa dengan mencubit lembut dagu ku.


Ahirnya acara pernikahan kami yang sederhana ini pun selesai.


Para tamu satu persatu undur diri.


Tidak terasa juga hari sudah mulai sore.


Jam dinding rumah kontrakan ini menunjukkan pukul 13.00.


" Iya nih, aku capek sekali James. " sahut ku singkat dengan menyeka keringat yang bercucuran di kening ku.


" Beristirahatlah, biar aku yang membereskan yang lainnya " sahut James dengan ikut menghapus keringat di kening ku, kemudian dia meletakkan tangan kirinya di pipi kanan ku. kemudian aku pun mebalasnya dengan anggukan saja dan mulai ku rebahkan badan ku di kasur.


James masih belum beranjak dari sana, kemudian dia meminta izin pada ku.

__ADS_1


" bolehkah aku memegang perut mu sayang " tanyanya dengan sopan.


Ku pandangi wajah tampan yang sekarang sudah tidak berjambang tersebut, Yaah dia sengaja membersihkan jambang tersebut untuk foto buku nikah kami dan pernikahan kami ini katanya.


" Boleh, kan sekarang aku sudah resmi menjadi istri mu, dan otomatis anak ini juga nantinya akan menjadi anak mu juga, anak kita berdua " jawab ku dengan sendu dan ku tuntun tangan James untuk bersama membelai bayi dalam kandungan ku ini.


" Dia bergerak - gerak, kamu senang ya sayang, ayah membelai mu saat ini ??? " ucap James dengan lembut sekali.


Aku hanya bisa tersenyum bahagia, karena kantuk yang sudah tidak dapat ku tahan lagi. Ahirnya aku pun terlelap.


Tapi samar - samar aku masih mendengar James berucap


"


"Kamu akan selalu menjadi anak ku, dan tetap menjadi anak ku sampai kapan pun, bahkan sampai maut memisahkan, kamu tetaplah anak ku. Tidak akan ayah biarkan orang lain merampas mu meski itu Angga atau siapa pun di dunia ini ya sayang " ucap James lirih dengan mendaratkan kecupannya di perut ku.


Kemudian dia pun mengecup bibir ku dan ahirnya keluar dari kamar ini perlahan - lahan.

__ADS_1


" James aku akan setia kepada mu, terimakasih sudah mau merawat ku, menerima aku dan anak ku ini dengan ikhlas. Aku akan belajar mencintai mu James. jangan kawatir, aku akan menjadi istri dan ibu yang sempurna untuk mu dan anak kita ini " ucap ku dalam hati sebelum aku benar - benar terlelap.


__ADS_2