
Tok . . .
Tok . . .
Tok . . .
Terdengar suara ketukan di pintu rumah kos kami, saat aku baru saja selesai mandi.
James memaksaku untuk membukakan pintu rumah tersebut, padahal aku masih memakai baju mandi ku.
Dengan sedikit dongkol aku npun berjalan menuju pintu dan membukakannya.
Sungguh terkejut aku melihat siapa yang datang dan berdiri pada depan daun pintu tersebut.
seorang wanita tinggi semampai dengan rambut panjang tergerai mengenakan kaos berwarna unggu muda dengan di padu padankan celana berwarna pink tua.
sangat serasi sekali dengan warna kulitnya yang kuning Langsat tersebut.
Aku tahu sipa dia.
kami pun melonjak serta berteriak bersamaan saat tersadar siapa kami sebenarnya.
Yaaa . . .
__ADS_1
wanita cantik yang berdiri di depanku ini adalah Lily sahabat kami.
Sahabatku dan James tentunya.
Kemudian James pun mempersilahkan kami masuk untuk mengobrol lebih syahdu lagi.
" James, ini Iku, kamu masih ingat kan ??? " ucapku pada James sekedar mengingatkan dia siapa tamu kami di pagi ini.
" I no honey, aku yang mengundangnya kesini " sahut James yang membuatku sangat terkejut.
" Bagai mana kalian bisa saling kontak tanpa sepengetahuan ku ??? tanyaku dengan pura2 cemberut.
" Aih . . . aih, kamu ya masih sama seperti dulu. Ingin menguasai James seorang diri ya " sahut Lily dengan mencubit pipiku.
" Aaaakh . . . sakit tahu " balasku dengan masih cemberut.
sontak kami pun tertawa bersamaan.
" Kamu masih tetap sama seperti dulu James " sahut Lily dengan menepuk bahu kiri James.
Kami pun ahirnya mengobrol ngalor ngidul, membicarakan masa lalu kebersamaan kami yang penuh dengan kenangan.
Hingga tanpa sadar hari sudah menunjukkan pukul 20.00
__ADS_1
" Sudah - sudah, cukup sampi di sini ngobrolnya. Ayo kita makan malam dulu. " Ajak James saat menyadari waktu yang sudah semakin gelap.
" Aku belum memasak untuk malam ini sayang " kilahku pada James, saat tersadar aku bahwa malam ini kami masih belum mempunyai menu untuk makan malam kami.
" Ya sudah kita makan malam saja di warteg Bu Yasmin. jam segini baru buka kan dia " ahirnya james pun punya ide.
" Kita jalan sedikit Lil, Deket kok tempatnya " pintaku dengan perasaan tidak enak pada sahabatku yang telah lama tidak bertemu ini.
" Siaaaaap " jawab Lily dengan memeluk tanganku dan bergelayut di sana seperti dulu waktu kami masi remaja dan beemain bersama - sama.
" Naaah . . . begitu ya kalian kalau sudah ketemu, aku selalu di abaikan " ucap James dengan menggerutu.
Aku dan lili pun hanya tertawa melihat tingkah laku James yang cemburu pada kami berdua.
Ternyata James mulai menghidupkan telepon selulernya kembali setelah kecelakaan yang menimpanya dulu.
Telepon seluler tersebut masih utuh dan tidak rusak, namun dia memilih untuk tidak nghidupkannua kembali selama 2 tahun ini.
baru beberapa bulan ini dia mulai menghidupkannya kembali dan mulai mencari kontak Lily, dengan alasan agar aku bisa kembali bertemu dengan sahabat kami tersebut.
Dan benar saja nomor kontak Lily tidak berubah, dia tetap memakai nomer yang dahulu.
Syukurlah kami masih bisa kembali berjumpa dengan sahabat kami Lily.
__ADS_1
Terimakasih James suamiku tercinta.
kamu selalu memberiku cinta dan kejutan - kejutan yang membuatku bahagia dan ahirnya menjadikanku sanga tencintai mu.