
" Ibu sudah sadar ya . . ..tolong jangan banyak bergerak dulu ya. kondisi Ibu masih lemas dan infus ini harus habis dalam waktu 3 jam "' sapa seorang Suster yang sedang merawat ku saat ini.
Ku edarkan pandanganku ke sekeliling tempat ku berbaring ini.
Sebuah kamar yang terlihat seperti hotel bintang lima,dengan dengan furniture yang Lux dan mewah, terdapat lampu hias kristal dengan manik - maniknya yang memantulkan cahaya mejiku hibiniu yang indah di seluruh ruangan.
" Ini rumah sakit atau hotel, sebenarnya ??? " bisik ku dalam hati.
" Siapa yang mengantar saya ke sini, ya sus ??? " tanyaku penasaran kepada suster jaga yang sedang merawat ku.
" Kalau tidak salah semalam suami dan ibu mertua Anda Bu yang mengantar anda ke rumah sakit ini " jawab suster tersebut dengan sesekali mengingat - ingat kejadian semalam saat aku di antar ke rumah sakit ini.
Suami dan ibu mertuaku ????
Jadi semalam mas Angga sudah pulang ke rumah???
Seketika senang rasanya hatiku, terasa tubuhku segar kembali.
" Sekarang suami dan mertua saya ada di mana ya suster ?? " tanyaku dengan rada penasaran dan seketika juga aku akan bangun dari rebahan ku.
" Tunggu Bu, tunggu . . . sudah saya bilang ibu jangan bangun dulu. Nanti kalau ibu jatuh akan menjadi masalah dengan kandungan ibu. Suami ibu sedang bertemu dengan dokter spesialis kandungan. Semalaman suami ibu berjaga di sini. sedangkan ibu mertua Anda sudah pulang semalam." jelas suster tersebut panjang lebar.
Sejenak aku terkejut saat suster itu menjelaskan Mas Angga bertemu janji dengan dokter kandungan.
__ADS_1
"Kenapa ya . . . ???
Apa ada masalah lagi dengan kandunganku ???
Apa ini ada hubungannya dengan rasa mual ku yang sangat menyiksa kemarin ???
Tapi kenapa harus ke dokter kandungan???
Bukannya ke dokter Poli Dalam ??? "
Berjuta tanya di benakku saat Mas Angga bertemu janji dengan dokter kandungan tersebut.
Ingin rasanya aku segera bangun dari rebahan ku dan menyusul mas Angga untuk mendengar penjelasan dari dokter kandungan tersebut.
Ahirnya aku pun menurut perintah suster tersebut dengan sangat terpaksa, karena bertolak belakang dengan isi hatiku yang sebenarnya.
Terdengar suara pintu terbuka dan spontan pandanganku dengan cepat beralih ke suara tersebut.
Kulihat sosok Mas Angga berjalan dengan semangat dan senyum indah yang menghiasi wajahnya yang sangat tampan tersebut.
Ya . . .
Entah mengapa, wajah Mas Angga lebih tampan dari biasanya lebih bersinar dan . . .
__ADS_1
Apakah karena hampir tiga hari ini kami tidak bertemu dan aku sangat merindukannya???
Sampai aku merasa ada perubahan si wajah Suami yang ku cintai ini.
" Mas . . . kamu sudah datang ???" sambut ku dengan aku akan bangun dari rebahan ku.
" Iya sayang, aku sudah pulang. Tapi kamu jangan bangun dulu ya, dokter melarang mu untuk banyak bergerak. Kamu harus patuh. Oke sayangku ??" sahut Mas Angga dengan membantuku untuk rebahan kembali.
"Aku jenuh Mas tidur terus. Mas . . . aku kangen sama kamu . . . kenapa kamu susah sekali di hubungi sih beberapa hari ini ???? aku takut terjadi apa - apa sama kamu sayang " sahutku dengan sedikit merajuk dan berusaha memeluknya erat sekali.
Mas Angga tidak menolak untuk ku peluk, bahkan dia berinisiatif untuk memberikan tubuhnya dengan suka rela aku peluk.
Dia tidur di sebelahku. Kami tidur satu ranjang berdua karena memang bad yang aku tempati cukup untuk tidur dua orang.
Mas Angga mendekap ku erat sekali sesekali dia menciumiku, dengan perlahan tapi sering.
kemudian dia berbisik . . .
' Aku mencintaimu istriku, aku tidak akan menyia - nyiakan mu lagi. Tidak akan pernah lagi " bisiknya yang terdengar romantis sekali di telingaku ini.
Aku pun semakin mengencangkan pelukanku di tubuhnya.
dengan masih menikmati cumbuan dan kasih sayangnya padaku
__ADS_1