
Hari ini, James menjemput ku pulang dari kampus kemudian langsung mengajak ku kesebuah toko baju yang terlihat begitu elegan dari luarnya dan di luar kaca toko tersebut tertuliskan " Butik Mahkota "
" untuk apa kita ke sini sayang ??? " tanya ku penasaran.
" Beli baju dong, untuk apa lagi ??? " sahutnya seakan balok bertanya pada ku
" Tapi tidak harus di tempat seperti ini dong, pasti mahal " sahut ku dengan nada protes.
' Buat kamu tidak ada kata mahal " sahutnya dengan mengandeng tangan ku dan memaksa ku untuk masuk ke dalam butik tersebut.
Dan dengan terpaksa pun aku melangkahkan kaki ku untuk masuk kedalam butik tersebut.
" Kamu pilih sesukamu baju yang kamu suka. " pinta James setelah kami masuk kedlam butik yang kelihatan sangat elegan ini.
" Tapi boy . . . . " sahut ku terpotong karena aku merasa baju - baju di sini terlalu bagus dan mahal.
" Mbak, tolong bantu istri saya untuk memilih baju ya, karena hari ini hari yang spesial buat dia ' pinta James pada seorang pelayan di butik ini.
" Hari istimewa katanya, memang hari ini kenapa istimewa buat ku " pikir ku dalam hati, tapi sudah tidak bisa lagi aku merasakan penasaran lagi karena pelayan yang di minta James segera mempersilahkan aku untuk mengikutinya.
Dengan spontan aku pun mengikutinya dari belakang.
" Baju apa yang anda butuhkan, gaun pesta atau . . . ??? tanya pelayan tersebut ketika kami tiba di deretan baju - baju yang di gantung dengan indahnya di hadapan ku.
" Eeeem apa ya ??? " sahut ku kebingungan.
" Mau buat ke pesta, atau sekedar makan malam saja ??? " tanya pelayan tersebut dengan memberi ku pilihan.
" baju untuk makan malam saja mbak " sahut James yang tiba - tiba sudah berdiri di belakang kami.
__ADS_1
Aku hanya kebingungan saja tanpa tahu ada acara apa ini sebenarnya.
Kemudian pelayan butik ini pun segeraberi ku beberapa pilihan baju untuk aku coba.
Ahirnya aku mencoba sepotong baju dengan warna toskah yang lembut sekali.
Baju tersebut sangatlah simpel, dengan potongan atas yang sederhana berlengan tiga perempat dan bawahnya rok setengak lingkaran yang panjangnya pas selutut ku.
" Cantik sekali istri ku " decak kagum James saat melihat ku keluar dari kamar ganti.
" Benarkah ??? " sahut ku yang juga hampir tidak percaya melihat ku sendiri di kaca yang tidak jauh dari James berdiri.
" Kamu mang cantik " ucap James kembali dengan mata yang berbinar kemudian mengecup lembut kening ku.
Kali ini aku tidak menolaknya saat dia mengecup keningku di depan orang lain, karena aku sibuk karena takjub melihat diriku sendiri di sore ini.
" Kejutan apa lagi ini boy ??? " tanya ku dengan menebak - nebak kejutan apa lagi yang James siapkan untuk ku.
" Kita masuk dulu ya, kejutannya ada di dalam " sahutnya lagi dengan menggandeng lengan ku mesra.
Di pintu masuk, kami di sambut oleh seorang pelayan laki - laki dengan menanyakan apakah kami sudah memesan tempat terlebih dahulu, dan James pun menyebutkan bahwa kami sudah memesan tempat sebelumnya atas nama James sendiri.
Sesaat setelah mendengar jawaban kami pelayan tersebut langsung mengantar kami pada tempat yang sudah kami pesan.
Keadaan di dalam restoran ini tidak seberapa ramai juga, tapi sepertinya tempat di sini harus di pesan terlebih dahulu sebelum datang untuk makan.
" Kamu mau pesan apa ?? " tanya James setelah kami sudah mulai duduk di tempat yang memang di sediakan buat kami.
" Apa pun yang kamu pesan akan aku makan deh " sahutku pasrah, sebab aku juga tidak terlalu paham dengan masakan pracis tersebut.
__ADS_1
Dan tidak butuh waktu yang lama ahirnya beberapa menu khas Prancis sudah terhidang di meja kami.
Kulihat ada danging yang biasanya aku menyebutnya daging panggang, dan beberapa yang lainnya.
James juga menyebutkan satu persatu nama makanan tersebut dalam bahasa Prancis tapi aku benar - benar tidak faham dan tidak mampu menghafalnya.
Aaakh . . . sudah lha, yang penting pasti enak untuk di makan, itu saja prioritasku saat ini.
" Selamat ulang tahun istri ku tercinta " ucap James tiba - tiba saat kami akan mulai menikmati hidangan di depan kami ini dengan mengeluarkan kotak dengan ukuran yang lumayan besar dan berwarna merah jambu dari dalam saku celananya tersebut.
Aku sungguh takjub dan terkejut di buatnya. Karena aku juga baru tersadar kalau ini adalah tanggal aku terlahir di dunia ini.
Bagaimana aku lupa akan tanggal lahir ku sendiri
Duuuuuh . . .
" Terimakasih suami ku, sahut ku dengan takjub atas rentetan kejutan yang dia berikan pada ku setengah hari ini.
" Buka dong kadonya " sahutnya dengan meminta ku untuk membuka kotak merah jambu yang di berikan ya itu.
Tidak kalah takjub lagi, aku benar - benar terpanah melihat isi kotak ini,
Sebuah gelang emas berwarna putih dengan logo hati bertahtakan berlian di sekelilingnya.
" James cantik sekali " sahut ku hampir tidak percaya dengan apa yang aku terima sebagai hadiah dari suami ku tercinta ini.
" Itu ungkapan cinta ku pada mu Princes " sahutnya dengan menggenggam jemari tangan ku, dan kemudian dia memakaikan gelang tersebut di tangan kanan ku setelah itu di kecupnya kedua tangan ku dengan mesra nya.
Sungguh bahagia aku hari ini, berlimpah cinta yang tulus dan suci yang tidak henti - hentinya kau limpahkan pada ku Boy.
__ADS_1