
Hari ini hari Minggu, di mana hari acara keluarga James yang sebelumnya sudah di mundurkan.
Mama Angga dan juga pembantu rumah tangga di sini sedang sibuk mempersiapkan terselenggaranya acara di sore nanti.
Aku membantu sekedarnya sebab mama melarang aku jauh - jauh dari James.
dan juga semua makanan dan kue - kue mama memesan dari catering langganan mama.
Di rumah mama hanya membuat minuman nya saja.
" Sayang kamu cukup di samping James saja. Mama dan bibi sudah hampir selesai. terimakasih ya sayang bantuannya hari ini " ucap mama dengan halus mengusirku untuk segera pergi ke kamar.
" Iya mam, aku akan ke kamar melihat James dulu. " pamit ku pada mama dan bibi
Segera aku melangkah kan kaki ku untuk menuju kamar kami, tiba di depan kamar aku melihat Angga berjalan dari pintu masuk rumah ini, sepertinya dia baru saja datang.
selama ini Angga memang tidak tinggal bersama ibunya di rumah ini.
" Sepertinya dia masih tinggal bersama istrinya di luar kota " fikirku dalam hati.
Tapi hati ini dan hari - hari yang lalu aku tidak pernah melihat Angga datang ke rumah ini bersama kak Tasya, apakah kak Tasya masih sibuk seperti dulu ??? Aaah . . . sudah lah, buat apa coba aku memikirkan mereka berdua " gumanku dalam hati.
__ADS_1
sebelum Angga berpapasan denganku di depan kamar kami, aku pun segera masuk ke kamar tanpa menegurnya terlebih dahulu.
Sengaja memang aku tidak ingin bertegur sapa dengan Angga.
Aku masih sakit hati padanya.
Hari telah sore, aku sudah selesai membasuh tubuh James dan mengganti pakaian James dengan yang bersih, kemudian aku membantunya untuk duduk di kursi roda dan mendorongnya untuk keluar kamar.
Di luar kamar aku melihat satu persatu saudara James sudah berdatangan.
mereka sangat kaget melihat kondisi James saat ini dan membanding kan James pada empat tahun yang lalu saat mereka terlahir bertemu.
Hingga ahirnya tibalah kedatangan mami, papi dan Melisa.
mereka bertiga sangat tercengang melihat kondisi James saat ini.
Bahkan mami James sampai menangis haru dan berhamburan memeluk James dengan spontan.
" Anakku . . . ya Tuhan . . . mengapa kamu sepeti ini " Jerit mami James dengan menangis pilu.
Papi James hanya diam mematung melihat putra pungut yang pernah di usir nya dalam keadaan menderita begitu.
__ADS_1
Sedangkan Melisa ikut memeluk James dengan menangis pilu pula.
sejenak suasana menjadi haru dan pilu di karenakan pertemuan anak yang sudah di buang tetapi di pertemukan kembali dengan keadaan yang memilukan seperti ini.
Seluruh keluarga yang hadir pun ikut larut dalam kesedihan menyaksikan pertemuan kembali anak yang sudah di buang tersebut kini dalam kondisi yang memprihatinkan.
" Ayo kita segera mulai acara rutin kita hari ini. simpan dulu kesedihannya nanti akan kita cairkan suasana haru ini menjadi suasana yang bahagia " ujar mama Angga memecah keheningan yang menyedihkan ini.
Alhasil semua keluarga yang hadir pun ahirnya berubah menjadi ceria, mereka segera menuju tempat yang di sediakan yaitu taman belakang rumah ini.
Di sana memang sejuk sekali, cocok buat bersantai.
Mami James mengajakku berbicara, menanyakan namaku, asal ku, umurku dan masih banyak lagi.
Ternyata mami James baik orangnya. Beliau juga Anggun serta terlihat glamor, wajar saja lah, suami beliau, papi James adalah salah satu konglomerat di negara ini.
Kulihat pula papi James mulai mendekati James dan ahirnya terjadi pembicaraan di antara mereka.
kulihat James terlihat bahagia sekali, ahirnya mendapatkan lagi cinta dari papi dan maminya yang selama ini telah memutuskan hubungan di antara merka selama empat tahun ini.
Syukurlah, ahirnya mereka ahirnya mau menerima kondisi James yang sudah seperti ini.
__ADS_1