
Kulangkahkan kakiku dengan gontai.
Bukan karena aku tidak cukup sarapan pagi ini.
Tapi . . .
Lamas saja rasanya . . .
Capek hati ini . . .
Ada atau tanpa kakak Tasya di rumah sama saja bagiku.
" Din . . . Din . . . "
Terdengar suara klakson mobil di belakangku.
" pasti itu James " Gumanku dalam hati.
" Selamat pagi putri " sapa suara dari dalam mobil tersebut.
Ini bukan suara James, lalu siapa ???
Ahirnya aku pun mulai penasaran dengan si empunya suara tersebut.
Tuhaaaaan
Ini Angga Bara
Sedikit terbelalak aku di buatnya.
Kenapa sepagi ini dia Sudah di sini,
kok aku jadi GR ya.
__ADS_1
" Bang Angga ??? kok pagi - pagi sudah di sini ??? tanyaku penasaran dengan berjalan mendekati mobil Angga tersebut.
" Kebetulan Aku lewat sini, kamu mau berangkat kuliah kah ??? " Tanya kemudian setelah menjelaskan keberadaannya di sini
" Ooh begitu. Iya nih bang, aku mau berangkat kuliah." sahutku
" Ayo masuk, kita searah.
Aku juga mau mampir ke Caffe, ada sesuatu yang harus aku ambil " sahut Angga mengajakku untuk masuk ke mobilnya.
Saat aku akan masuk kedalam mobil Angga, seseorang di belakangku memanggil - manggil namaku.
" Putri . . . tunggu " panggil suara itu, ku ingat - ingat siapa pemilik suara tersebut.
Benar, itu seperti suara kakak.
" Kakak . . . kok sudah bangun, aku kira kakak masih tidur " sapaku pada kakakku yang memanggilku tadi.
Kulihat kakak sedang berlari - lari dengan mengenakan pakaian olah raga yang sangat ketat sekali.
Di tangannya menggenggam botol kecil air mineral.
" Waktu kamu masak di dapur aku sudah bangun lha, Aku kan harus berolah raga. " sahutnya kemudian.
" Putri, ini siapa ??? " tanya Angga penasaran sehingga membuat dia turun dari mobil.
" Ini kakak saya Bang " sahutku dengan sedikit terkejut
" Oh kakaknya putri ya " sahut Angga dengan melihat ke arah kak Tasya.
" Iya, saya Kakaknya putri, perkenalkan nama saya Tasya " balas kak Tasya yang kulihat sedikit genit .
" Angga Bara " balas bang Angga dengan menyambut tangan kakakku untuk berjabatan tangan.
__ADS_1
Sedikit Dongkol dalam hatiku, ganjen sekali sih kakak.
Meski aku sudah terbiasa melihat tabiat kakakku, tapi aku sangat tidak suka dia bertingkah seperti itu kepada Angga.
setelah berbasa-basi, kamipun berpamitan kepada kakak untuk segera berangkat kemana tujuan kami semula
" sampai jumpa lagi ya Angga " pamit kak Tasya dengan mengerlingkan sebelah matanya.
Angga pun membalasnya dengan senyum indahnya.
Tuhan jijik sekali aku melihatnya.
" Cantik ya kakakmu, put " celetuk Angga saat mobil yang kami tumpangi berjalan menuju tujuan kami berdua
" Relatif Bang " sahutku sedikit sewot.
" Enggak, beneran cantik kok, eh tapi kamu juga manis kok " sahutnya kemudian, mungkin saja dia sengaja mengatakan itu karena setelah mendengar jawabanku yang terdengar sewot.
Aku pun memilih untuk diam seribu bahasa.
Malas Aku membahas tentang kakakku.
Hingga tidak berapa lama kemudian mobil Angga sudah berada di dekat caffe.
" Berhenti di sini saja Bang, tidak usah sampi kampus. Aku jalan kaki saja, biar Abang tidak bolak - balik nanti" perintahku pada Angga,
" Tidak apa put, akan aku antar kamu sampai pintu depan kampus " kilahnya kemudian
" Jangan Bang, nanti merepotkan Abang " sahutku kemudian.
Angga pun mengalah, dia menurunkan aku di depan pintu masuk caffenya dengan sekaligus memutar balik mobil tersebut untuk kemudian memasuki Caffe
" Terimakasih ya Bang atas tumpangannya "
__ADS_1
pamitku dengan tak lupa ngenucapkan Terimaksih kepada Angga
" Oke, sama - sama ya put " sahutnya