Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 18


__ADS_3

" Putri, sini '" panggil ibu, saat aku akan berangkat ke kampus pagi ini.


" Iya Bu. " sahutku dengan berjalan menghampiri ibu yang sedang duduk di ruang tamu rumah kami.


Kulihat di sana sudah ada Ayah, Kakak dan Angga.


" Ada apa gerangan, mereka berkumpul pagi ini " gumanku dalam hati.


" Hari ini kamu libur kuliah saja, kita di sini mau berdiskusi sama kamu " sahut ibu dengan menyuruhku duduk bersebelahan dengan Angga yang terpisahkan dengan lain kursi.


" Ada apa Bu, Ayah . . . ??? " tanyaku kebingungan


" Sudah duduk saja, nanti juga kamu akan tahu " Sahut ayah dengan nada cueknya.


Ku pandangi satu persatu wajah - wajah sosok yang duduk di ruang tamu ini, seakan mencari jawaban dari mimik wajah mereka.


Aku bisa terdiam saja, karena tidak ku temukan jawaban tersebut.


" Kami semuanya di sini ingin meminta tolong bantuanmu " jelas ibu membuka pembicaraan di antara kami berlima ini.


" Bantuan apa ???" tanyaku memotong permintaan ibu.


" Kamu tahu kan masalah rumah tangga kakakmu?? Kakak ipar mu menginginkan anak dalam rumah tangga mereka. Tapi karena karier kakakmu yang sedang menanjak saat ini, terpaksa kakakmu belum bisa untuk hamil. Dengan kata lain mereka harus menunda untuk segera punya anak. " penjelasan ibu ini membuatku semakin bingung, apa hubungannya denganku saat mereka memutuskan untuk punya anak???


" Begini put, kakak meminta bantuanmu, untuk menggantikan kakak hamil " sahut kakak yang membuatku sungguh terkejut, apa ini maksudnya???


" Mak . . . Maksud ka . . . kakak apa ?? " sahutku terbata. Sungguh tidak menyangka aku akan mendengar permintaan tersebut dari seorang kakakku.

__ADS_1


" Kami hanya meminjam rahim kamu saja kok put, bukannya aku menyuruh kamu menjadi MADU ku " sahut kak Tasya kemudian dengan nada bicara tanpa beban.


Serasa Dunia ini runtuh menimpa kepalaku.


Sesaat kurasakan mata ini gelap gulita.


Nafasku seakan berganti berhembus.


Apa sebenarnya maksud dari ini semunya.


Ku pandangi satu persatu wajah merek di sini, Aku berharap menemukan kebohongan di sana.


Saat tatapanku, tertuju kepada Angga, terlihat dia lebih salah tingkah dari pada yang lainnya.


Seperti merasa tidak nyaman di tempat duduknya.


Angga Hanya bisa menundukkan kepalanya dalam - dalam.


Seakan ketakutan saja dia melihatku.


" Aku . . . Aku harap kam . . . kamu setuju dengan permohonan kam . . . kami ini pad . . . pada kamu ya put " sahut Angga terbata saat dia tersadar aku sudah cukup lama memandanginya untuk meminta jawaban yang sebenarnya.


" Kamu tidak perlu menikah SAH dengan Angga, kamu dan Angga cukup menikah sirih saja untuk menghindari Dosa. Kakakmu dan suaminya hanya meminjam rahim kamu saja, nanti deh biar di jelaskan sama dokternya " sahut ibu dengan entengnya.


Ya Tuhan,


Enteng sekali ibu mengungkapkan maksud sebenarnya dari acara kumpul keluarga ini.

__ADS_1


Ibu . . . Tidak kah engkau tahu perasaanku Bu.


Kita sama - sama wanita ???


Kakak . . . tidakkah engkau tahu perasaan terpendam ku kepada Angga suamimu ???


Tidakkah kalian membayangkan bagai mana perasaanku saat aku menerima kabar ini???


Kalian semuanya adalah keluarga terdekatku, Kalian orang tua dan kakak ku.


Ibu yang telah sembilan bulan mengandungku, menjagaku dalam kandungan hangatmu, begitu tega memintaku untuk hamil anak dari kakakku dan pria yang pernah aku cintai, bahkan sampai detik ini pun aku masih suka kepada Angga.


Sejuta kata berkecamuk dalam hati dan pikiranku.


Saat kulihat ayah, Seakan aku meminta pembelaan dari beliau, yang ku dapatkan malah tatapan cuek yang begitu tidak perduli nya kepadaku.


Ya Tuhan, sungguh kejam takdirmu ini untukku.


Salah apa aku selama ini kepada keluarga ini.


Kurang Cukup kah pengorbanan dan


kesabaranku selama ini untuk keluarga ku ini???


Dari kecil sampai dewasa, hidupku hanya untuk mengalah dari kakak, hingga sampai detik ini.


Tuhan ku . . .

__ADS_1


jeritku dalam hati ini


__ADS_2