Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 105


__ADS_3

Hari ini Angga sudah bisa keluar dari rumah sakit, setelah hampir satu Minggu dia menginap di ruang VVIP rumah sakit. Jahitan di dada kirinya sudah menutup sempurna dari luar dan dia pun sudah tidak mengeluhkan sakit lagi.


Tapi dokter berpesan bahwa itu terlihat dari luarnya saja dan yang pasti di dalamnya masih butuh proses lagi untuk penyembuhan.


Mangapa proses penyembuhan Angga selama ini sangat lama ?? sebab setelah kecelakaan dulu Angga tidak mau di operasi. Jadi istilahnya ini keadaan Angga yang sudah memburuk.


Alasan mengapa dia tidak mau menjalankan operasi, karena dia tidak ingin aku tahu bahwa dia sakit dan terkena musibah dan alasan lainnya karena Bisnisnya Ahir - Ahir ini sedang lancar dan berkembang pesat.


Dia ingin membelikan ku rumah lengkap beserta perabot dan juga mobil sebagai hadiah untukku nantinya.


Ya Tuhan . . .


Sungguh kejamnya diriku kepadamu Mas, Tidak pernah terlintas di pikiranku bahwa kamu mencintaiku sampai sejauh dan sedalam ini.


Aku yang begitu sombong dan piciknya, menerima cinta kan kasih sayang dari kalian semuanya bahkan tidak perduli dengan itu.


Mulai hari ini aku berjanji di dalam hatiku ini.


Aku akan mulai belajar mencintaiku Mas.


Aku akan belajar menjadi istri yang setia dan sayang padamu.


Aku juga ingin melahirkan anak - anakmu nanti dan bahagia bersama - sama dengan Mama juga tentunya.


" Kenapa putri ??? " tanya Angga yang merasa tiba - tiba aku memeluknya dengan bersandar di bahunya saat kami perjalanan pulang dengan di jemput Melisa dan Mama dengan menaiki mobil Melisa.


" Tidak bolehkah aku memeluk suamiku, mas ??? " tanyaku dengan manja dengan ku bisik kan dekat sekali di telinganya.


" Boleh, cuman aku terkejut saja tiba - tiba mendapat serangan cinta seperti ini " bisik Angga di telingaku dengan membalas menggodaku.

__ADS_1


Ku cubit pelan paha suamiku ini dengan pelan tapi tetap saja meninggalkan rasa sakit di sana.


" Aduuuuh . . . " jeritnya sehingga membuat Melisa menghentikan laju berkendaranya dan spontan dengan Mama melihat ke arah kami.


" Kenapa, apa masih sakit ??? " tanya Mama khawatir


" Apa aku terlalu ngebut ya, sehingga guncangannya terlalu keras ?? " Melisa pun iku panik.


" Ow tidak . . . tidak . . . ini ada semut yang menggigitku " sahut Angga.


Aku hanya mematung saja dan diam seribu bahasa. Sebab aku malu kalau saja Mama dan Melisa tau kami berdua sedang memadu kasih di belakang mereka.


"Kenapa diam, tidak di lanjutkan lagi ??? " tanya Angga membuatku sangat malu sekali


" Enggak " jawabku singkat dengan wajah yang memerah.


Segara ku remas jemari Angga dengan kasarnya untuk tidak merayu dan menggodaku lagi de belakang persis Mama dan Melisa.


" Kenapa . . . kan kamu sendiri yang menggodaku dulu. Aku sedang serius ini ingin di goda lagi " ucapnya dengan masih berbisik di telingaku. Desahan nafasnya terasa hangat dan menjalar di seluruh tubuhku.


" Nanti saja kita lanjutkan di rumah " Jawabku sekena nya agar suamiku yang sedang kasmaran ini mau berhenti menggodaku.


" Baik, aku akan sabar menunggu sampai kita tiba di rumah " balasnya tidak mau kalah


Ya Tuhan . . .


Beginilah rasanya jatuh cinta untuk kesekian kalinya.


Jatuh cinta yang mendapat sambutan dari kedua belah pihak.

__ADS_1


Yaa . . .


tidak dapat ku pungkiri, entah sejak kapan aku merasa selalu berdebar - debar setiap kali melihat Angga dan atau pun sekedar bercanda atau mengobrol saja dengannya selama aku menjaganya di rumah sakit.


Mungkin ini yang di namakan pacaran setelah menikah.


Ya Tuhan . . .


Manis sekali rasanya.


Setiap hari aku merasakan bahagia dan berbunga - bunga.


Setiap kali aku membuka mataku di pagi hari aku melihat senyum Angga yang merekah sudah menungguku untuk segera bangun dan membalas senyumannya itu.


Aaaaaaakh . . .


kenapa juga aku harus munafik selama ini.


Padahal Angga sungguh nyata ada di depanku setiap hari.


Kenapa juga aku harus menolaknya setiap saat, padahal dia selalu menawarkan cinta dan kasih sayang nya yang melimpah - limpah kepadaku setiap detiknya.


Tuhan . . .


Terimakasih, ahirnya kau bukakan hati ini untuk membalas cinta dari orang sesempurna Angga Bara untuk menjadi suamiku, ayah dari anak - anak kami nantinya.


Terimakasih tuhan . . .


Terimakasih yang tidak terkira selalu ku panjatkan kepadamu.

__ADS_1


Aamiin


__ADS_2