
Tepat pukul 22.00 kami tiba di rumah mama,
Capek banget, senang juga sih, campur aduk jadi satu.
" Put cepat kamu istirahat, jangan sampai kamu kecapek'an " bisik Angga saat kami turun dari mobil dan dia membukakan pintu mobil untukku.
" Iya . . . " sahutku pendek dengan ku kulum senyum di bibirku.
" Duuuh romantisnya Ayah kamu nak " bisikku dalam hati pada bayi dalam kandunganku dengan tangan kiriku mengelus - elus perutku yang sudah mulai membuncit ini.
" mam, aku tidur duluan ya " pamitku pada mama saat kami sudah mulai melangkah masuk kedalam rumah.
" Iya sayang, terimakasih ya sudah menemani mama belanja " sahut mama dengan mengecup keningku dan melepaskan tanganku dari gandengan tangannya perlahan.
Kubalas kecupan itu dengan senyum bahagia.
Ku tinggalkan Angga sendirian yang sedang membereskan barang - barang belanjaan mama untuk di bawa masuk kedalam rumah dari bagasi mobilnya.
Setibanya di kamar aku pun mulai mengganti bajuku supaya lebih longgar, dan sebelumnya aku sedikit membersihkan wajahku yang ku bilas dengan air di wastafel.
Segar sekali rasanya.
Perlahan kurebahkan tubuhku pada spring bad di kamar Angga ini.
lembut sekali rasanya.
padahal sudah beberapa hari ini aku tidur di sini.
Tapi masih saja rasa nyaman, lembut dan nikmat saat aku tidur di bad ini.
guling yang empuk ini pun terasa bagaikan pelukan Angga.
Perlahan - lahan mata ku pun terasa berat dan mengantuk sekali.
__ADS_1
Seakan - akan parfum dalam kamar ini terasa bagaikan Bius Cinta untuk menina bobo kan aku malam ini.
Tak butuh waktu lama aku pun sudah tertidur pulas.
Pagi ini Aku bangun dengan sangat segar sekali.
Tubuh yang semalam capek dan penat pun sekarang menjadi segar dan bergairah lagi untuk menjalani hari ini.
Saat membuka mata pun hal pertama yang ku lihat adalah Sosok tampan, gagah dan tersenyum manis menyapaku
" Selamat pagi . . . " sapa Angga sedang duduk di sisi kanan bad tempat aku tidur.
" Pagi . . . " sahutku dengan senyum terindahku di pagi ini.
" Bagaimana, apa pagi ini kamu tidak capek ???" tanyanya seketika ketika melihat aku mulai bangun dan dia pun membantu untuk bangun dan duduk di bad ini.
" Keadaanku sangat - sangat segar hari ini " sahutku dengan mantap dan expresi bahagia.
" Jam berapa ini, apa sudah sangat siang?? sampai mama sudah menungguku untuk sarapan " sahutku terkejut dengan ku edarkan pandanganku ke sekeliling untuk mencari tahu jam berapa ini
" Sudah jam 10 pagi " sahut Angga lembut sekali dengan menunjukkan telepon selulernya padaku.
tidak ada sedikitpun nada marah dalam kalimatnya tersebut.
" Aaaaah romantisnya " jeritku manja dalan hati dengan kukulum senyum bahagia.
" Baik laaaah . . . aku cuci muka dan gosok gigi dulu ya " pamitku dengan segera beranjak untuk ke kamar mandi.
Tak ku sangka Angga pun berusaha memapahku, sejenak aku terkejut tapi kemudian aku pun menikmatinya.
" Sayang, kamu sudah bangun nak " sapa mama saat kami tiba di ruang makan rumah ini.
" Maaf mam, aku bangun kesiangan." kilahku dengan nada manja
__ADS_1
" Tidak apa sayang mama mengerti kok, kamu pasti capek semalam kita habis menguras tenaga di mall " balas mama dengan lembut sekali dan dengan nada bercanda.
" Ayo segera sarapan, aku sudah lapar nih" suara Angga mulai merajuk dengan tangan kirinya memegangi perutnya
" Ayo . . . Ayo kita segera sarapan, kasihan sopir kita ini, Sepertinya dia sudah tidak sabar lagi untuk mengisi amunisi " sahut mama kemudian lagi - lagi dengan nada bercandanya.
Kami pun memulai untuk sarapan pagi ini.
menu nasi goreng seafood kesukaanku dan ayam kecap masakan mama yang paling enak.
Masih ada menu lainnya yaitu sup merah dan perkedel kentang serta sambal kecap makanan kesukaan Angga tak lupa juga mama masakkan untuk putra tampan kesayangannya.
Di sela - sela sarapan kami pagi ini tak luput dengan ngobrol santai dan bercanda ala mama yang sangat akan ku rindukan nanti saat kami kembali ketempat tinggal Angga dan kakak.
" Aakh . . . biarlah itu menjadi urusan besok saat kami kembali ke habitat kami ( 🤭 ) nanti.
Sekarang, Saat ini tidak salah kan kalau aku menikmatinya ???
Kulihat wajah ceria Angga dan mama, damai rasanya pabila kehidupan ini nyata untukku.
Diam - diam Ku raba perut buncitku.
" Sayang, kamu akan menikmati kebahagiaan ini kelak saat kamu sudah hadir di dunia ini. Bunda janji ya sayang " janjiku dalam hati pada calon bayi dalam perutku ini.
" Tuhan Terimakasih untuk hari ini " ucap syukur ku dalam hati dan ku lanjutkan untuk sarapan dan bercengkram di pagi ini.
# Terimakasih para pembaca setiaku, terus keppoin ya novelku.
Jangan lupa untuk like, comen dan Vote ya cinta
Terimakasih Banyak.
semoga Allah membalas semua kebaikan kalian ❤️
__ADS_1