Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 48


__ADS_3

Ku amati rumah kos dengan seksama, keluar masuk hingga beberapa kali untukku menyakinkan tempat yang akan ku tinggali ini.


Terdapat sebuah kamar lengkap dengan kasur busa dan sepasang bantal dengan satu guling yang sudah lengkap dengan sprei bersihnya.


harum dan bersih sprei tersebut.


kulihat kedalam tempat kamar mandi nya juga terlihat bersih dengan porselen yang tidak licin, di depan kamar mandi ad sebuah tempat untuk sekedar memasak, dapur mini Bu Neny dan pemilik tempat kos yang bernama Bu Rika menyebutnya.


Terlihat bersih kamar ini, aku suka dan merasa cocok seketika melihatnya.


" Baik Bu Rika. saya ambil kamarnya ya " sahutku dengan kegirangan dan menyerahkan uang untukku tinggal dengan deposit dua bulan kedepannya.


" Syukurlah kalau cocok " ucap Bu Rika dan Bu Neny hampir bersamaan.


" Nanti tolong ibu minta fotocopy KTP nya mbak putri ya, masing - masing dua lembar untuk arsip ibu dan untuk arsip kampung " pinta Bu Rika setelah menerima uang deposit ku untuk tinggal di sini.


" Baik Bu, nanti akan saya serahkan " jawabku singkat.

__ADS_1


" Atau kalau tidak biar nanti Fahri aja mbak yang bantu fotocopynya, kelihatannya mbak putri capek sekali " sahut Bu Neny seakan - akan memahami keadaan ku.


" Iya nih, kelihatannya mbak putri lelah sekali ini " sahut Bu Rika menyetujui celoteh Bu Neny.


" Apa boleh begitu Bu??? " sahutku mencari kepastian.


" Boleh dong, kenapa tidak " sahut Bu Neny dan Bu Rika lagi - lagi bersamaan.


" Syukurlah, saya terimakasih sekali ibu - ibu baik ini berkenan menolong saya untuk kesekian kalinya " sahutku terharu sekali.


Kemudian Bu Rika menepuk - nepuk bahuku dengan lembut.


Sejurus kemuadian beliau berdua pamit untuk kemabali ke rumah masing - masing yang sebelumnya aku menitipkan KTP ku untuk di fotocopy kan oleh Fahri.


Sebelumnya pun aku menitipkan sejumlah uang dan ongkos sebagai ucapan terimakasih ku pada Bu Neny.


Sebenarnya belaiu enggan untuk menerimanya, tetapi aku memaksanya, dengan memberikannya kepada Fahri dengan dalih uang jajan untuk anak lelaki tersebut.

__ADS_1


Dan ahirnya pun Bu Neny menerimanya.


Setelah para Ibu - ibu yang baik hati tersebut meninggalkan kamar kos ku, aku pun mengunci rapat pintu kamar ini untuk segera mandi, dan membersihkan diri ku yang sudah beberapa hari ini belum sempat untuk mandi.


Duuuuh sunggu segarnya air yang keluar dari pancuran ini.


Sehingga mampu membuang kepenatan ku yang ikut luntur seketika.


pakaian ku pun kuganti dengan yang baru, sedangkan yang lama langsung saja aku cuci saat aku mandi.


" Huuuuf segarnya " gumanku dalam hari saat membungkus rambutku dengan handuk yang setengah basah karena sebelumnya ku buat menyeka tubuhku setelah mandi tadi.


Setelah air dari rambut basahku sudah tidak menetes lagi, ahirnya kurabahkan tubuhku pada kasur busa dengan bau sprei yang harum ini.


Tuhan . . . nikmat sekali


Nyaman sekali, seakan - akan baru kali ini aku menemukan tempat yang senyaman ini untukku memanjakan tubuh penat ku ini.

__ADS_1


" Sayang, sekarang kamu bisa menikmati kasur yang empuk ini ya nak. kita tidak akan kehujanan, tidak akan kedinginan dan akan terasa nyaman saat tidur. Bunda janji nak, bunda akan memberikan yang terbaik buat kamu, tidak akan bunda biarkan seorang pun untuk menyakitimu sayang. Biarlah kita hidup berdua saja ya nak, bunda tidak butuh orang lain. bunda hanya akan hidup berdua saja denganmu ya nak " ucapku lirih panjang lebar untuk sekedar meyakinkan diriku sendiri dan calon bayi dalam kandungan ku ini.


__ADS_2