
Hari ini adalah hari yang sangat aku tunggu - tunggu.
Ahirnya aku di wisuda dan bisa menyandang gelas S.Kom. Bahagia sekali rasanya, ahirnya aku bisa menyelesaikan kuliah dan sampai Ahir pula hingga jenjang sarjana.
Kemarin Angga mengantarku ke rumah yang dulu ku tempati bersama James, untuk menginap semalam. Untuk langsung berangkat dari rumah papi pun tidak mungkin, takutnya tidak keburu dan pasti akan tergesa - gesa jadinya.
Belum lagi butuh waktu untuk aku make-up sebelum acara wisuda.
ahirnya aku dan Angga memutuskan untuk menginap di rumah yang dulu pernah aku tempati dengan james.
Aku bangun pagi sekali, semalam aku tidak bisa tidur membayangkan acara wisuda di hari ini.
Dengan langkah yang riang aku melangkah ke dapur untuk memanaskan makanan yang sempat kami beli sebelum tiba di rumah ini.
setelah aku memasukkan beberapa makana ke dalam mikrowave dan memprogram waktu menghangatkannya lantas aku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badanku.
Di sela - sela aku mandi, ku dengar bunyi mikrowave tanda makanan yang aku hangatkan sudah selesai.
Tidak berapa lama aku pun juga selesai dari ritual mandi ku.
Setelah berganti baju dan aku pun melangkah ke ruang tamu untuk membangunkan Angga yang tidur semalaman di sana.
Ku lihat tidur Angga sangat pulas sekali, mungkin saja dia terlalu capek mengemudi kemaren.
Setalah meeting siang kemaren di luar kota dia memaksa untuk segera langsung berangkat mengantarku.
__ADS_1
Sebenarnya aku tidak tega juga, tetapi dia terus memaksa dan ahirnya kami pun berangkat dengan tanpa halangan.
" Angga, bangun lah ini sudah jam delapan " ujar ku dengan menggoyang - goyang lembu lengan nya.
Tidak ada respon dari Angga. Aku pun mengulanginya kembali. Sudah hampir tiga kali aku membangunkannya tapi dia tidak merespon.
Ku tatap tubuhnya dengan seksama, terlihat dia masih bernafas kok. Tapi kenapa dia tidak bangun juga ????
Kemudian ku letakkan kedua jari kananku kedekat hidungnya, kurasakan hembusan nafasnya yang lembut masih terasa.
Tapi kenapa dia tidak bangun juga ya.
Ahirnya aku berinisiatif membangunkannya dan mengguncang - guncang tubuhnya lebih keras dari semula.
Belum sempat aku mengguncang - guncang tubuhnya, Angga pun merubah posisi tidurnya dari semula terlentang sekarang dia memiringkan tubuhnya tepat dihadapan ku.
Kami saling bertukar hembusan nafas.
Hembusan nafasnya menyeruak menyapu seluruh wajahku.
Aaakh . . .
membuat bulu kuduk ku merinding,
sejenak aku terpaku melihat wajah tampan dan bersih mulus di hadapanku ini.
__ADS_1
Seolah sayang untuk aku berpaling.
Ku nikmati Anugerah Tuhan yang paling indah ini.
Ku beranikan diri untuk menyentuh rangkaian Hidung yang terlihat menjulang di ujung nya ini. Sungguh pahatan Sang Pencipta yang sangatlah sempurna.
Kemudian jari telunjukku turun lebih ke bawah lagi untuk menyusuri pahatan bibir nya yang terlihat tipis dan berwarna merah jambu tersebut. Bibir itu sedikit terbuka, hembusan nafas yang keluar dari bibir tersebut menyapu jari telunjukku.
Terasa hangat dan basah.
Ya Tuhan sungguh indah ciptaan mu ini.
Sampai - sampai aku menelan ludahku sendiri saat menyentuhnya.
Lama aku bermain di sana dengan telunjukku, hingga kemudian mataku kembali menatap mata Angga.
Sontak aku terkejut dengan sangat.
Ternyata Angga sudah terbangun dan matanya pun sudah terbuka lebar.
" Aaaakh . . . " jeritku saat bertatapan mata dengan Angga.
Dengan spontan Angga bangun dari tidurnya dan menggapai tanganku, sebab aku tidak sengaja jatuh kebelakang dan hampir terbentur meja di ruang tamu ini.
Angga menarik tanganku dengan keras dan ahirnya aku pun malah jatuh menimpa tubuhnya .
__ADS_1
" Aaaaaaakh . . . " sekali lagi aku menjerit dan ahirnya jeritan ku pun tidak terdengar lagi karena bibir kami saling menyapa dan saling lengket satu sama lain.