Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 96


__ADS_3

" Aku sudah memutuskan akan tinggal di mana aku mulai sekarang " ucapku dengan hati yang mantab pada pertemuan keluarga malam ini.


Mami, Papi, Melisa, mama dan Angga semuanya berkumpul di ruang keluarga setelah kami selesai untuk bersantap malam.


" Baik lah putri, kalau kamu sudah memutuskan nya kami pun akan menerima keputusanmu. " sahut papi dengan objektif


" Katakan sayang, apa keputusanmu " sahut mama dengan nada tidak sabar


" Aku akan berkonsentrasi pada usaha loper koran, kos kosan, kontrakan dan caffe milik James. " sahutku dengan nada optimis.


" Tapi sayang, kamu pasti akan capek bolak bali kesana kemari. Nanti kamu akan sakit lho " ujar mami spontan.


" Lalu apa kamu akan hidup terpisah dengan Angga ??? " sahut mama dengan nada tidak suka.


" Nanti kami sendiri yang akan membahas ini mam " sahutku lirih


" Ya sudah, kita kan sudah janji untuk menerima apa pun keputusan Putri untuk tinggal di mana.


Ya sudah kita terima saja keputusannya.


Untuk mereka akan tinggal di mana kita serahkan saja keputusan di mereka. Mereka sudah sama dewasanya.

__ADS_1


Papi yakin, mereka akan memutuskan yang terbaik. " ujar Papi dengan bijaksana.


Dan ahirnya hanya tinggal aku dan Angga saja yang tinggal untuk membicarakan masalah pribadi kami.


Angga mengajakku ke tempat yang lebih privasi, Dia menyarankan agar kami berbicara di taman.


Aku pun menyetujuinya.


" Maaf, aku masih belum bisa tinggal denganmu dalam satu rumah. Aku masih belum bisa menerimamu untuk menjadi suamiku.


Bagiku suamiku adalah James hingga saat ini " ucapku saat kami sudah mendapatkan tempat untuk mengobrol.


Kulihat sekilas Angga nampak terkejut atas apa yang aku ucapkan barusan.


seperti nya dia shock mendengar ucapanku barusan.


" Iya, aku masih belum bisa sepenuhnya memaafkan mu. Sulit bagiku untuk sekedar memaafkanmu " sahutku hambar.


" Hah . . . begitu rupanya. Jadi selama ini aku hanya keGR an saja " sahut Angga lirih dengan sinisnya.


" Terserah kamu, menganggapnya bagaimana " sahutku tak kalah sinisnya dan ikut tersulut emosi.

__ADS_1


" Enak saja dia bilang. Aku akan memaafkan dia dengan mudahnya.


Aku bukan wanita murahan yang dapat di permainkan seenaknya. " umpatku dalam hati ini.


" Baiklah, terserah kamu saja. Aku hanya bisa mendukungmu. Aku benar - benar berharap kamu bisa dan berkenan memaafkan aku. " sahutnya dengan suara yang sangat memelas.


Yang kubalas dengan senyum kecutku saja.


" Mungkin kalau kamu menemukan orang yang kamu cintai kamu boleh menceraikan aku, aku akan menerimanya.


Karena aku tidak yakin bisa mencintaimu lagi " sahutku dengan berlalu meninggalkannya.


Puas rasanya aku membuat Angga sakit hati, tapi aku yakin itu tidak seberapa dengan sakit hati yang aku rasakan dulu.


sakit yang menjalar di sekujur tubuhku dulu.


Tidak aku sangka mama sengaja bersembunyi di balik semak - semak untuk sekedar mendengarkan percakapan ku dengan Angga barusan.


Setelah aku berlalu meninggalkan Angga, beliau pun keluar dari persembunyiannya.


" Ya Tuhan, nak. Kamu sabar ya, putri berkata begitu karena dia masih belum bisa memaafkan mu. Kamu harus sabar dan bisa memenangkan hatinya. Dia wanita paling baik yang pernah mama kenal nak. Mama yakin itu sejak dulu kamu pertama kali mengenalkannya kepada mama. " ucap mama dengan memeluk putra satu - satunya yang sangat beliau sayangi tersebut.

__ADS_1


" Iya mam " sahut Angga yang tidak bisa lagi membendung air mata kepedihannya atas ucapanku barusan.


__ADS_2