Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 44


__ADS_3

Kulihat Angga hanya terdiam, terkunci rapa mulutnya dengan salah tingkah.


" Mungkin saja dia bingung harus bagaimana ?? " fikirku dalam hati.


" Angga . . . putri . . . coba jelaskan pada mama apa maksud perkataan Tasya barusan " ujar mama kemudian dengan kebingungan mencari jawaban kepada aku dan Angga.


" Mam, mama sebaiknya bawa putri ke kamar mama lagi, kelihatannya dia masih belum pulih " jawab Angga mencoba untuk mengalihkan pertanyaan mama.


" Tidak ada yang boleh pergi dari ruangan ini, terutama kamu putri " perintah kak Tasya masih dengan nada emosionalnya dengan jari telunjuknya menunjuk - nunjuk ke arahku.


" Sayang, sudah lah . . . kita bahas besok pagi saja ya, hari sudah malam. kita istirahat saja dulu " rayu Angga pada istri tercintanya.


" Tidak bisa, kita selesaikan sekarang saja. kamu pilih mana aku atau putri yang akan menjadi istrimu dan yang akan melahirkan anakmu nanti " Ucap kak Tasya dengan memperjelas dan menekankan pada kalimatnya.


Aku . . .


Aku hanya bisa bengong dan tidak tahu harus berkata apa - apa lagi.


Sejenak kami ber empat larut dalam suasana malm ini.


Entah apa saja yang kami pikirkan maung - masing


" Benar Kamu hamil, sayangku ?? " ucap mama kemudian setengah berbisik dengan duduk mendekatiku. Jari - jari tangan beliau meraih lembut kedua tanganku.


Sejenak ku pandangi wajah mama yang hangat dan sendu.


Tidak terlihat amarah di mata beliau, Sehingga membuatku malu dan menundukkan kepalaku. Tidak berani lagi aku menatap wajah beliau, dan aku pun menganggukkan kepalaku untuk menjawab pertanyaan mama barusan.


" Berapa bulan ??? " tanya mama lagi dengan lembut dan sangat hati - hati

__ADS_1


" Empat bulan lebih " sahutku lengan masih tertunduk dan air mataku Kun sudah mulai berjatuhan tanpa bisa aku kontrol lagi.


" Apa benar itu anak Angga, cucu mama ?? " lanjut pertanyaan mama masih dengan lembut dan hati2.


Cukup lama aku berfikir untuk menjawabnya, dan ahirnya aku pun menganggukkan kepalaku sebagai jaeabannya.


" Ya Tuhan . . . " jawab mama dengan mendesah berat sekali.


" Maaf kan saya mam, maafkan semua kehilafan saya " rintihku sambil ku genggam erat jari jemari tangan mama.


Mama pun membalasnya dengan senyum kecewa dan mengecup keningku.


"Mama dengar sendiri kan jawaban dari ayu, aku tidak bohong kan mam " sahut kak Tasya sambil datang menghampiri tempat duduk kami berdua.


Mama hanya terlihat lemas tanpa membalas pernyataan dari kakak.


Sekilas ku lihat beliau seperti kehabisan kata - kata.


" Apa artinya ini, aku harus menggugurkan kandunganku " sahutku dengan suara sangat parau


" Iya, kamu tidak salah dengar. Gugurkan kandunganmu besok " jawab kak Tasya dengan nada yang seakan mengejekku.


" Ka . . . Kalian berdua sangat kejam. kalian kan yang . . . " jawabku yang belum selesai sudah di potong oleh kak Tasya


" Salah . . . sudah . . . sudah jangan banyak mulut kamu. itu tandanya Angga hanya memilik aku seorang, jangan - jangan kamu tidak berhubungan dengan Angga saja kan, bisa saja itu anak orang lain. Di mana - mana yang namanya pelakor kan bisa berhubungan dengan lelaki mana saja. iya kan, betul kan ucapanku " sahut kak Tasya memotong pembelaanku dan malah memojokkan aku.


Bukankah dulu mereka yang meminjam rahimku tanpa memperdulikan jawabanku yang setuju atau tidak.


Tetapi malah sekarang menuduhku sebagai perebut suami orang.

__ADS_1


Ya Tuhan, pintar sekali kakak memutar balikkan fakta.


Sejenak ku tatap wajah Angga dengan keyakinan ucapannya tadi hanya bohong belaka.


Wajah orang yang sangat aku kagumi, aku dambakan sebagai suami ku dalam kehidupan nyata, ternyata tidak ku temukan jawaban yang aku harapkan.


sedetik pun dia tidak berniat menatapku dan sekedar bilang bahwa ucapannya tadi salah.


Tatapanku beralih pada kak Tasya, kulihat dia tersenyum bahagia sekali, dan membuatku jengah untuk terus melihatnya.


Tatapanku berakhir pada mama,


ku lihat Wajah lelah beliau.


" Mama saya minta maaf atas semuanya ini " rintihku dalam hati.


Ku coba dengan sekuat tenaga untuk membendung air mataku ini, aku tidak ingin keputusanku ini membuat hatiku goyah.


semoga keputusanku ini akan membuat baik semua orang.


kemudian aku pun berdiri dan berucap,


" Baik lah, besok kita gugurkan kandungan ku ini " ucapku yakin dan mantap.


Ku bendung dengan sekuat tenaga air mata dan tubuhku yang mulai bergetar hebat ini, kupaksa kan langkah kakiku menuju kamar mama, dan aku pun menangis sejadi jadinya di sana.


Jangan bosan - bosan ya menunggu up date episode selanjutnya novel ku ini.


Terimakasih semuanya, tetap setia untuk vote, like dan comen ya say

__ADS_1


😍


__ADS_2