
"James, Lily, Aku ingin berbicara kepada kalian berdua " kataku pada kedua sahabatku ini saat kami bertemu di Caffe langganan kami yang sebelumnya aku menelfon mereka untuk datang ke sini.
" Ada apa princes, sepertinya serius sekali " sahut James dengan seriusnya.
" Iya put, ada apa. kenapa juga Ahir - Ahir ini kamu kelihatan pucat sekali, apa kamu sakit ??? " Lily pun ikut penasaran.
Aku hanya tersenyum saja mendengar perhatian kedua sahabatku ini, aku sangat bersyukur sekali masih memiliki mereka berdua.
" Aku Hamil " Ungkapku dengan suara lantang tapi pelan, yang cukup di dengar mereka berdua saja.
" Apa . . .??? " sahut kedua sahabatku ini bersamaan.
" Kalian pasti kaget kan " jawabku dengan tersenyum dan tanganku membelai perutku.
Lily pun ikut meraba perutku.
" Kam . . . kamu serius put " sahut James dengan nada hampir tidak percaya.
" Perutmu terasa sedikit gendut put " sahut Lily dengan nada kebingungan
" Iya benar, aku hamil. Ini anak dari Angga " sahutku kemudian, tapi kali ini nada bicaraku terdengar seperti orang kecewa.
__ADS_1
karena ini adalah kehamilan yang sebenarnya tidak aku harapkan begini caranya.
" Mak . . . Maksud kamu apa put ?? " sahut James penasaran.
" kemaren aku sempat sakit dan pingsan untuk beberapa hari, dan di situlah kejadian ini terjadi " sahutku dengan menerawang flasheback pada saat pertama kali mulanya mereka menanamkan benih Angga kepadaku.
" Put, tolong jelaskan dong maksud pembicaraanmu ini " sahut Lily tidak sabar mendengarkan ceritaku.
Aku pun mulai menceritakan semuanya, dari awal mula kenapa aku tiba - tiba hamil hingga hari dimana aku akan menikah siri dengan Angga Bara.
kulihat mata James merah sekali wajahnya juga sama merahnya.
sedangkan Lily juga terlihat gusar.
" Aku juga tidak tahu, siapa dalang dari semua rencana ini, Aku juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Angga, mungkin saja . . . " sahurku yang tiba - tiba di potong oleh James yang sedang marahnya
" Tidak bisa, bagai manapun Angga tidak boleh melakukan ini, apa lagi tanpa persetujuanmu put " sahut James dengan emosi sekali.
" Bukannya aku membela Angga, James.
Beberapa saat yang lalu aku mendengar percakapan ibu dan ayahku, bahwa sebenarnya mereka dan kak Tasya lah yang merencanakannya.
__ADS_1
Mereka beralasan supaya bukan orang lain yang mengandung anak mereka, tetapi akan lebih baik kalau dari keluarga sendiri.
Aku tidak keberatan kok, walau pun di awal aku sangat menentangnya.
karena Aku mulai merasakan bagai mana anak ini meringkuk di dalam rahimku " Jelasku panjang lebar agar kedua sahabatku ini bisa menerima keadaanku saat ini.
" Aku minta dukungan dari kalian berdua, hanya kalianlah yang menganggap ku berarti untuk hidup ini, Kalian tahu kan bagaimana Ayah, ibu dan kakakku jika terhadapku.
hanya kalian lah yang baik kepadaku.
Tolong dukung aku ya, jangan jijik melihatku, jangan iba melihatku, beri aku kekuatan untuk tetap menjalankan hidupku ini, yah . . . " pintaku kepada kedua sahatku ini
" Kami akan selalu ada untukmu put " sahut Lily dengan memelukku, kulihat dia mulai menitikkan air matanya.
Sedangkan James, dia hanya menggenggam tanganku. Kulihat di matanya, penuh amarah yang sengaja di pendamnya.
Ku balas tatapan mata itu dengan kukembangkan senyum indahku untuknya.
" Kapan Kalian akan menikah??? " tanya James kemudian dengan suara parau.
" menurut Angga di Ahir munggu ini " sahutku setengah berbisik.
__ADS_1
Kemudian kami bertiga pun saling berpelukan.
" Kalian boleh datang di pernikahanku, juga kalian boleh kok melewatkannya. Karena ini juga bukan pernikahan yang sebenarnya bagiku " pintaku lirih pada kedua sahabatku ini, dan ahirnya aku pun tidak dapat membendung tangisku. Sungguh plong rasanya sesak di dalam dada ini setelah menceritakannya kepada kedua sahabatku.