
" Aku sengaja tidak menceritakan semuanya tentang sakit ku pada Melisa. Sengaja karena aku malu karena aku tidak akan bisa punya anak. Hanya kamu saja dan beberapa sahabat yang bisa aku percaya tentang semua rahasia dan sakit ku " Ujar James sendu saat kami berada di dalam mobil setelah mengantarkan Melisa dari bandara.
Sungguh terhenyak aku rasanya mendengar pernyataan James barusan, kemudian aku berinisiatif untuk menyandarkan kepalaku di lengan James sebelah kiri yang sedang mengemudi tersebut.
" Aku tahu . . . kamu sudah banyak berusaha sejak kita mulai bertemu satu - persatu orang yang kita cintai. Mulai berinteraksi dengan mereka sama saat dengan keadaan kita yang lalu. Aku tahu sayang dan juga aku sangat paham sekali " sahutku mulai memahami mengapa James tidak menceritakan detail kondisi tubuhnya 100% kepada Melisa adiknya.
mungkin secara hukum mereka memang bersaudara tetapi secara kenyataan orang tua yang memungut James sudah memutuskan hubungan darah tersebut.
Lara dalam hati James terasa ikut tertular kepadaku.
Aku bisa merasakannya, Kemudian kupeluk lengan yang sedari tadi sudah ku sandari tersebut dan kemudian ku kecup pipi kiri James.
" Ciuman apa ini ??? " tanya James menggodaku sekedar mencairkan suasana.
" Eeeeeem . . . ciuman untuk minta di belikan Ice cream " sahut ku kembali menggodanya.
" Ayuuuuuuk siapa takut ???? " sahutnya dengan mulai melajukan mobilnya dengan kekuatan penuh tapi masih dalam keadaan terkendali.
__ADS_1
Tak lama kami pun sudah sampai di sebuah caffe dengan menjual ice cream berbagai rasa dan berbagai menu jajanan yang sedang ngetren saat ini.
Kami memesan beberapa macam varian ice cream dengan toping coklat dan buah strawberry. Tak lupa pula kami juga memesan beberapa Mini tart yang rasanya manis dan lumer di mulut.
semuanya adalah pilihan dan kesukaanku. James paling tahu itu.
" sudah ???? Yakin hanya pesan ini saja ??? " tanya James meyakinkan ku setelah melihat pelayan caffe ice cream tersebut membawa sebuah nampan penuh dengan berbagai macam ice cream dan beberapa macam mini tart yang di letakkan di meja kami.
" Boleh nambah nih . . . ??? " tanyaku dengan antusias sekali.
" kalau begitu nanti nambah nya, sekarang aku akan menghabiskan ini dulu ya " sahutku optimis dam melempar senyum manis ku kepada suamiku tercinta yang duduk di depanku ini.
Aku pun dengan lahap menyantap sajian ice cream beserta kawan - kawannya bergantian. Tak lupa pula aku menyuapkan beberapa sendok ice cream dan juga mini tart kepada James.
Mulanya James menolak, karena dia memang tidak seberap suka makanan manis tersebut.
Tetapi aku memaksanya dan ahirnya dia pun mau membuka mulutnya untuk menerima suap dari ku.
__ADS_1
" Kenyang rasanya . . . " sahutku setelah semua makanan dan ice cream di meja ini habis.
" Katanya mau nambah, sayang . . . ??? "
tanya James setelah mendengar pernyataan ku bahwa aku sudah merasa kenyang.
" Tidak, aku sudah kenyang sekali. Tadi juga aku kira, aku sanggup memakan semua yang di sediakan di toko ini
tapi ternyata ini sudah cukup mengenyangkan " sahutku dengan menunjuk piring - piring kosong yang terdapat di meja kami.
" Lalu, sekarang kamu ingin ke nama lagi ??? " tanya James saat kami akan meninggalkan meja yang isinya sudah habis dan hanya tersisa kan piring dan sendok nya sak ini.
" Aku sih terserah, kemana arah dan tujuan pad sopir pribadiku ini saja " sahutku dengan kembali melingkarkan tanganku pada lengan James dan berjalan menuju parkiran dimana James menempatkan mobilnya.
" Aku masih belum ingin pulang. aku masih ingin menghabiskan malam ini di sepanjang jalan. Apakah kamu bersedia istriku ??? " tanya James dengan mesra sekali saat kami sudah berada di dalam mobil.
" Aku sangat bersedia sekali suamiku " sahutku dengan tidak kalah mesrah nya dan ahirnya sebelum mobil mulai meninggalkan area parkir ini James mengecup bibirku. lama sekali dia mempermainkan bibirku dengan panasnya.
__ADS_1