
Sore ini kami bertiga sudah mulai menjajakkan kami kami ke dalam mall, Ku gandeng tangan mama, sambil bergelayut manja tanganku di sana.
Mama terlihat tersenyum bahagia, Beliau membalas erat pegangan tanganku.
Tangannya terasa hangat sekali.
Sungguh terasa bahagia aku, sejenak aku merasa ini lah cinta ibu yang aku harapkan selama ini.
Angga berjalan di belakang kami, dengan santinya dia berjalan dengan memasukkan kedua tangan pada saku celana pendeknya di sisi kanan dan kirinya.
Sesekali ku menengok kebelakang untuk mencuri pandang melihat "Suami T**ampan**" Ku itu.
Dia tersenyum saat kami saling bertatapan.
Aku pun hanya bisa tersenyum bahagia sambil ku palingan wajahku untuk melanjutkan berjalan.
" Tuhan, tahukah kamu. hatiku meloncat bahagia melihat senyumnya itu " rintihku bahagia dalam hati .
Tidak berapa lama setelah kami mencari - cari toko untuk kami belanj, ahirnya bertemu juga.
Toko tersebut menjual beraneka ragam pernak pernik untuk menghias tempat tidur, seperti seprei, bad cover, berbagai macam bantal guling, beberapa karpet mini yang cantik - cantik dan lainnya masih banyak lagi.
Mama terlihat sudah memilih - milih beberapa Sprei dan bad cover cantik di temani seorang pelayan toko.
sedangkan aku dan Angga hanya sibuk melihat - lihat sekeliling saja, karena mang kami tidak ada niat untuk membeli sesuatu.
Hingga ahirnya Aku melihat satu set tempat tidur bayi dengan warna putih tulang dengan cover kain yang sangat lembut berwarna merah jambu dengan corak boneka Teddy bear yang sangat lucu sekali.
Seperti terdapat Magnet di dalam Box Bayi tersebut, aku antusias untuk mendatanginya.
Setibanya di sana, ku belai lembut Box bayi tersebut, mataku tak henti - hentinya terpesona dengan barang cantik tersebut.
__ADS_1
" Cantiknya . . . " ucapku berdecak kagum
" Iya . . . cantik sekali ya " jawab sebuah suara yang tak kalah kagumnya denganku tepat di belakangku.
sejenak aku kaget dan reflek melihat ke samping kiriku
Ternyata Angga sudah ada di sampingku.
Sekilas kubalas dengan senyum termanis ku mendengar komentarnya tentang Box bayi tersebut.
" Aku ingin anak kita tidur disini nanti " Ucapku lirih dengan masih terpesona dan masih tanganku membelai box tersebut.
" Ini model baru dan baru datang lho . . . silahkan kalau tuan dan nyonya berkenan ???" sapa seorang pelayan toko yang tanpa kami sadari sudah berada di sebelah kananku.
Aku dan Annga hanya saling pandang dan melempat senyum.
" Maaf mbak, kandungan istri saya masih beberapa bulan, masih belum kepikiran untuk membelinya " Jawab Angga dengan lirih
" Tidak apa sebenarnya, di simpan dulu. nanti kalau sudah menjelang lahiran baru di pasangkan " jawab penjaga toko meyakinkan kami.
" Lain kali saja ya mbak, terimakasih informasinya " sahutku tak kalah lirihnya dengan Angga
kami takut kalau mama mendengar pembicaraan kami.
kemudian kami meminta izin pada mama untuk menunggu di luar saja, di saat mama masih memilih - milih apa yang mau di beli.
" Huuuuf . . . ." rintihku setelah kami menemukan tempat duduk di luar toko tersebut.
Kulihat Angga juga duduk di sebelah kananku.
" Untung kita cepat melarikan diri ya tadi " celoteh Angga yang duduk dengan kasarnya di sebelah kananku dengan bersandar pada pipa stainlis sebagai pagar di mall ini.
__ADS_1
" iya , untung mama tidak melihat tadi " sahutku dengan leganya.
Sejurus kemudian kami saling berpandangan dan melepas tawa lega kami.
" Kamu mau ice cream ???" tanya Angga padaku kemudian, dia melihatku mengipas - ngipaskan telapak tanganku kedepan mukaku.
" Memangnya Aku boleh makan Ice cream ???? " tanyaku dengan mata berbinar
" Boleh, tapi jangan banyak - banyak ya. kita belum pernah mengkonsultasikan ini dengan dokter kandungan mu kan " sahut Angga dengan sedikit berbisik.
maklum lhaa dalam mall ini sangat ramai sekali, banyak orang berlalu lalang, dan juga ada beberapa orang yang duduk di sebelah kami.
" Aku mau " sahutku sembari tersenyum ceria.
Ice cream . . . aku sangat mendambakan makan itu beberap hari ini.
" kamu mau rasa apa ??? " tanya Angga kemudian sebelum dia beranjak dari tempatnya untuk menuju penjual ice cream yang tidak seberapa jauh dari tempat kami duduk.
" Eem . . . tolong pilihkan yang rasa paling enak ya "sahutku dengan nada manja
" Ok . . . " sahut Angga dengan mengeringkan sebelah matanya tanda mengerti ap yang aku inginkan
ku balas dengan senyum manis ku kerlingan matanya tersebut.
Bahagianya hatiku, seakan kami sedang berkencan.
Mohon maaf para pembaca setiaku, lama ya nunggu novelku ini.
semoga ini mengobati rasa kangen kalian semuanya.
Terimakasih sudah berkenan menunggu,
__ADS_1
Terimakasih sudah mau Vote, like dan koment.
love U