Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 12


__ADS_3

" Sudah malam, Ayo aku antar kamu pulang put " bisik James mendekatiku untuk mengingatkan aku hari sudah semakin larut.


" iya nih, tidak terasa sudah hampir jam 12 malam ya " sahutku seperti bergumam sendiri.


Dengan berat hati kami berdua pun pamit untuk pulang.


" Maaf ya kak Sukma, aku pulang dulu. Selamat ulang tahun ya kak. " pamitku pada Sukma, tak lupa kujabat tangannya sekali lagi dengan kupeluk tentunya untuk mengucapkan HBD padanya.


" Iya putri, Terimaksih ya atas surprise ya " sahutnya dengan membalas pelukan dan jabatan tanganku.


" Aku pamit dulu ya semuanya " pamitku pada semuanya


" Nga, aku pulang dulu ya. Ayo semuanya, kami duluan ya " pamit James kepada Angga dan teman - teman yang lainnya.


Hampir semuanya membalas serentak


Dengan gaya akrabnya James melingkarkan tangan kirinya ke pundak ku, sejurus kemudian beberpa teman ku di Caffe pun bersiul - siul melihat tingkah James.


sedangkan aku pun hanya pasrah saja di buatnya.


Saat akan masuk mobil, James sengaja membukakan pintu mobilnya untukku.


" Terimakasih " sahutku dengan memasuki mobilnya


" Sama - sama princes "


sahutnya dengan mimik lucu.


Dasar James, tidak bisa diam


Bisanya malah memanfaatkan suasana


haduuuuh . . .

__ADS_1


Cukup memakan waktu kurang lebih setengah jam perjalanan untuk sampai di rumahku.


Lampu rumah ku sudah gelap gulita.


hanya lampu teras saja yang menyala.


huuuuf


Pasti mereka sudah tertidur semuanya.


Setalah sepanjang malam ini bercengkerama atas kepulangan kakak dari Paris.


" Sudah pada tidur nih orang rumah mu put?? " tegur James saat melihat rumahku yang sudah gelap ini.


" Ya . . . kan sudah larut malam Boy " kilahku padanya dengan menambahkan nama panggilan James dulu saat kami masih duduk di bangku SMU.


Sekilas kulihat James pun hanya manggut - manggut tanda setuju.


" Baiklah, kamu lekas istirahat ya put. Besok biar segar saat bangun " pesannya padaku sebelum di berlalu


Setelah mobil James berlalu dari hadapanku, barulah aku masuk kedalam rumah.


Hingga ahirnya aku pun masuk kedalam kamarku, Lega rasanya saat ku baringkan tubuh ini di ranjang.


Nyaman sekali, terasa segala kepenatan hari ini Lunas terbayarkan di sini.


Tidak butuh lama, ahirnya mataku yang sudah berat akibat menahan kantuk pun ahirnya terpejam.


Alarm Di ponselku berbunyi tepat pukul 5 dini hari.


Sengaja ku bermanja sejenak di pelukan bantal dan guling ku.


Masih enggan radanya aku untuk bangun di pagi ini.

__ADS_1


Alarm ponselku berbunyi untuk kedua kalinya, aku pun terpaksa bangun, meski masih ngantuk dan capek.


Saat keluar kamar, ayah, Ibu dan kakak masih belum bangun rupanya, sebab masih sepi.


Aku pun mulai mandi, membersihkan diriku dari sisa - sisa keringat dan kepenatan semalam.


Segar rasanya.


Setelah selesai mandi aku pun mulai memasuki dapur. Ku buka kulkas untuk mencari sesuatu agar bisa ku masak untuk sarapan pagi ini.


Syukurlah, Aku melihat ada sisa nasi di dalam kulkas, ada telor dan kol di sana.


Cukuplah pikirku untuk memasak nasi goreng buat sarapa kami di pagi ini.


Aku pun mulai memasaknya. Tidak butuh waktu lama, nasi goreng peraktis buatanku pun sudah matang.


Kulihat Ayah keluar dari kamar, disusul oleh ibu.


" Masak apa kamu, put " sapa ibu menghampiriku.


" Aku bikin nasi goreng Bu ' sahutku


" Ya Sudah, kamu tidak usah bangunkan kakakmu, biar dia istirahat " pesan ayah kemudian dengan berlalu menuju kamar mandi


" iya Ayah " sahutku


" Sudah, kamu segera sarapan dan sana cepat berangkat kuliah " perintah ibu kemudian.


" Iya Bu " sahutku singkat


Ya Tuhan, padahal Aku sedikit berharap ibu atau ayah menanyakan jam berapa aku pulang semalam???


Kenapa pulang terlambat ???

__ADS_1


Di antar siapa aku pulang ????


Tidak ada pertanyaan tersebut, satu pun juga.


__ADS_2