Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 43


__ADS_3

Kulihat sekelilingku, saat aku sudah tersadar.


" Aku berada dalam sebuah kamar, kamar ini terlihat tidak asing." gumanku dalam hati.


Benar , aku pernah memasuki kamar ini beberapa kali. Ini kamar mamanya Angga.


" Sayang . . . kamu sudah sadar nak ???" sapa mama lembut dengan membelai puncak rambutku.


Hanya ku balas dengan senyuman saja sapaan mama tersebut. Karena untuk bangun aku masih belum sanggup apa lagi untuk membalas ucapan mama.


Tubuhku terasa lemas sekali, sedangkan pipi dan tanganku pun masih terasa nyeri.


Sejenak aku mengingat kejadian tadi, yang samar - samar masih kuingat.


Ya Tuhan ada apa dengan kak Tasya??? mengap dia tiba - tiba melabrak aku seperti itu???


sungguh aku bingung di buatnya.


" Kamu mau minum sedikit ??" tanya mama kemudian dengan mulai beranjak dari tempat duduknya untuk mengambilkan aku minum air putih.


Setelah mama datang dengan membawa segelas air mineral mama pun membantuku untuk bangun dan duduk bersandar pada tepian ranjang beliau.


Dengan sabar dan telaten mama pun membantuku untuk minum.


Terasa segar dan basah tenggorokanku.


" Syukurlah . . ." ucapku nersyukur dalam hari.


" Yakin kamu mau duduk saja ??? " tanya mama kemudian dengan lembut saat aku menolak beliau bantu untuk rebahan kembali.

__ADS_1


" Tidak apa - apa mam " sahutku dengan suara parau sekali.


Kemudian mama memijat - minat keningku, kemudian berpindah memijat tangan ku, dan setelah beberapa lama memijat tanganku, tangan halus beliau pun berpindah pada pipiku yang masih nyeri.


" Aaaauuu . . . sakit mam " rintihku saat tangan halus beliau membelainya.


" Maaf . . . maaf ya syang " sahut mama terkejut dan spontan melepaskan tangan belaiu dari pipiku.


" Tidak apa mam " sahutku tidak enak dan langsung menangkap telapak tangan beliau.


Ku pandangi wajah cantik dengan umur separuh baya tersebut dengan air mataku yang sudah tidak bisa terbendung lagi ini.


Spontan mama pun memelukku hangat .


" Sudah sayang, jangan menangis lagi ya " ucap mama berbisik tepat di telingaku.


" Mam, aku minta maaf ya. Aku benar - benar minta maaf " sahutku dan sudah tidak mampu lagi aku menahan tangisku lagi.


Sejenak ku dengar suara gaduh di luar kamar, Terdengar suara kakak yang berteriak dengan suaranya yang masih keras dan lantang.


Kadang juga terdengar kakak sedang menjerit - jerit tidak karuan.


" Sebentar sayang, mama lihat dulu apa yang terjadi " pamit mama dengan melepas pelukannya lembut dan beranjak pergi keluar kamar beliau.


" Ada apa lagi ini, kenapa kamu musti berteriak - teriak sih Tasya " terdengar Lamat - Lamat suara mama yang sudah berada di antara Angga dan kak Tasya.


" Aku hamil mam, Aku hamil . . . " teriak kakak kemudian yang membuat kepalaku semakin pusing dan mata ini kembali berkabut.


Sebelum mata ini mulai gelap ku paksakan diriku untuk segera bangun dari tempat tidur ini, meski tubuhku masih lemas.

__ADS_1


Ku coba bersandar sebentar di pintu kamar ini sebelum aku membukanya untuk lebih menguatkan tenaga ku.


" Terus kenapa kalau kamu hamil, kenapa heboh sekali dengn teriak - teriak segala sih. Berita bagus kan harus di ucapkan denganbagus juga " sahut mama dengan terpancing emosinya.


" Mama belum tahu ya, kenapa aku sampi emosi begini??? Anak mama itu punya dua istri yang sama - sama hamilnya ??? " jawab kakak dengan semakin menjadi saat aku mualai keluar dari kamar mama


Sejenak ku lihat mama dan Angga terkejut hampir bersamaan, terlihat merek saling bertatapan untuk sekedar mencari jawaban.


" Kak, apa sih yang Kakak bicarakan ??? " hardikku pada kak Tasya dengan sisa - sisa tenagaku.


" Kamu ya . . . kamu jangan pura - pura tidak tahu " sahut kakak dengan nada mengejekku.


Hingga kemudian kakak pun menghampiriku dan tanpa ku sadari kakak sudah menyeret tanganku untuk kemudian menempatkan ku di hadapan mama dan Angga .


" Aaaaak . . . sakit kak ." jeritku saat kakak menyeret ku dengan kasarnya pada lenagnku yang masih sakit.


" Ini . . . ini dia perempuan nya, dia istri Angga yang ke dua. Dia hamil anak Angga. sudah 4 bulan lebih usia kandungannya. mama tidak tahu kan kelakuan mereka saat aku kerja " sahut kak Tasya dengan masih emosinya dan sedikit memutar balikkan fakta.


Tuhan . . .


apa lagi ini ???


mengapa Kakak berbicara begitu, bukannya ini sudah menjadi kesepakatan kami.


Sampai anak ini lahir dan selamanya, ini akan menjadi rahasia.


Tapi mengapa tiba - tiba kakak membongkar semua rahasia ini dan Kakak juga mengaku telah hamil . . .


Maaf ya pembaca setiaku, up loadnya telat lagi. Di karenakan ad 1 dan lain hal.

__ADS_1


yang Masih setia kami ucapkan banyak terimakasih, buat yang lainnya tetap setia donk untuk like, vote dan comen


terimakasih banyak 😍


__ADS_2