Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 99


__ADS_3

Ahir - Ahir ini Angga jarang mengunjungiku.


Biasanya dia mengunjungiku yang satu Minggu sekali berubah menjadi 2 bulan sekali, bahkan sekarang berubah lagi bahkan tidak menjengukku sama sekali hampir satu tahun lebih aku tinggal di sini.


Mulanya aku tidak curiga akan itu semuanya.


Bahkan saat aku memintanya untuk menemaniku melihat usaha kami yang lainnya di luar kota pun dia juga beberapa kali menolaknya.


Aku sedikit gusar juga melihat perubahan Angga kepadaku.


Sehingga akhirnya aku nekat untuk datang dan melihatnya sendiri apa yang dia lakukan sehari - hari di sana.


Tanpa memberitahunya terlebih dahulu aku pergi langsung ke apartemennya.


Seingat ku dia pernah memberikanku kode kunci apartemen nya, tapi sekali pun aku tidak pernah datang untuk sekedar melihatnya.


Setibanya di sana aku langsung saja masuk dengan kode pas yang pernah dia berikan.


sesaat aku mendengar suara orang yang sedang berbicara.


" sepertinya suara laki - laki dan perempuan " tebakku dalam hati.


Spontan hatiku bergejolak, suara laki - laki itu terdengar jelas seperti suara Angga. Sedangkan suara perempuan itu tidak terdengar seperti suara Mama, Melisa ataupun Mami.

__ADS_1


Lalu suara siapa itu.


Dengan tergesa - gesa dan hati yang membara aku pun menuju letak suara itu. terdengar dari kamar tepat di hadapanku.


Segera ku buka pintu tersebut dan kulihat Angga tidur berbaring di atas tempat tidur dengan telanjang dada dan memakai celana pendek selutut.


" Apa yang kalian lakukan berdua di kamar " bentak ku kepada mereka berdua.


Spontan perempuan tersebut berbalik kearah ku dengan wajah yang terkejut.


" Maaf anda siapa ??? " ucap perempuan itu balik bertanya.


" Aku istrinya, memang siapa kamu berdua dengan suami orang di kamar " teriakku dengan mulai histeris.


" Aaaaaaakh . . . " jerit Angga saat tubuhnya tertindih wanita tersebut


Spontan aku menarik dengan kasar tangan wanita tersebut dan menjauhkannya sekali lagi dengan kasar dari hadapan Angga.


" Apa yang kamu lakukan pada suster Salsha " hardik Angga kepadaku dengan suara tertahan akibat menahan sakitnya


" Kamu lebih membela perempuan itu di bandingkan aku istrimu " teriakku tidak mau kalah dengan Angga.


" Cukup putri, cukup sudah. sabar seseorang ada batasnya " tiba - tiba aku mendengar suara mama yang terdengar melengking di telingaku.

__ADS_1


" Mama " ucapku kaget melihat kehadiran mama di sini. kusalami dan ku cium telapak tangan beliau dan tidak aku sangka beliau malah mengibaskan kasar tanganku.


" Angga sedang sakit, Dia habis cidera. kamu tidak tahu itu kan ???.


Dan dia ini suster Salsha yang merawat Angga selama beberapa bulan ini." kamu tidak tahu itu kan ??? atau kamu memang sengaja tidak mau tahu ??? " ujar Mama dengan sinisnya dan terasa menusuk - nusuk jantungku.


Mama yang biasanya berbicara lembut dan selalu menyayangiku sekarang berbalik sinis dan berbicara kasar kepadaku


" Sudah mam, putri tidak tahu kalau aku sedang sakit. aku tidak memberitahunya sama sekali " sahut Angga dengan meringis menahan sakit.


" Karena dia tidak pernah ingin tahu apa yang terjadi padamu nak, dia sama saja seperti kakak nya si Tasya itu. Sudah . . . sebaiknya kalian bercerai saja. Selamanya dia tidak akan perduli kepadamu. Yang dia perdulikan dan yang dia cintai hanya James saja " hujat Mama yang benar - benar menusuk hatiku dan meninggalkan rasa sakit di sana.


Aku hanya terdiam mematung mendengar ucapan Mama yang 100% benar adanya.


Apa lagi mendengar kata Cerai !!!


Bergetar hebat tubuh ini mendengarnya.


" Mam, sudah lah. ini masalah kami, sekarang tolong aku. Aku sudah tidak tahan menahan sakit ini. Rasanya dadaku mau meledak saja " ucap Angga dengan meringis terlihat sangat kesakitan sekali.


Aku pun memaksa untuk bangkit guna menolong Angga meski kakiku masih terasa bergetar hebat.


Tapi sekali lagi mama mengibaskan tanganku menolakku menolong Angga.

__ADS_1


Ternyata suster Salsha sudah memanggilkan Ambulan untuk membawa Angga ke rumah sakit tempat Angga semula di rawat.


__ADS_2