
" Selamat, Ibu putri tengah hamil selama 10 Minggu. " ucap Dr Malik mengucapakan selamat kepadaku.
Sontak Angga dan kak Tasya girang dengan saling mengucap syukur.
" Kita berhasil sayang, kita akan segera punya anak " sahut Angga dengan memeluk kak Tasya.
Kak Tasya pun membalas pelukan tersebut dengan tidak kalah bahagianya.
Ku lihat Dr. Malik terheran - heran melihat tingkah kakak dan kakak ipar ku tersebut.
" Ini Bayi hasil Inseminasi Dok. " sahurku sedikit ketus kepada Dr. Malik
Beliau pun hanya menatap kami bertiga secara bergantian.
Sudah lha, aku pun tidak perduli apa yang ada dalam fikiran Dr. Malik tersebut.
Kuraba Perutku untuk kesekian kalinya, dengan senyum di bibirku yang mengembang.
" semoga kamu selalu sehat ya nak " gumanku dalam hati.
Setelah mendengarkan beberapa penjelasan dari Dr. Malik mengenai kehamilanku yang cukup sehat ini, kami pun beranjak dari ruangan ini untuk segera pulang ke rumah.
Setelah tiba di rumah aku pun langsung berjalan menuju kamarku, tidak ku hiraukan saat ibu dan ayah menyambut kedatangan kami dengan memberondong beberapa pertanyaan tentang pemeriksaan ku di rumah sakit tadi.
Kurebahkan tubuhku dengan hati - hati di tempat tidurku ini.
Dengan masih tiduran, otakku membuat beberapa rencana untuk kedepannya agar bayi dalam kandunganku ini sehat sampai dia kulahirkan.
__ADS_1
Aku harus mengkonsumsi makanan yang sehat mulai hari ini,
Aku harus mengkonsumsi banyak buah - buahan dan sayuran mulai sekarang.
Ikan Laut juga harus lebih banyak.
Harus menghentikan makanan siap saji karena bakal tidak baik buat buah hatiku nantinya.
Begitu banyak rencana di dalam pikiranku untuk anak dalam kandunganku ini.
Dengan tersipu aku membelai perutku, kemudian kudekap erat perutku, ku belai dengan lembu, begitulah seterusnya berulang Hingga pintu kamarku di ketuk oleh ibu.
" Putri, cepat kamu ke ruang tamu sekarang. kami mau berbicara sesuatu dengan kamu " pinta ibu setelah masuk kedalam kamarku.
" Ada apa Bu ?? " sahutku agak malas
" Kita mau membahas masalah kehamilanku " jawab ibu kemudian
" Sudah kamu luar saja, nanti juga tahu " hardik ibu dengan kesalnya.
Ahirnya dengan malas Aku pun keluar dari kamarku untuk menuju ruang tamu.
kulihat semuanya sudah berkumpul di sana.
Ku lihat kak Tasya dan Angga duduk dari satu kursi dengan saling berpegangan tangan serta kepala kak Tasya bersandar manja di bahu Angga.
" Huuuuf " gerah sekali aku melihatnya
__ADS_1
" Begini put. Angga akan segera menikahimu, tapi sebatas secara Siri saja, hingga sampai bayi itu lahir kalian akan bercerai " sahut ibu membuka percakapan keluarga ini.
Tidak kaget aku mendengarnya.
" Biar anak di kandunganmu itu tidak haram nantinya " sahut ayah kemudian.
" Ciiiiih . . . perbuatan kalian semua terhadapku ini apa namanya , bukankah melebihi dari kata Haram ???" Gumanku dalam hati dengan marahnya aku mendengar ungkapan ayah ini.
" Lalu bagai mana denga kuliahku ??? " sahutku dengan sedikit mencari keadilan dengan rencana mereka
" Cuti saja dulu, Apa kamu tidak malu kuliah dengan keadaan hamil begitu. " sahut ibu dengan kesal nadanya.
" Bu, Ahir bulan ini aku ada ujian semester. Kalau di tunda lagi kapan aku akan lulus " protesku
" Kamu bisa meneruskan kuliah hingga semerter ini, setelah itu kamu ambil cuti dulu. Kamu focus pada kehamilanku dulu saja. Aku tidak ingin Anakku kenapa - kenapa nantinya " sahut Angga kemudian dengan masih memeluk kakakku.
Hiiiiiiih, mulai bosan aku melihat sosok Angga ini.
" Iya benar put. Aku tidak ingin anak itu kenapa - kenapa ya. Aku ingin dia lahir dengan sehat " kak Tasya ikut berkomentar dengan melingkarkan tangannya di lengan Angga.
Aku pun hanya terdiam dengan ocehan mereka, biarlah Asalkan aku masih bisa kuliah saja, setidaknya sampai Ahir semester ini.
Itu sudah cukup. untuk selanjutnya aku akan focus dalam merawat kandunganku ini.
" Jadi kapan pernikahannya akan di langsungkan ??? " tanya ayah kemudian.
" Bagaimana kalau dalam Minggu ini saja, ayah " sahut kak Tasya kemudian.
__ADS_1
" Kalian bahas sendiri saja, masalah ini. aku akan istirahat " sahutku kemudian dengan melangkah meninggalkan ruang tamu tersebut untuk menuju kamarku.
" Apa kamu ingin memakan sesuatu put ?? " Tanya Angga kemudian yang tidak aku jawab sama sekali.