
" Cie . . . Cie . . . pengantin barunya sudah pada bangun nih " sapa Bu Krisna tetangga kami yang tinggal di sebelah persis kontrakan kami dengan nada bercandanya, kulihat beliau sedang menjemur pakaian di depan rumahnya.
" Iya Bu " sahut ku singkat dengan tersipu malu.
Kemudian di susul suamiku dari belakang dengan duduk di kursi rodanya.
" Ternyata enak ya kalau sudah nikah Bu Kris . . . " celetuk James dengan nada bercanda ikut menimpali godaan Bu Krisna barusan.
" Lhaaa mangkanya dari dulu di suruh menikah dari dulu jawabnya tar sok . . . tar sok saja sih " sahut Bu Yuyun yang ternyata sudah bergabung dengan kami bertiga.
" Waduh, tambah rame nih " sahutku dengan memalingkan wajah ku karena malu mendengar canda'an para Ibu - ibu tersebut.
Terdengar gelak tawa dari mereka dan James yang entah membicarakan apa lagi, aku sudah tidak fokus mendengarnya karena malu. Mereka bertiga selalu membicarakan candaan - candaan tentang malam pertama kami semalam.
Padahal kami hanya tidur dengan lelapnya karena kecapek'an.
" Duuu . . . para emak - emak tersebut klop dengan di tambah seorang James " Batin ku terkekeh dalam hati.
Sebelum kami menikah, James pernah bercerita dia sudah lama sekali mengenal lingkungan di sini.
Untuk sebagai pengepul koran pun dia sudah lama sekali menjalan kan bisnis tersebut jauh waktu dia masih sekolah SMU, dengan tentunya caffe yang di kelola Angga juga.
__ADS_1
" Aaakh kok nama Angga lagi sih yang muncul " tepis ku.
James juga bercerita, tetangga disini sangat baik sekali pribadinya.
merekalah selama ini yang merawat James setelah James keluar dari tempat rehabilitasi, bahkan mereka yang membantu James untuk keluar dari tempat tersebut.
Kemaren saat kami menikah pun, warga disini yang paling sibuk membantu kami guna mengsukseskan hari pernikahan kami yang sederhana tapi penuh dengan kesan tersebut.
James juga mewanti - wanti aku untuk selalu sabar mendengarkan kata - kata guyonan mereka, James bilang pasti mereka tidak punya niat untuk menghina atau menyakiti aku dan James dengan kata - kata mereka.
" Kamu harus sabar ya put dengan ucapan mereka, Aku yakin sebenarnya mereka tidak punya niat buruk pada kita, hanya penyampaian mereka saja yang mungkin bagi kita salah. Yaah . . . maklum saja, dari segi pendidikan dan juga lingkungan kan " terang James dulu pada ku secara panjang lebar.
Aku juga tidak akan menyakiti mereka yang sudah banyak membantu James dulu dan kami saat ini.
" Mbak putri, nih ibu kirim sarapan. kalian kan pengantin baru, tidak sempat masak kan. Ibu tahu kok . . . " tiba - tiba Bu Yuyun sudah ada di belakangku dengan membawakan ku sepiring nasi lengkap beserta lauk pauk nya.
" Lho Bu, banya sekali ini ??? jadi merepotkan saja " sahut ku dengan sedikit terkejut dengan piring yang penuh porsinya.
sampai - sampai tidak terlihat pinggiran piring tersebut.
" Ibu Yuyun tahu kok porsi pengantin baru, karenabanyak menguras tenaga, jadinya harus banyak makannya. Sudah . . . ayo segera di buat sarapan, nanti tidak enak lho kalau dingin " sahut Bu Krisna ikut menggoda kami.
__ADS_1
Ku terima piring penuh nasi dan lauk pauk tersebut dari tangan Bu Yuyun, dengan tidak lupa aku mengucapkan terimakasih sebelum Beliau dan Bu Krisna beranjak pulang.
" Put, Aku ingin kamu meneruskan kuliah mu " ucap James saat kami mulai menyantap makanan pemberian Bu Yuyun barusan.
" Buat apa aku kuliah, biar aku membantumu saja boy " sahut ku, aku merasa tidak perlu lagi untuk kuliah lagi.
Aku ingin fokus merawat kandungan ku dan suamiku saja.
" Kamu dulu bercita - cita dalam bidang IT kan, lanjutkan. lanjutkan, aku yang akan membiayai mu. Kamu cukup fakus pada kandungan dan studi mu saja. Masalah kerja aku masih cukup mampu kok, meski keadaan ku begini " kelakar James dengan menepuk - nepuk dadanya.
Aku pun tertawa melihat tingkah laku suami ku ini. Sungguh kamu tidak pernah berubah Boy,
kamu masih James yang dulu aku kenal.
James yang selalu membuat ku bahagia,
James yang selalu mampu mengobati luka ku.
Aku yakin, dengn cinta mu pada ku yang sangat berlebihan ini, aku juga akan mampu mencintai mu dengan segala kekurangan mu.
kemudian James pun mengecup keningku lama dan terasa lembut sekali.
__ADS_1