Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 26


__ADS_3

Hari pertama aku tinggal di rumah Angga dan kak Tasya.


Aku menempati sebuah kamar tepat di sebelah kamar utama, yaitu kamar yang di tempati Angga dan kak Tasya.


kamar ini cukup luas, bahkan lebih luar dari kamarku.


Dalam kamar ini terdapat sebuat tempat tidur berukuran Doble tapi tidak terlalu besar juga.


ada satu set meja rias di pinggir menghadap tepat di tempat tidur,


kemudian ada dua buah nakas di samping kanan dan kiri tempat tidur dan di atasnya di biarkan kosong tanpa ad sesuatu untuk di letakkan di sana.


Kamar ini tidak dilengkapi dengan kamar mandi pribadi.


Juga ada sebuah sofa panjang berwarna hijau toskah tepat di samping pintu yang menghadap ke tempat tidur, sedangkan di pojokan ada sebuah almari dari kaca yang tidak terlalu besar.


Ku letakkan tas pakaianku, dengan sembarangan untuk kemudian aku duduk di sofa empuk ini.


" huuuuf . . . " gumanku membuang nafas dengan menikmati empuknya sofa ini.


kamar ini cukup lumayan tenang juga, apa karena dinding yang bercatkan warna putih susu yang terlihat cerah ini ya gumanku dengan mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan yang akan ku tinggali ini.


Tidak terasa, aku pun terlelap sejenak, AC di kamar ini menambah kesejukan yang membuat aku ngantuk sekali.


Tok


Tok

__ADS_1


1ok


Aku pun terjaga karena suara ketukan pintu


" Oh iya, ini bukan di rumahku sekarang " aku pun terjaga dalam tidur nyenyak ku dan setengah malas aku berjalan menuju pintu untuk melihat siapa orang di balik pintu kamar ini.


" Ayo kita makan malam dulu put " ajak Angga saat aku membuka pintu kamar ini.


" Sudah malam ya " sahutku dengan mengucek mataku.


Ternyata lama juga aku tertidur tadi.


Sejurus kemudian aku pun berjalan di belakang Angga untuk mengikutinya ke ruang makan untuk kami makan malam.


Di sana sudah duduk kakakku dengan mulai menyantap makannya dalam piring yang terhidang di depannya.


" Makan yang banyak ya put, biar kandunganmu sehat, biar anak kami nantinya lahir dengan sempurna tanpa cacat suatu apa pun." pesan Angga padaku dengan menyodorkan nasi di dalam mangkuk kaca.


Kemudian aku pun mulai mengisi piring tersebut dengan sesendok besar nasi, ku tambahkan lauk ayam dan sup di atasnya.


Mual rasanya aku mencium bau masakan ini, rasanya aku ingin muntah saja.


Dengan susah payah aku pun bisa menahannya.


Hingga pada suapan terahir Aku sudah tidak tahan lagi.


Aku setengah berlari untuk menuju kamar mandi, kumuntahkan semua makanan yang tadi ku Makan di sana.

__ADS_1


Padahal dari pagi tadi perutku belum terisi makanan sama sekali.


Ya Tuhan,


Lemas rasanya tubuhku ini, segera aku pun mencari pegangan dalam kamar mandi ini. Tiba - tiba kepalaku pusing dan mataku terasa gelap sekali.


Ku coba untuk berjalan dan keluar kamar mandi ini, saat kubuka pintu kulihat Angga sudah berdiri di depan pintu tersebut.


" kamu tidak apa - apa kan putri ??? " tanya Angga dengan nada cemas.


Aku hanya mampu menggeleng saja guna menjawab pertanyaannya tersebut. Hingga ahirnya aku pun tidak sadarkan diri.


Lamat - Lamat aku mendengar obrolan dari beberapa orang dalam ruangan ini.


Kubuka mataku dengan perlahan, karena mataku masih gelap dengan kepala yang masih pusing juga.


" Tidak apa, ini umum terjadi pada trimester pertama kehamilan, ini karna hormon Estrogen ( Hormon Reproduksi ) dan hormon progesteron ( Hormon kehamilan ) yang sedang meningkat sementara saja, nanti kalau sudah 4 bulan akan normal kembali, ayah harus sabar dan siaga ya kedepannya " sahut suara yang tidak aku kenal sebelumnya.


" Baik dok, akan saya usahakan untuk menjaga kandungannya " sahut suara yang sangat aku kenal. Ya itu suara Angga.


kemudian terdengar langgkah yang menjauh dari kamarku ini.


" Sungguh merepotkan sekali " keluh suara kak Tasya.


" Sabar dong sayang, ini semuanya akan segera berahir kok " sahut suara Angga


" Kamu yang harusnya sabar, kan kamu yang mau punya anak " sahut kak putri kemudian dengan nada tinggi.

__ADS_1


" Ya kita lah yang harus sama - sama sabar sayang " sahut Angga kemudian menyakinkan kak Tasya dengan suaranya yang lembut.


" Ogah ah . . . Kamu saja, pekerjaanku banyak sekali. aku tidak punya waktu untuk mengurusi putri dan anak yang kamu inginkan itu " sahut kak Tasya kemudian dengan membanting pintu


__ADS_2