
Tidak terasa, hari sudah pagi.
kuregangkan otot - otot tubuhku sebelum aku mulai bangun dari tidurku.
Sejenak aku terpaku pada sofa dalam kamar ini, Angga masih tertidur pulas di sana.
Ku hampiri Angga, Pulas sekali tidurnya.
Mungkin dia Capek, karena seharian mengemudikan mobil ditambah lagi rasa khawatirnya padaku saat aku menggigil semalam.
Tersenyum sendiri aku melihat Majah polos Angga saat melihat dia nyenyak dalam tidurnya.
Segera ku ambil selimut untuk memakaikan padanya.
" Kasihan kamu " gumanku sendiri dengan ku belai perlahan rambutnya, aku takut dia terbangun dan mengganggu tidur lelapnya.
Kulangkahkan kakiku untuk keluar kamar ini, Kubuka dan kemudian ku tutup kembali pintunya dengan sangat perlahan sekali.
Setelah aku keluar dari kamar tersebut kuedarkan pandanganku melihat sekeliling rumah yang tampak asri ini, angin semilir dari segala penjuru, Benar saja ada banyak jendela di rumah ini.
sejuk sekali rasanya pada pagi ini.
kulihat Mama sedang memasak di dapur, dapurnya juga bagus. Tidak terdapat pintu atau jendela, seperti sengaja di buat terbuka dengan menyambung pada ruang makan.
Aku pun berjalan menuju dapur untuk menghampiri mama, Ternyata mama tidak sendirian, beliau di temani oleh 2 orang perempuan.
__ADS_1
Salah satu dari mereka masih muda dan sangat cantik sekali, mirip sekali dengan mama. sedangkan wanita yang satunya hampir seumuran dengan mama.
" Selamat pagi " sapaku yang ternyata membuat mereka terkejut.
" Pagi sayang " balas mama dengan berjalan menghampiriku.
" Bagaimna kondisi kamu pagi ini ??" tanya Mama dengan memegang jidatku.
" Alhamdulillah, sudah enakan Bu " sahutku dengan mantapnya
" Ini kah yang namanya Putri ?? " tanya gadis cantik di belakang mama
Ku balas pertanyaan itu dengan senyuman.
" Lisa, jangan kasar kalau berbicara dengan yang lebih tua " sahut mama memperingatkan gadis tersebut.
" Tidak apa Bu, saya kira umur kami Sama kok " sahutku menetralisir suasana.
' Perkenalkan ini Melisa, biasa di panggil Lisa, dia keponakan mama, adik sepupunya Angga dan Ini Bik Ana, dia asisten rumah tangga di sini " terang mama untuk memperkenalkan kedua orang wanita yang membantunya memasak pagi ini.
Aku pun menjabat tangan mereka satu persatu dan menyebutkan namaku untuk memperkenalkan diriku kepada mereka.
" Angga mana, masih tidur kah Put??? " tanya Mama kemudian saat aku selesai memperkenalkan diri kepada Melisa dan Bu Ana.
" Iya Bu, dia masih tidur. Saya tidak tega untuk membangunkannya. kelihatannya capek setelah menyetir kemarin " sahutku kemudian
__ADS_1
" Perempuan Anek, kok mau tidur sekamar berdua dengan laki - laki yang sudah punya istri " human Melisa yang terdengar di tujukan untukku.
Aku hanya bisa terdiam mendengar kata - kata Melisa yang sebenarnya sangat pedas di telingaku, ku coba untuk tetap tersenyum saja, bagaimanapun pernyataan Melisa itu benar adanya.
" Lisa . . . " tegur mama kepada Melisa
" Kan benar bude " protes Melisa dengan bibir manyun
Segera mama menjewer telinga Melisa tapi kulihat itu tidaklah menyakitkan, aku tahu mama tidak sekeras itu.
Ahirnya Kami berempat sarapan tanpa membangunkan Angga terlebih dahulu.
Mama juga tidak mengizinkan dari kami bertiga untuk membangunkan Angga untuk sarapa bersama.
Biar nanti Angga terbangun sendiri dan Bik Ana akan membuatkan makanan kesukaan Angga untuk di makannya.
Setelah kami selesai sarapan, mama mengajakku untuk minum teh di halaman belakang.
Halaman belakang rumah mama sangatlah asri, banyak tanaman berbagai macam jenis di sini, ada dua pohon besar yang di biarkan tumbuh di sana, semakin rindang saja suasananya.
" Papa Angga sudah 5 tahun ini meninggal, Angga anak tunggal, dulu mama sering keguguran sewaktu hamil adiknya Angga.
jadi Angga tidak pernah punya saudara. Melisa anak kedua dari adik papanya Angga, dia sering kesini, sebab dia kesepian di rumahnya. papi maminya sering keluar kota bahkan keluar negeri. Kakak laki - lakinya hampir 4 bulan ini tidak pernah pulang dan tanpa kabar sejak terahir bertengkar dengan orang tuanya " terang mama menceritakan sekilas tentang keluarga mereka.
Aku pun hanya manggut - manggut tanda mengerti.
__ADS_1