Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 67


__ADS_3

" Putri, maaf ya kalau selama ini aku jahat sama kamu. " ujar Melisa pada suatu sore saat kami benar - benar harus berdua di rumah kontrakan ku.


James sedang pergi mendadak karena ad sebuah undangan dari seorang temannya.


" Tidak apa Lisa, aku juga faham kenapa kami seperti itu pada ku " sahut ku mencoba bijak sana dengan apa yang di lakukan Melisa selam ini kepada ku.


" Aku cemburu, karena kamu telah merebut perhatian kedua Abang ku. Yang aku tahu mereka sangat sayang dan memanjakan ku, tapi tiba - tiba kamu hadir di antara kami " terang Melisa panjang lebar.


Ahirnya kami berdua pun saling berpelukan untuk saling menyadari kesalahan kami masing2.


" Tolong jaga bang James ya untuk ku, pasti kamu sudah tahu kan cerita bang James dengan orang tua kami. Jangan pernah meninggalkan dia, dia sudah cukup menderita dengan kecelakaan yang menimpanya dan juga masalah keluarga kami. " permohona Melisa kepada ku dengan matanya yang mulai sembab.


" iya Lisa, akan aku ingat itu. James juga bukan orang yang baru saja aku kenal. Dia bagaikan malaikat buat ku, Dulu atau pun sekarang " sahut ku dengan kemudian ku hapus air matanya yang mulai berjatuhan satu persatu.


Tiba - Tiba saja telepon genggam Melis berdering.


" Papi . . . " bisiknya dengan menunjukkan layar Handphone nya kepada ku.

__ADS_1


Aku pun hanya memberinya isyarat untuk mengangkat dan berbicara dengan papinya di seberang.


" Iya Pi . . . ini juga Lisa akan pulang . . . Lisa ke rumah teman Pi . . . tidak . . . tidak usah di jemput, Lisa akan pulang sendiri besok . . . " terdengar obrolan di seberang dan di balas Melisa dengan nada lembut sekali.


" Besok kami mau pulang Lisa ??? " tanya ku dengan nada kecewa, baru saja kamu akrab, tapi Melisa sudah harus kembali.


" Iya, aku tidak berani lama - lama put. Aku takut papi akan curiga nanti kalau aku berlama - lama di sini. "sahut Melisa dengan menyakinkan ku.


" Iya deh, nanti kalau ada waktu lagi kamu bisa berkunjung lagi ke sini, atau kami yang akan mengunjungi mu. tentunya secara diam - diam tentunya " sahutku dan ahirnya kami pun tersenyum bersamaan.


kami mengobrol sampai jam 24.00, tidak terasa, karena terlalu asyik.


Bahkan James pun juga belum pulang dari urusannya.


" Iya dong, itulah mengapa James sampai jatuh cinta kepadaku " kelakar ku dengan membusungkan dada.


Dan kami pun tertawa bersama - sama hingga ahirnya tanpa sadar kami terlelap perlahan .

__ADS_1


" Hati - hati ya adik ku tercinta. nanti kalau ada waktu, kami akan datang mengunjungi mu ya '" ucap James saat mengantarkan Melisa di bandara.


" Iya abang ku sayang " sahut Melisa dengan menjewer pipi James.


Ku lihat kelakuan mereka berdua memang sangat lucu.


Saat Melisa di rumah kontrakan kami, tidak ada hentinya mereka bercanda dan bahkan berlarian di dalam rumah.


Persis seperti anak kecil saja.


" Put, jangan lupa pesan ku ya dan jangan lupa kalian harus punya anak yang banyak, agak aku juga punya ponakan yang banyak pula " pesan Melisa kepada ku.


" Siap . . . " sahut ku dengan suara lantang.


Kemudian Melisa pun memelukku dan James bergantian.


Dan Kami pun melepas kepergian Melisa.

__ADS_1


__ADS_2