Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 71


__ADS_3

Aku melihat kali ini ada yang janggal dengan cara berjalan James. Dia terlihat sedikit tertatih dan agak lambat untuk berjalan.


" Kaki kamu sakit boy ??? " tanyaku saat aku melihat kata berjalan ke James yang beda seperti biasanya.


" Oh . . . Eeem tidak kok, biasa saja " sahutnya terbata seperti menyembunyikan sesuatu.


" Benar tidak apa - apa " tanyaku dengan memegang kakinya yang sudah terlepas dari kaki palsu karena memang kami akan segera beristirahat malam ini.


James menepis lembut tanganku.


" be . . . benar tidak apa - apa kok " sahutnya dengan mencoba mengalihkan perhatianku.


" Cepatlah tidur, pasti kamu capek sekali hari ini " ucapnya dengan dia tidur membelakangi aku.


Entah lah, aku merasa aneh sekali James beberapa hari ini.


Ada apa ya dengannya ???


Aaah sudah lah . . .


mungkin saja dia ada beberapa permasalahan dalam pekerjaannya yang aku belum saatnya untuk tahu.


nanti juga dia akan bercerita panjang lebar padaku, setelah dia berhasil menyelesaikan permasalahannya tersebut.


Bertanya - tanya dalam hatiku sendiri apa gerangan masalah yang di hadapi James tak terasa aku pun tertidur lelap di sebelah James yang sebelumnya sudah tertidur terlebih dahulu di sisiku.


Hari ini hari Minggu.

__ADS_1


Seperti biasanya apa bila ada hari libur aku selalu membantu James untuk berdagang koran di perempatan jalan.


Tidak berdagang menawarkan atau menjajakannya juga sih. aku hanya membantu membereskan koran yang baru datang atau mengecek koran - koran yang akan di ambil oleh mereka para pelopor koran yang bisanya bekerja pada James.


" Hari ini kamu jangan sampai kecapek'an ya sayang " pesan James kepadaku saat kami akan mulai aktifitas hari ini.


" Tidak sayangku, aku tidak pernah merasa capek, kan ada kamu di sisiku " sahutku dengan merangkul James dari belakang.


Aku berani seperti itu karena masih belum ada anak - anak yang akan mengambil dan kemudian menjajakan koran di pagi ini.


" Kalau kamu nakal begini lebih baik kita pulang saja. aku tidak sanggup melihat kenakalan mu itu " sahutnya dengan meraih tanganku agar aku berdiri di hadapannya


" Yuuuuuk . . . aaaaah . . . kita kerja ya . . . " sahutku dengan menghindari rengkuhan James, pasti bakalan panas membara pagi ini.


Padahal juga matahari belum menampakkan dirinya.


kami pun tertawa hampir bersamaan ketika James tahu bahwa godaannya tidak mempan padaku di pagi ini.


" Om James, ada yang cari nih . . . " ujar Ucil pegawai James tiba - tiba saat kami sedang ramai - ramainya membagikan koran pada para pe loper koran yang siap untuk berangkat menjajakan koran di pagi ini.


" Siapa . . . " tanya James penasaran.


" Ini orangnya . . . " sahut Ucil dengan menunjukkan seorang bapak - bapak dengan setelan safari nya sedang berdiri tegak di depan kios kami.


" Selamat pagi, dengan bapak James ??? " tanya seorang bapak tadi kepada James yang berjalan menghampirinya.


" Iya benar, saya James. Bapak siapa ya ??? " tanya James dengan mengerutkan dahinya sebagai tanda penasarannya.

__ADS_1


" perkenalkan Pak James saya Udin, saya di minta seseorang untuk memastikan apakah bapak benar yang beliau cari ??? " sahut bapak yang ternyata bernama Udin tersebut menjelaskan maksud kedatangannya dan mulai menjabat tangan James dengan membungkuk sopan sekali.


" iya benar, bapak tidak salah orang. Tapi tunggu dulu, siapa sebenarnya Tuan dari pak Udin yang sedang mencari saya ya " sahut James semakin penasaran saja.


Aku pun ikut berjalan dan berdiri tepat di sisi James, karena perkataan bapak tersebut juga mengundang rasa penasaranku juga.


" Sebentar pak James, akan saya panggilkan Tuan saya ! " ujar Pak Udin kemudian dengan berbalik badan untuk mengabarkan ke pada majikannya bahwa benar James lha yang dia cari.


" Aku yang mencari mu James " ucap sebuah suara yang pemiliknya ternyata sudah berdiri beberapa langkah di belakang Pak Udin tersebut.


Spontan aku dan James pun melihat siapa gerangan pemilik suara tersebut.


Suara dengan nada berat tapi terdengar lembut itu memiliki tubuh jangkung dan kekar, tubuh yang proposional antara tinggi dan berat badannya. Tubuh tegap dengan memiliki wajah yang tampan, kuning Langsat dan . . . dan . . .


Ya Tuhan Aku tahu pemilik wajah itu.


Benar . . .


tidak salah lagi


laki - laki itu . . .


orang yang telah mengkoyak - koyak hidupku selama ini . . .


Seketika James pun menatapku.


Seperti terlihat kekhawatiran terlihat jelas tergambar di bola mata dan raut wajahnya

__ADS_1


__ADS_2