Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 69


__ADS_3

Kriiiiiing . . .


Kriiiiiing . . .


Kriiiiiing . . .


Suara telepon selular James berbunyi tiga kali saat kami berdua sedang makan malam di rumah kontrakan kami.


" Siapa ya . . . kok tidak tersimpan di memori teleponku ??? " tanya James penasaran dengan siapa gerangan yang menelponnya dan ternyata si penelpon belum masuk dalam kontak James.


" Eeeeeem entahlah, lebih baik segera kamu angkat. Mungkin telepon penting. " sahut ku yang juga ikut penasaran siapa gerangan yang menelpon James malam - malam begini.


" Hallo, dengan siapa ini ?? " sapa James dengan sopan dan bertanya kepada penelpon di seberang.


Sedetik kemudian mimik wajah James berubah tegang dan terkejut.


Lamat - Lamat aku mendengar suara penelpon tersebut, sepertinya suara laki - laki.


Aaakh mungkin saja itu teman atau pelanggan koran James, tapi mengapa juga mimik muka James berubah sesaat setelah dia mengetahui siapa penelpon tersebut.


" Siapa . . . ??? " tanyaku dengan suara pelan, yang bahkan tidak terdengar dan hanya isyarat saja.


James pun hanya memberi isyarat dengan telunjuknya mengarak ke mulutnya dan dia pun beranjak pergi meninggalkan aku untuk melanjutkan perbincangannya dengan suara di seberang.


Aku hampir tidak pernah penasaran siapa pun yang menelpon atau siapa pun yang mengajak James bertemu di luaran.

__ADS_1


Bagiku itu urusan pekerjaannya dan aku tidak berhak mencampurinya.


Setelah James menyelesaikan urusannya di luar atau pun lewat telepon dia pasti akan bercerita kepadaku tanpa terlebih dahulu aku bertanya kepadanya.


Hampir sepuluh menit James berbicara di telepon dengan penelpon barusan, kemudian James pun masuk kembali ke dalam rumah dan melanjutkan makannya.


" Siapa yang telepon ??? " Tanya ku kembali, entah mengapa hari ini aku sangat penasaran sekali, sebab melihat raut wajah James yang tiba - tiba berubah setelah tahu siapa gerangan penelpon tadi.


" Teman lama " jawabnya singkat.


" Ooooh . . . " sahut ku dengan singkat pula.


tapi aku lihat James menyimpan rahasia di balik siapa penelpon barusan.


" Aaaakh sudah lah, mungkin memang itu bukan siapa - siapa dan hanya teman lamanya " pikirku dalam hati.


" Mau kemana ??? kok tiba - tiba ??? apa aku perlu ikut ??? " tanyaku dengan memberondongnya dengan beberap pertanyaan.


Jelas aku bertanya karena aku merasa ada yang aneh.


" Kenap ya ??? apa karena penelpon tadi ?? " tanyaku penasaran di dalam hati.


" Ada sedikit urusan . " jawab James dengan menghindari tatapan mataku yang seakan aku mencari jawaban yang pasti.


" pulang malam sekali ngak ?? " tanyaku dengan beranjak dari dudukku untuk membereskan sisa makanan kami.

__ADS_1


" Kurang tahu, lihat saja nanti " sahut James dengan membantuku membereskan sisa - sisa makanan kami.


Sejenak kami berdua saling membantu untuk mencuci bekas perlengkapan makan kami, Aku mencuci perlengkapan makan dan James kebagian tugas untuk mengeringkannya dan meletakkannya ke dalam almari tempat kami menyimpan peralatan makan seperti biasanya.


Kali ini James tidak mengajakku bercanda atau pun sekedar bercerita pekerjaannya di hari ini.


Dia diam seribu bahasa.


" Sayang, kamu kenapa ??? " tanyaku yang tidak bisa ku tahan lagi keinginanku bertanya mengapa malam ini dia mengacuhkan ku.


" Ti . . . tidak ada apa - apa " sahutnya sedikit terbata.


" Kamu tidak enak badan kah ??? " tanyaku kemudian dengan telapak tanganku menyentuh jidat nya, tidak terasa hangat atau pun panas di sana. Normal saja suhunya.


" Ak . . . aku baik - baik saja sayang " sahutnya dengan meraih telapak tanganku yang telah menyentuh jidatnya dan di ciumnya dengan lembut telapak tanganku itu.


Lama sekali kecupannya pada seluruh telapak tanganku dan kemudian dia meraih tanganku yang satunya dan mulai mengecupnya juga.


Ada apa gerangan dengan James malam ini, dia terlihat aneh sekali.


" Kenapa boy . . . ??? " tanyaku hati - hati.


" Tidak . . . tidak apa - apa. Put . . . Aku . . . aku sangat mencintaimu sayang " ucapnya kemudian dan ku lihat mata James mulai berkaca - kaca.


" kamu kenapa, cerita dong ?? " tanyaku dengan rasa penasaran sekali.

__ADS_1


" Aku mencintaimu Putri, aku tidak mau kehilangan kamu lagi. " sahutnya dan mulai satu persatu air matanya pun jatuh.


" Iya aku tahu sayang, aku juga mencintaimu, aku juga tidak mau kehilangan kamu lagi " sahutku dengan kemudian memeluknya dan mulai menenangkannya .


__ADS_2