Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 95


__ADS_3

" mbak, minta tolong fotokan kami, yang bagus ya " pesan Angga pada seorang wanita fotografer yang mondar - mandir di lokasi kampusku ini untuk mencari orang yang ingin di abadikan pada moments ini.


" hasil fotonya bisa di ambil di dekat kantin ya mas " pesan fotografer tersebut memberikan informasinya kepada Angga.


" Baik, nanti saya kesana ya. minta tolong di cetakan ukuran paling jumbo dan ukuran 2 X 6 beberapa lembar saja " pean Angga kemudian dan membayarkan DP kepada fotografer tersebut.


Ahirnya Aku dan Angga di minta berpose beberapa kali untuk hasil foto yang akan di cetak nanti.


Pose terahir ku dengan Angga, saat Angga menempelkan tubuhnya hingga melekat tanpa celah di tubuhku dan tangan kanan Angga melingkar di pinggangku.


Terasa merinding telapak tangan Angga menyentuh pinggangku ini.


" Senyum dong istrinya . . . " celetuk fotografer tersebut membuatku jadi mati kutu.


Kulihat Angga tersenyum manis sekali dengan sengaja di tujukan padaku untuk meruntuhkan hati yang ku paksa kokoh ini.


Hingga ahirnya aku pun memaksakan diri untuk tersenyum paling natural.


" Perfect . . . " ujar fotogrfer tersebut dengan senyum puasnya.

__ADS_1


kemudian dia menunjukkan hasil fotonya kepada Angga untuk di pilih mana yang akan di cetak nya.


" Aku masuk dulu, yang lain sudah tidak terlihat di sini " pamitku pada Angga setelah tidak terlihat satu pun teman - teman seangkatan ku masih berkeliaran di depan gedung serbaguna kampusku ini.


" Baiklah, aku akan menyusul. aku pilih foto - foto ini dulu untuk di cetak ya " ucap Angga dengan setengah berteriak karena aku pun langsung berjalan memasuki gedung tempat aku di wisuda nanti.


Waktu berjalan dengan cepat, kami sudah melaksanakan prosesi wisuda ini dengan khidmat dan lancar. Kebahagiaan di hatiku tidak dapat ku bendung lagi, Rasa bersyukur tak henti - hentinya ku ucapkan di dalam hatiku atas prestasiku ini.


" Selamat ya Put ahirnya cita - cita kamu tercapai hari ini. Semoga ilmu yang kamu dapat manfaat " ucap Angga memberiku selamat dengan menjabat tanganku dan tiba - tiba mengecup keningku.


Sontak aku kaget di buatnya.


Singkat kata kami pun kembali ke kota tempat mami dan papi tinggal malam ini juga.


" Kamu tidak capek, mengemudi ??? " tanyaku pada Angga saat dia memaksa untuk mengajakku kembali sore ini juga.


Dia beralasan besok ada meeting penting.


Aku pun tidak dapat menolaknya karena memang urusanku sudah selesai siang ini.

__ADS_1


" Kemungkinan kita tiba di rumah nanti malam, sekitar jam 12.00. " ucapnya menjawab pertanyaan ku.


Dengan melajukan mobil sport kesayangannya dengan kecepatan standar Angga memecah keramaian kota demi kota untuk menuju tempat tinggal ku sekarang.


Untuk menyelesaikan urusanku di rumah lama yang ku tinggali dengan James dan beberapa usaha milik James masih belum bisa aku selesaikan, sebab aku masih belum ada waktu untuk itu, Aku hanya bisa memberikan instruksi kepada orang - orang kepercayaan James lewat telepon pintar milik James saja.


Dan syukur lah, orang - orang kepercayaan James yang membantu nya adalah orang - orang yang jujur dan benar - benar orang yang baik.


Mereka juga selalu melaporkan hasil keluar masuk nya modal dan laba ke padaku setiap seminggu sekali secara rinci.


Sungguh beruntung James dulu, hidup di kelilingi orang - orang yang baik di sekitarnya.


" Aaakh . . . James aku merindukanmu. " rintihku dalam hati hingga tak terasa aku pun meneteskan air mataku.


Ku hapus dengan diam air mataku ini serta ku palingan wajah ini untuk melihat ke luar jendela.


Kembali aku teringat kenangan manis dengan James kemaren saat dia masih menjadi suamiku tercinta.


Seakan aku telah berkhianat saat ini, menjalani hidup ini dengan Angga.

__ADS_1


__ADS_2