Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 75


__ADS_3

Hampir dua jam kami menunggu Angga untuk menjemput kami.


Dia datang dengan mengendarai mobilnya sendiri dan di susul mobil derek untuk membawa mobil yang kami tumpangi.


" Kalian naik ke mobilku saja, biar mobil kalian di bawa pulang kembali ke rumah kalian " pesan Angga pada James, kulihat James pun menyetujuinya dan memesan kepada sopir mobil derek tersebut untuk menyerahkannya kepada tetangga kami dengan sebelumnya James menelpon tetangga kami untuk memberitahukan keadaan kami.


" Sayang, ayo kita naik mobil bang Angga ' ajak James dengan menggenggam tanganku dan meminta kekuatan kepadaku untuk membantunya keluar dari mobil tersebut.


" Ayo . . . " sahutku singkat dengan menggenggam tangannya yang sedikit gemetar.


" Aaaaaakh . . . " pekiknya saat kaki palsunya menapak di tanah


" Sayang . . . sayang kamu kenapa ??? " tanyaku panik saat melihat James begitu kesakitan


" Biar aku saja yang memapahnya put. Kamu jalan di belakang James saja untuk berjaga - jaga " perintah Angga dengan halus dan suara khasnya dan langsung memapah James,


Tetap saja James mengerang kesakitan.


Aku panik sekali dan tetap berjalan di belakangnya.


" Bagai mana kalau kaki palsunya di lepas dulu ?? " pesan Angga kepada ku.


" Sayang, di lepas saja ya kaki palsunya " ujar ku dengan berjongkok di depan James untuk melepaskan kakinya.


Sedangkan Angga berusaha menopang tubuh James dengan berdiri di sebelahnya dengan melingkarkan tangannya di bahu James


Kaki james terlihat semakin menghitam dan terlihat membengkak.


Segera ku lepaskan kedua kaki palsunya tersebut.


Dan spontan Angga pun menggendonya di punggungnya berjalan menuju ke dalam mobilnya.


Angga menempatkan James di belakang kemudinya,


" Kalian duduk di belakang saja ya, biar James lebih leluasa bergerak dan bisa istirahat " ujar Angga memberi solusi.


" Iya bang " sahut James singkat dengan menahan sakitnya.

__ADS_1


" Kalian sudah pada makan kah siang ini ??? Tanya Angga kemudian di tengah perjalanan.


" Tadi putri membelikan ku roti dan aku sudah merasa kenyang bang. tapi putri yang malah tidak makan sama sekali " sahut James dengan masih menahan sakit.


" Apa kita cari makan dulu sebelum ke rumah sakit ?? " tanya Angga kemudian


" Tidak usah, kita langsung ke rumah sakit saja " jawabku datar


Rasanya aku tidak bisa lagi untuk menelan makanan.


Tidak selera dan rasanya tenggorokan ini seperti menyempit saja.


Dalam fikiran ku hanya kondisi James saja.


Aku benar - benar terkejut dengan keadaanya yang seperi ini.


Sebagai istri, aku sangat teledor sekali dengan keadaan suamiku yang seperti ini dan itu pun aku tidak mengetahuinya.


Bermacam penyesalan berkecamuk dalam hatiku.


" Tidak, aku tidak lapar sayang. Aku sangat kawatir akan keadaanmu saat ini. " sahutku dengan berusaha mengelap keringat dingin yang masih bercucuran di wajah James.


" kamu jangan kawatir, setelah ini aku akan menerima perawatan medis yang lebih baik. Nanti Bang Angga pasti akan mencarikan Rumah Sakit yang terbaik untukku, benar kan bang Angga ?? " ucap James menghiburku


" Iya put, kamu jangan cemas. aku berusaha secepatnya membawa James ke rumah sakit terbesar di sini. agar James segera mendapatkan perawatan " sahut Angga dengan tetap mengemudikan mobil yang kami tumpangi ini.


Membutuhkan waktu dua jam lebih kami ahirnya tiba di Rumah Sakit yang di akui tersebar di negara ini.


James langsung di bawa ke UGD rumah sakit ini untuk mendapatkan pertolongan pertamanya.


Seorang suster melarang aku dan Angga untuk ikut masuk kedalam UGD tersebut.


Kami menunggu James di ruang tunggu dengan duduk saling berjauhan, Angga pun menyadari hal tersebut.


Dia seakan tahu aku muak dengannya.


Setelah 1 jam lamanya kami menunggu hasil pemeriksaan dari James.

__ADS_1


" Ibu ini istri dari bapak James ??? " tanya dokter yang memeriksa James tersebut


" Iya dok, saya istrinya " sahutku singkat karena amat sangat penasaran dengan kondisi James saat ini.


" Lalu bapak ini siapa nya pak James ??? "


tanya dokter tersebut dengan menunjuk Angga yang tidak aku ketahui juga ikut masuk ke dalam ruangan dokter tersebut.


" Saya kakak dari pasien dok " sahut Angga singkat.


" Baik lah, karena di sini adalah keluarganya saya akan menyampaikan status kondisi dari pasian. Bapak James menderita infeksi akut pada kakinya yang pernah di amputasi. Menurut penglihatan saya ini sudah lam sekali, baru muncul sekarang di karenakan trauma yang berkepanjangan." terang dokter tersebut kepada kami.


panjang lebar dokter tersebut memberikan informasi kondisi James saat ini. Dan intinya James akan menderita kelumpuhan pada kakinya untuk kedepannya.


Ya Tuhan, seakan petir menyambar tubuh ku ini.


Tubuhku tidak terasa apa - apa lagi untuk saat ini mendengar kondisi James.


" Ada lagi Bu, saya sangat berat sekali menyampaikan ini kepada ibu dan bapak. Pak James juga menderita penyakit jantung yang kronis. mungkin ini penyakit yang sudah lama dan ahirnya menjadi komplikasi dari infeksi di kaki bapak James." terang dokter itu kembali


Haaaaaah . . . terhenyak aku mendengar penjelasan dari dokter yang duduk di hadapanku ini.


" James, tidak aku sangka, selama ini kami hidup bahagia tetapi kenyataannya kaku memendam sakit mu seorang diri. Tanpa aku ketahui, aku malah tidak peduli dengan apa yang kamu rasakan.


Panjang lebar dokter tersebut menjelaskan apa yang di derita James saat ini.


Aku sudah tidak dapat fokus lagi untuk mendengarnya.


Aku sangat menyesal dalam hati, aku merasa selama ini hidup bahagia seorang diri tanpa tahu rasa sakit yang di rasakan suamiku.


Entah berapa lama aku termenung sendiri duduk di depan dokter yang memberikn penjelasan tentang kondisi James padaku ini, sampai ahirnya Angga membantu memapahku untuk berjalan keluar dari ruangan dokter tersebut.


" Kamu harus sabar ya put, tolong jangan tunjukkan expresi mu ini di depan James.


kamu harus kuat put, aku akan membantumu, kapan pun kamu membutuhkan bantuan ku. " Ucap Angga dengan masih memapahku untuk mencari tempat duduk.


Aku sudah tidak bisa berkata - kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2