Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 60


__ADS_3

" Sayang, bangun dong. Kamu bilang pagi ini mau jalan - jalan ke taman " ujar ku dengan mendaratkan ciuman ku di kening suami ku yang sedang pulas tertidur disisi ku ini.


" Eeeeeem . . . " sahut suami ku dengan kemudian merangkul ku dan menarik ku untuk tidur di sisinya kembali.


" Enggak aaaah . . . ini sudah siang sayang " sahut ku dengan suara manja dan ku buat pelan sekali.


" Kita tidak jadi jalan - jalannya, kita tidur saja lagi. Aku masih ingin memeluk mu, istri ku yang cantik " sahutnya dengan membisikkan kata - kata itu di telinga ku.


" Geli ah . . . ayo lekas bangun, nanti kamu juga harus mengurusi kios koran kan " sahut ku dengan sekuat tenaga mengindari ciuman - ciuman kecilnya di wajah dan mulai menjalar ke leher ku.


" Sebentar lagi . . . " sahutnya kemudia dengan terpaksa melepaskan pelukan dan ciumannya padaku dan kemudian dia pun meregangkan otot - ototnya terlebih dahulu sebelum ku bantu dia untuk menggunakan kaki palsunya dan kemudian turun dari ranjang dan ke kamar mandi untuk sekedar menggosok gigi dan mencuci mukanya.


Tidak butuh waktu lama, ahirnya kami pun sudah mulai menjajakkan kaki kami untuk sekedar olah raga ringan di hari libur ini.


Kami berjalan santai dan melihat - lihat bunga yang sedang bermekaran di luar taman ini.


Hingga ahirnya kami menemukan sebuah tempat yang menurut kami asyik untuk kami melepas lelah di dalam taman. Juga banyak sekali beberapa keluarga yang sekedar duduk - duduk pula di sana.

__ADS_1


Ada juga sebuah keluarga kecil yang terlihat sangat bahagia, terlihat jelas dari canda tawa mereka karena melihat putranya yang sekitar umuran satu tahun belajar berjalan.


Terlihat seperti robot, lucu sekali.


Saat dia terjatuh pun tidak terdengar tangisannya, tetepi malah gelak tawa yang terdengar dari mulut mungilnya.


Sekilas kulihat James tampak murung melihat batita tersebut.


" Kenapa sayang ?? " tanya ku dengan tanganku menggelayut manja di lengannya.


" Aku cukup bahagian dengan cinta yang berlibihan yang kamu berikan pada ku. Apa itu tidak cukup bagimu sayang ?? " Hiburku padanya dengan ku sandarkan kepala ku di pundaknya.


" Bagaimanapun juga, aku berharap kita punya anak sayang. Supaya pernikahan kita terasa lebih lengkap dan bahagia " sahutnya lirih dengan nada penuh harap.


" Untuk saat ini, mari kita biarkan saja seperti ini, Karena aku yakin Tuhan punya rencana yang lebih indah untuk kita. Aku harap kamu bersabar ya " ucap ku lagi dengan menatap wajah tampan suami ku ini dengan tangan ku membelai lembut wajahnya yang mulai di tumbuhi ****** tipis tersebut.


" Huuuuf . . . " hanya itu saja yang bisa menjadi jawabannya.

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama lagi, aku pun mengajaknya untuk segera beranjak dari taman tersebut.


Aku tidak ingin James makin berlarut - larut dalam kesedihannya itu, karena kehilangan bayi dalam kandungan ku yang sangat dia damba - dambakan.


Sebelum pulang kami tidak lupa untuk sarapn terlebih dahulu di taman tersebut.


Makanan kesukaan James, Soto Madura.


" Apa rencanamu siang ini ??? " tanya James saat kami sudah menaiki motor untuk perjalanan pulang.


" Eeeeem . . . aku ingin memasak sesuatu buat makan siang dan malam kita. " sahut ku dengan memeluk erat tubuh atletis de depan ku ini.


" Istri yang baik dan cantik sekali. maaf ya tadi aku menuntut yang lebih kepadamu " sahut James dengan bangganya dan sebelah tangannya memegang erat tangan ku.


" Iya dong, istri siapa dulu ??? " kelakar ku.


kami pun ahirnya tertawa bahagia bersama

__ADS_1


__ADS_2