
Wajah Tampan,
mata coklat jernih,
Tubuh Tegap gagah dengan dada yang membusung, terlihat jelas karena dia mengenakan kemeja putih yang berukuran pas melekat di tubuhnya dengan sebuah dasi berwarna abu muda tergantung manis di lehernya.
Aku mengenal jelas pemilik tubuh jangkung tersebut.
Ya . . . Dia adalah Angga Bara
" Kamu apa kabar James ??? " sapa suara parau tapi terdengar lembut tersebut.
" Em . . . ak . . . aku baik, kabarku baik sekali " sahut James terbata mungkin karena terkejut.
Mereka pun saling berjabat tangan dan ahirnya memeluk satu sama lain, dengan di akhiri tawa bahagian di antara mereka
Kenapa dia harus muncul lagi di kehidupanku.
Untuk apa lagi coba dia berada di sini ??
Eneg rasanya melihat laki - laki itu kembali, aku pun berjalan mundur untuk segera pulang ke rumah kontrakan kami.
Dalam perjalanan pulang aku menyempatkan sekedar memberitahukan keberadaan ku kepada James lewat SMS.
" Sayang, aku pulang dulu ya, ada sedikit keperluan di rumah " tulis ku pada pesan singkat yang ku kirim pada telepon selular milik james.
Ahirnya sampai juga aku di rumah kontrakan kami, tapi James belum juga melihat pesanku.
__ADS_1
" Sudah lah, nanti juga dia mengecek telepon selularnya saat melihatku sudah tidak berada di sampingnya lagi. " kataku dalam hati.
Ku rebahkan tubuhku pada tempat tidur di kasur kamar kami di rumah kontrakan ini. Sengaja ku tutupi mataku dengan lengan kananku, Malas rasanya membayangkan kejadian barusan yang ku alami.
" Pasti Melisa yang memberitahunya, dan ahirnya dia datang kemari mencari keberadaan kami " tebak ku kembali dalam hati.
" Untuk apa coba dia mencari kami ??? " perasaanku dongkol sekalidalam hati.
Dengan perasaan dongkol ahirnya aku pun tertidur lelap, hingga pada ahirnya aku terbangun pada sore harinya. Itu pun karena aku merasakan sebuah pelukan dan kecupan hangat, seketika aku terkejut dan hampir melonjak turun dari tempat tidur ini.
Aku membayangkan yang memeluk ku adalah Angga Bara yang baru aku temui siang ini.
" sayang . . . ini aku suamimu. " ucap James lembut dengan mempererat dekapan nya pada tubuhku.
" Aaakh . . . aku kira siapa boy " sahutku dengan suara bergetar.
lhaaa . . . mengapa juga aku membayangkan Dia memelukku ????
Ya Tuhan . . .
Apa yang aku pikirkan.
Kubang pikiran itu dan segera aku membalas pelukan suamiku ini.
Tiba - tiba saja dia ******* bibirku, dengan tangannya masih memeluk tubuhku.
" Aku mencintai mu sayang " ucapnya dengan menciumi hampir seluruh wajahku.
__ADS_1
Aku membalas pelukan, kecupan dan ***** an bibir James dengan tak kalah mesra nya lama sekali kami saling membalas dan kemudian tiba - tiba seperti biasanya kami pun berhenti pada puncak klimaks nya.
Dengan nafas memburu kami pun merapikan baju kami masing - masing.
" Kam . . . kamu belum makan malam kan, sayang ??? " tanya James masih dengan mencoba mengatur nafas nya.
" Heem . . . " sahutku yang memang aku belum bisa mengatur nafas tersengal - senggal ku ini.
" Kita pergi ke kaffe langganan kita ya sayang " usulnya di mana nanti kami akan menikmati makan malam kami malam ini.
" Baik lah, aku setuju " sahutku dengan membalasnya dengan senyum manis ku.
Lagi - lagi James melingkarkan pelukannya pada tubuhku.
Dan kemudian dia mulai akan ******* bibirku.
" Boy, hari semakin malam, ayo kita segera berangkat " tolak ku halus saat dia mulai akan memulai serangan keduanya padaku malam ini.
Terus terang saat - saat seperti itu tidak dapat ku pungkiri aku sangat menginginkannya karena aku wanita normal, tetapi aku juga sangat faham sekali dengan keadaan suamiku James.
jadi untuk meredakannya aku harus menolaknya secara halus, yang tidak membuatnya tersinggung.
Tidak memakan waktu lama, kami pun tiba di caffe tempat kami biasanya makan atau sekedar nongkrong berdua, atau dengan teman - teman James.
kami memesan beberapa menu makan dan minuman yang ada di tempat ini.
Pembicaraan kami seputar hari ini saja tanpa James menceritakan kehadiran Angga kembali di kehidupan kami.
__ADS_1
" Sabar lah put, toh suatu hari James akan menceritakannya kepadamu " hibur ku dalam hati karena James belum juga menceritakan maksud kedatangan Angga ke tempat tinggal kami.