Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 90


__ADS_3

" Mam, aku membawa makana kesukaan putri. Semoga ini bisa dimakannya " Ujar Angga yang tiba - tiba menyeruak masuk kedalam kamar.


Spontan juga dia terkejut sebab mama yang di panggilnya tidak berada di kamar tersebut. Melainkan hany aku sendiri yang berada di dalam kamar ini, Saat aku mengganti baju ku setelah aku selesai mandi.


Saat ini aku hanya memakai pakaian dalam ku saja.


" Akh . . . maaf kan aku putri " sahutnya terkejut dengan berbalik dan keluar dari kamar ini.


Aku tidak kalah terkejutnya mendapati Angga tiba - tiba masuk kedalam kamar dengan kondisi aku masih memakai ****** ***** dan bra saja.


Terbayang kan bagai mana malunya aku saat ini.


Tubuhku sampai lemas dan aku pun terduduk seketika di pinggir ranjang ku.


Sejenak aku terbengong di sana.


" Put, sudah belum pakai bajunya ??" tanya Angga di balik pintu.


Sontak aku tersadar dan segera memakai baju yang tadi akan aku pakai.


" Belum, sebentar. Jangan masuk lagi " sahutku dengan suara bergetar.


" Iya, aku akan tunggu kamu sampai selesai " sahut Angga dengan nada tersipu malu.


Setelah beberapa menit berlalu dan aku audah siap untuk bertemu Angga aku mempersilahkan Angga untuk masuk.

__ADS_1


kemudian Angga pun masuk kedalam kamar dan kembali menutupnya.


" Aku beli makanan kesukaanmu, semoga ini bisa mengembalikan nafsu makanmu dan semoga kamu suka " ujar Angga dengan suara gantle nya.


Aku menerima dan membukanya,


" Apa benar dia tahu makana kesukaanku ??? Kalau benar, bagaimana dia tahu makanan kesukaanku ini ??? "


Batinku dalam hati.


Setelah aku membukanya aku baru tersadar, benar ini makanan pavoritku. Bagaimana dia tahu ???


Setelah membuka kotak makanan yang terdapat label dari isi kotak ini, sejenak ku pandangi lekat wajah Angga. Kucari kepastian di wajah yang tampan dan penuh kharisma tersebut, dan ternyata wajah itu sekarang berubah. Berubah menjadi wajah kekanakan dengan di tambah lagi di menggaruk - garuk kepalanya saat aku memandangnya lekat.


Aku pun tidak tahan menahan senyum lucu ku melihat ekspresinya tersebut.


" Terimakasih ya, ini memang makanan kesukaanku. Tapi ini terlalu pedas,aku belum berani memakannya " sahutku pelan berusaha membuatnya tidak kecewa.


" Aku tahu, tadi aku reques untuk membuatkannya tidak pedas. hanya level satu saja dan tidak memakai vetsin. " sahutnya lagi dengan ekspresi kembali menggaruk kepalanya yang aku yakin tidaklah gatal sebenarnya.


Spontan aku pun mencicipinya dengan menjumput memakai jariku.


" Hai . . . jangan pakai tangan, ini ada sumpitnya " ujar Angga yang spontan mendekatiku dan menunjukkan sumpit yang sudah ada di dalamnya.


" Iya aku tahu . . . " jawabku terkekeh melihat nya yang menghawatirkan aku

__ADS_1


Tiba-tiba pintu kamar ini di ketuk, dan Angga mempersilahkan masuk.


Ternyata mam.


" makan apa kamu sayang ??" tanya mama menghampiri kami


" ini tadi aku membeli makanan kesukaan putri, mam " sahut Angga dengan menunjukku yang sedang lahap memakan makan yang di belikan angga barusan.


" Kenapa kamu belikan dia makan pedas dan banyak mengandung vetsin sih, kamu kan tahu lambung dia belum kuat untuk menerima makana seperti itu " ujar mama dengan bersuara dengan nada agak tinggi dari biasanya dan merampas kotak makan ku.


" mam, jangan . . . " ucapku dengan manja dan raut muka yang tidak ikhlas.


" Ini tidak pedas dan tidak mengandung vetsin mam, tadi aku reques begitu " sahut Angga dengan kembali mengambil kotak makan tersebut dari mama dan memberikannya kepadaku lagi.


Spontan expresiku pun berubah menjadi senang kembali dan aku langsung menahan nya dengan erat di pelukanku.


" Mama tidak percaya. Bukannya makanan seperti itu memang harus pedas dan banyak versinya " ujar mama masih dengan raut wajah serius.


Aku pun menyuapkan makanan yang benar - benar aku lindungi ini kedalam mulut beliau. Dan huuuup . . . mama mulai mengunyahnya.


" Bagai mana mam rasanya . . . enak kan. " ujarku dengan nada manja dan expresi kegirangan


" Iya benar tidak pedas dan tidak terasa vetsinnya" ujar mama kemudian


Dan ahirnya kami bertiga pun tertawa bersamaan

__ADS_1


__ADS_2