
Aku menjalani hari - hariku untuk mengelola caffe ini dengan sangat bahagia sekali.
Tidak jarang aku ikut membantu serabutan untuk sekedar membuang waktu jenuhku.
Terkadang aku membantu mereka untuk menyajikan makanan dan minuman, terkadang juga membantu mereka mencatat pesanan, terkadang membantu mereka sebagai kasir atau bahkan membantu mereka di dapur.
Taman yang aku pelihara selama ini juga aku sulap menjadi tempat para pelanggan menikmati makanan dan minuman mereka. Ku tempatkan kursi singel tanpa sandaran yang terbuat dari cor dengan berbagai model dan meja bundar yang terbuat dari cor juga dan terdapat patung yang bisa di buka tutup di sana untuk beberapa tempat.
Terserah mereka menikmati makana dan minuman mereka di mana, sesuai mood mereka. Bisa di dalam ruangan atau pun di luar ruangan.
sistem pembayarannya pun sekarang aku rubah, dari pesan dulu, dinikmati kemudian bayar sekarang menjadi pesan, bayar kemudian bis di nikmati pesannannya.
Sistem baru tersebut tidak lah membuat para pelanggan kami enggan untuk datang dan malah mereka banyak berdatangan melebihi hari - hari biasanya.
Mungkin juga suasana caffe yang semakin asri dan banyak tempat - tempat untuk berfoto yang sengaja aku ciptakan untuk merek nikmati.
Aaaaakh . . . senangnya melihat hasil kerjaku ini.
sebulan sekali dengan pasti aku mengunjungi usaha James di kota lainnya yang semakin maju saja.
Rumah kontrakan yang dulu sedikit demi sedikit bertahap aku bongkar dan aku perbaharui dari awal supaya terlihat baru dan tidak banjir. juga atapnya yang mulai usang setiap kali aku mendapatkan pengaduan karena bocor.
Usaha loper koran juga sangat maju.
Ada dua tempat lagi usaha loper koran di kota lain.
__ADS_1
syukurlah, bisa menciptakan lapangan kerja baru bagi yang membutuhkan.
Rumah singgah James juga bertambah di setiap kota. Ya Tuhan aku sangat bersyukur sekali sebab usaha dan amalan yang di tinggalkan James sangat maju berkembangnya.Yang nantinya Do'a juga ikut mengalir kepada almarhum James.
Setiap seminggu sekali Angga datang mengunjungimu.
Dia sengaja menginap setiap kali datang berkunjung.
Kami tidur dalam satu ruangan juga tapi tidak pernah sekali pun melakukan hubungan layaknya suami istri yang sebenarnya.
Aku masih menjaga jarak dengannya sampai saat ini.
Tidak terasa enam bulan sudah aku tinggal di caffe ini.
dan hidup terpisah dengan Angga.
Lily sahabatku lebih sering mengunjungi ku.
bahkan dia sering menginap di dalam caffe ku saat suaminya dinas di luar kota.
Lily sudah menikah sebelum aku mulai menempati caffe ini.
" Kenapa kamu tidak mau menikah yang sebenarnya dengan Angga, melayani dia sebagaiman mestinya suami istri ??? ' tanya Lily penasaran.
" Sudah aku hilang kan, aku tidak akan pernah bisa memaafkan Angga seumur hidupku. " sahutku mantab dan membuat lili diam seribu bahasa.
__ADS_1
Suatu hari Angga tidak mengunjungimu selama hampir tiga Minggu.
Dia pun tidak memberiku kabar.
Tepat pada Minggu ke tiga dia absen mengunjungimu asistennya menghubungiku lewat pesan singkat bahwa Angga sedang dinas di luar kota untuk beberapa Tender.
Aku pun tidak peduli dia tidak mengunjungiku.
" Haaaaah . . apa urusannya denganku"sungutku dalam hati.
Telepon pintar ku berdering, dan kulihat nama Mama di sana. segera aku pun mengangkat nya.
" Mama, apa kabar ??? " tanyaku
" Mama baik sayang. Bagaimana keadaanmu??? apa Angga mengunjungimu ??? " sahut Mama
" Tidak mam, beberapa Minggu ini mas Angga tidak berkunjung. katanya ada proyek di luar kota " sahutku.
Lama sekali mama terdiam sejenak.
" Oh iya mama lupa, ya ampun mama sudah cukup tua ya dan pelupa lagi sekarang " sahut mama.
Dan setelah mengobrol tentang hal lainnya ahirnya kami pun memutuskan hubungan telepon tersebut.
dengan sebelumnya mama memintaku untuk menjaga kesehatan ku.
__ADS_1
Aku pun mulai melanjutkan aktifitas ku kembali.