Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 107


__ADS_3

Terkuak sudah siapa orang yang memberikan informasi kepada Ayah dan Ibuku Bajawa aku tinggal di caffe tempo hari.


Dia Adalah sahabatku sendiri, ya dia adalah Lily.


Bukan masalah besar sih sebenarnya, Tapi aneh saja.


Mengapa mereka tiba - tiba saja mencari ku ??


Ada apa gerangan ???


Apakah mereka sudah sadar, bahwa aku juga termasuk anaknya ???


Lily tidak sengaja bertemu dengan kedua orang tuaku.


Dengan sengaja Ayah dan Ibu mencari keberadaan ku dan datang kerumah Lily.


Mereka menanyakan keadaanku saat ini.


Lily bilang kalau Ibu mengatakan Rindu kepadaku.


Hampir tidak percaya aku mendengar cerita itu dari Lily.


" Maafkan aku putri, aku terpaksa memberi tahu kedua orang tuamu di mana kamu tinggal sekarang karena ibu mu sampai menangis sesenggukan bilang kangen kepadamu. " ucap Lily di telepon saat aku mengkonfirmasinya kemaren


" Tidak apa Lil, aku juga tidak pernah berpesan apa - apa kepadamu kan tempo hari kita bertemu, apa bila kamu bertemu orang tua ku. Karena aku juga tidak kepikiran bahwa mereka akan mencari aku " sahutku waktu itu.

__ADS_1


Sungguh heran aku dengan sifat orang tuaku.


Kenapa baru sekarang mereka mencariku ???


setelah hampir 6 tahun kami tidak bertemu.


" Sayang, kenapa sih kamu sekarang sering melamun " sapa Angga yang tiba - tiba sudah duduk di sebelahku saat aku sedang menikmati teh hanya di taman belakang.


" Oh enggak kok mas, kamu sudah selesai meeting dengan asisten dan sekertaris mu ??? tanyaku dengan menuangkan teh hangat untuk suamiku ini.


" Sudah, mereka juga sudah pada pulang. Tadi mereka mau berpamitan ke kamu. dan aku kira kamu di kamar, jadinya aku suruh mereka pulang saja tanpa berpamitan denganmu. " ucap Angga dengan mulai menyeruput teh hangat dengan aroma melati kesukaannya itu.


" Iya mas, tidak apa - apa kok. dari mereka datang aku memang ada di kamar, tapi aku bosan dan ahirnya pindah ke sini " sahutku dengan sedikit merajuk.


" Beneran nih, kamu tidak mau cerita kenapa kamu sampai melamun begitu ??


" Iya mas, aku masih kepikiran. Ada apa ya ??? " sahutku dengan menerawang jauh.


" Besok Minggu kita kunjungi mereka, siapa tahu memang ada keperluan, sehingga mereka mencari mu sayang " ujar Angga dengan memelukku.


" Eeeeem apa kamu sudah siap untuk perjalanan jauh mas, aku takut karena kamu baru saja pulih kata dokter " sahutku dengan tanganku meraba pipi tembem suamiku ini.


Yaaaa . . . Angga terlihat agak gemukan saat setelah sakit ini.


Nafsu makannya seperti anak yang dalam masa pertumbuhan saja.

__ADS_1


Apa lagi Mama sangat memanjakan dia, dan selalu memasakkan masakan kesukaan Angga dan aku.


Sifat Mama kembali berubah seperti dulu lagi kepadaku.


Sifat sayang yang dulu berlebihan - lebih yang di berikan kepadaku dulu.


Mama kasar kepadaku tempo hari karena aku juga yang memicunya dengan perlakuanku kepada Angga anak semata wayangnya


Aku pun memaklumi dan menerimanya dengan lapang dada karena memang ku yang bersalah.


" Aku sudah sehat sayang, kamu dan Mama saja yang masih saja menghawatirkan ku dan memanjakanku. Aku juga ingin bersilaturahim kepada Ayah dan Ibu untuk memperkenalkan diri sebagai menantunya." sahut Angga kemudian. dengan mendekatkan wajahnya ke wajahku, sehingga wajah kami sangat dekat sekali.


" Apa tidak apa - apa mas, Bagaimana kalau di sana ada kak Tasya ??? " sahutku galau sekali.


" Memang kenapa kalau ada Tasya di sana ??? yang terpenting aku suamimu dan kamu istriku sekarang ini " sahut Angga dengan mengecup lembut bibirku.


Terasa damai hati ini mendapat kecupan hangat dan kata - kata manis tersebut.


Sebagai balasannya aku pun melingkarkan kedua tanganku di leher Angga dan merapatkan lingkaran kedua tanganku tersebut hingga wajah kami saling berdekatan hampir tanpa cela.


Kemudian kami saling ******* bibir masing - masih.


" Terimakasih mas " ujarku di sela - sela lumayan nya dan kemudian kami pun melanjutkan nya lagi dan lagi.


"Kalian ya, masih saya menikmati masa pacaran terus. Kapan Mama kalian kasih cucu sih " tiba - tiba Mama sudah duduk di hadapan kami tanpa canggungnya.

__ADS_1


" Mama . . . selalu saja nganggu. katanya sudah kepengen cucu. Tapi ganggu terus sih " ujar Angga manja dengan cemberut pura - pura merasa kesal dengan Mama tercintanya.


sedangkan aku mengelap mulut ku dan bergantian mengelap mulut Angga yang terlihat belepotan dengan warna liftik ku.


__ADS_2