
" Maafkan kami putri, Ayah dan ibu dulu menyia - nyiakan kamu sewaktu kecil dulu. Ayah dan ibu merasa bersalah sama kamu nak " ucap ibu kepadaku dengan memelukku saat kami duduk bertiga di teras rumah kontrakan mereka
" Tidak apa Bu. Yang penting sekarang saja yang kita bicarakan. Aku cukup bahagia masih memiliki ayah, ibu, suami dan mertua yang sayang kepadaku.
Sudah tidak usah di ungkit kembali " sahutku dengan memeluk pinggang ibu dan melemparkan senyum kepada ayah yang duduk di depan kami.
" Kamu belum hamil juga nduk, padahal kalian menikah sudah hampir dua tahun kan ??? " ucap ayah tiba - tiba.
" Belum Ay
ah, entahlah . . . mungkin Tuhan memberi kami waktu sedikit lebih lama untuk pacaran dulu " sahutku dengan senyum mengembang.
" Jangan di tunda nduk, jangan lama - lama. Angga orangnya baik jadi kasihan dia kalau harus menunggu lagi. Dan juga umur kalian sudah cukup untuk mendapat momongan " sahut ibu dengan memainkan rambutku dengan si sematkan di telingaku ahirnya.
" Iya . . . kalian juga sudah mapan dari segi ekonomi. tunggu apa lagi???
Ibu, ayah dan Mama mu juga ingin segera momong cucu nak " sahut ayah dengan nada semangat dan mata yang menerawang jauh.
Mungkin saja ayah sedang membayangkan sedang menimang cucunya.
Xixixixixi jadi lucu kalau aku ikut membayangkannya.
Malam ini aku berencana untuk menginap di rumah kontrakan Ibu, Aku kangen sekali kepada kedua orang tuaku.
Aku ingin tidur bersama mereka berdua.
__ADS_1
Memori yang tidak pernah aku miliki sejak aku berumur satu tahun.
Mendengan cerita mereka, mereka memisahkan aku tidur dengannya sejak umur satu tahun, karena kakak selalu merengek untuk tidur bersama mereka. ahirnya aku yang masih belum faham pun ahirnya di paksa mengalah karena keadaan.
Sebenarnya Angga tidak mengizinkan aku untuk menginap di rumah ibu. Tapi aku terus saja memaksa dan merengek sekuat tenaga agar dia mengabulkannya.
Aku tidak peduli, asal keinginanku kali ini bisa terpenuhi
Xixixixixi . . .
Terpaksa juga aku "melarikan diri " ke rumah ibu, sebab aku capek menolah dia untuk bercumbu setiap malamnya.
Ya Tuhan Ini laki - laki tenaganya tidak pernah ada habisnya untuk melakukan Itu setiap hari.
Padahal dia hampir setiap Minggu dua sampai tiga kali pergi keluar kota untuk mengembangkan bisnisnya di sana.
" Siapa gerangan, malam - malam begini bertamu ?? " ujar ibu dengan berjalan ke depan untuk melihat tamu di malam hari tersebut.
Ayah dan aku masih melanjutkan obrolan kami malam ini.
" Sedang apa sayang " bisik suatu suara yang sangat aku kenal dan spontan membuatku memalingkan kepalaku ke belakang.
Benar adanya, itu suara Angga suamiku tercinta yang tiba-tiba muncul di belakangku.
" Kamu kok di sini Mas, bukannya tadi bilang ke luar kota ?? " sahutku penasaran dan sedikit terkejut karena kehadirannya yang tiba - tiba.
__ADS_1
" Sudah selesai dong, aku kan ingin cepat- cepat bertemu dengan istriku " sahutnya lagi dengan mencium ujung kepalaku.
" Nak Angga apa juga menginap di sini ??? " tanya Ayah yang rasanya kikuk melihat tingkah Angga yang terlewat romantis malam ini.
" Iya Ayah, boleh kan saya menginap di sini ?? " tanya Angga dengan mimik wajah penuh harap.
" Kenapa tidak, kamu kan juga anggota keluarga ini " sahut ibu dengan di acungi jempol oleh ayah.
" Sudah sana di layani dulu suamimu. Pasti capek setelah pulang dari luar kota. Nanti kita ngobrol lagi berempat " sahut ayah dengan nada sedikit mengusir kami tetapi tidak dengan serius karena terselip senyum di bibir ayah.
Kami pun pamit sebentar untuk Angga mandi dan bertukar baju.
" Kamu ya mas, tidak memberiku waktu sejenak pun untuk bermesraan dengan kedua orang tua ku. " ucapku dengan nada dongkol, saat Angga keluar dari kamar mandi.
Kulihat dia hanya memakai handuk ukuran tanggung yang di lilitkan cantik di pinggangnya. menunjukkan sixpack tubuhnya yang sungguh aduhai.
" Memang Ayah dan Ibu saja yang ingin bermesraan denganmu?? Aku juga ingin kan " sahut Angga dengan merajuk dan mulai memelukku.
" Pakai bajumu dulu mas, aku tidak tanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu nanti " sahutku dengan sedikit nakalnya.
Apa pun kondisinya . . .
Dan di manapun itu . . .
Dia memang suamiku . . .
__ADS_1
Suamiku yang sangat " NAKAL "