
" Tidurlah, malam ini aku akan tidur di sampingmu. Jangan berprasangka buruk dulu, aku hanya ingin psikismu tenang dengan pembicaraan kita tadi saat di rumah makan Padang " pinta Angga dengan membaringkanku di kamar tidurku dan dia pun ikut berbaring di sebelahku.
di raihnya kepalaku untuk diletakkan di lengannya.
Tuhan . . .
Aku sangat mendambakan moment ini.
Tuhan . . .
Aku sangat ingin membalas pelukannya.
Dadaku bergejola hampir tidak bisa aku kendalikan.
Di sisi lain aku sangat ingin membalas pelukannya ini.
Di sisi lain aku sangat takut sekali kalau saja kak Tasya mengetahui dan melihat saat kami sedang tidur bersama seperti ini.
" Cepat tidurlah, Tasya tidak pulang malam ini " Ucap Angga kemudian yang seakan tahu akan kegelisahan ku dengan semakin mempererat pelukannya di tubuhku. Kemudian dia mengecup lembut keningku.
Sesaat aku teringat pesan dokter
" Pak suami harus lebih intim ya mengajak istri dan bayi di kandungan untuk ngobrol, bersenda gurau, melakukan aktifitas sehari - hari juga di sarankan untuk di lakukan berdua. supaya janin berkembang dan bahagia " itu pesan dokter kandunganku saat kami akan pulang tadi sore.
" Kak Tasya, maaf ya. Tidak dosa kan kalau aku menikmati malam ini, menikmati pelukan Angga? menikmati kasih sayang Angga? mungkin hanya untuk malam ini saja ya kak ??? Aku juga berhak merasakan menjadi istri yang sempurna untuk Angga. ucapku hanya dalam hati.
Kemudian ku balas pelukan Angga dengan ikut memeluk juga tubuhnya erat sampai aku ahirnya tertidur pulas.
" Sudah bangun Put " sapa Angga pagi ini saat aku mulai membuka mataku dengan malasnya. Rasanya aku ingin terus tidur dan bermimpi tentang semalam.
Kubalas sapaan Angga dengan senyum yang Kubuat semanis mungkin untuk Angga pagi ini.
" Cepat mandi, kemudian kita sarapan " perintahnya dan dengan menurutnya aku pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubukku.
__ADS_1
Aku sempat tersenyum sendiri mengingat kejadian semalam, sungguh malam yang romantis bagiku.
Tuhan . . .
Bolehkah aku mengulanginya kembali, hanya berdua menghabiskan malam dengan Angga saja.
Kembali aku tersenyum gemas mengingat kejadian semalam.
Kuremas - remas handuk yang Kubuat mengelap mukaku dengan gemasnya sambil kukulum senyum bahagia.
" Ayo kita sarapan " ajak Angga dengan menarik kursi meja makan dan mempersilahkan aku duduk di sana.
" Terimakasih " sahutku dengan senyum bahagia
" Senang rasanya melihatmu tersenyum pagi ini " puji Angga yang membuatku semakin tersipu - sipu saja
" Kak Tasya belum pulang ya ??? " tanyaku mengalihkan pembicaraan karena aku tidak mau Angga melihat jelas suasana hatiku di pagi ini
" Apa ada pemotretan di sana ??? " tanyaku dengan sedikit terselip rasa bahagia.
setidaknya Angga milikku dalam 1 Minggu ini.
Angga pun hanya membalas pertanyaanku dengan anggukan kepala.
Yees . . .
sahutku dalam hati.
"Ayo, aku antar kamu untuk kuliah. sudah jam 07.00 sekarang " ajak Angga saat kami selesai sarapa.
" Aku mau bolos hari ini, aku ingin di rumah saja seharian " sahutku membalas ajakan Angga untuk mengantarku kuliah.
" kenapa, apa kamu sakit, demam kah ?? " sahut Angga dengan sedikit panik dan mencoba menempelkan telapak tangannya di dahi dan kanan kiri leherku
__ADS_1
" Tidak, aku baik - baik saja kok. malas saja untuk kuliah hari ini. Ingat pesan dokter kemarin kan agak aku banyak istirahat dan di manja pada trimester pertama ini " sahutku dengan sedikit manja.
" Syukurlah, aku kira kamu sakit Put " sahut Angga lega dengan melepaskan tangannya di dahi dan kedua sisi leherku.
" Kalau kamu, kamu mau kemana seharian ini ??? " tanyaku sedikit penasaran
" Kalau kamu mau di rumah saja aku juga akan di rumah saja menemanimu. Kebetulan hari ini aku juga tidak ada pekerjaan kok " sahutnya dengan duduk di depan sofa yang kubuat duduk.
Sofa yang di duduki Angga panjang dan kemudian aku menyusulnya untuk duduk di sana juga.
" Boleh kan aku duduk di sini juga ?? bayi dalam kandunganku ingin duduk dekat bapaknya " tanyaku sebelum aku mulai duduk di dekatnya
" bo . . . boleh " sahut Angga terbata.
Aku pun duduk di sebelahnya.
" Bolehkah aku berbaring di pahamu ??? " pintaku kemudian
Sejanak Angga terlihat agak terkejut dengan pernyataan ku barusan
" Ini kemauan bayi dalam kandunganku lho " sahutku kemudian dengan nada manja. dan wajah yang sengaja ku buat cemberut.
" bo . . . boleh " sahut Angga masih dengan terbata.
Ya Tuhan . . .
Entahlah, aku juga merasa sejak kemarin aku bertingkah sangat aneh sekali.
Entah ini dari hormon kehamilanku ini atau aku sangat ingin menggunakan kesempatan berharga ini untuk menikmati cinta bertepuk sebelah tanganku ini.
maafkan aku kak Tasya.
Aku benar - benar minta maaf
__ADS_1