
" Kamu hati - hati ya di kampus, jaga baik - baik kandunganmu, jangan makan sembarangan, pastikan makanan yang kamu makan sehat buat kamu dan bayi yang ada di dalam kandunganmu. Aku tidak mau . . . " panjang lebar pesan Angga padaku saat kami sudah mendarat di luar kampusku.
" Aku tahu " sahutku memotong perintahnya dengan mendengus kasar.
Bosan aku mendengar ocehannya yang sama setiap hari saat mengantarku ke kampus.
kulangkahkan kaki ku masuk kedalam halaman kampus ini, Baru tersadar aku hingga ahirnya.
James . . .
Iya James, sudah lama aku tidak melihatnya sejak terahir aku curhat dengannya dan Lily.
bahkan saat pernikahan siri ku dulu dia pun tidak menampakkan batang hidungnya.
Apa karena pesanku agar dia dan Lily tidak usah datang itu yang membuatnya marah dan tidak ingin menemui ku lagi hingga ahirnya.
Ku rogoh tas ku untuk mengambil Handphone ku, ku cari kontak nama James di sana. Ketemu dan mulai ku pencet nomor James untuk bisa menyambungkan dengannya.
Lama sekali yang terdengar hanya suara operator yang memberi tahukan bahwa nomor tersebut tidak lah aktif.
Berulang kali aku mencoba lagi, lagi dan lagi.
__ADS_1
Tetap saja sama, hanya suara operator yang menjawabnya.
Kemudian aku beralih untuk menelfon Lily, Tidak beberapa lama kemudian kami pun sudah mengobrol di telpon selular masing - masing.
" Apa kabar pengantin baru ?? " tanya lily dengan nada bercanda.
" Kamu ya " sahutku dengan suara yang ku buat seakan aku marah.
" Jangan marah, nanti anak kamu bisa mirip seperti aku lho " sahut Lily menggodaku
" Oke tidak apa, yang penting niru cantik dan pintarnya saja ya, jangan niru centilnya " sahutku dengan berbalas kami tertawa lepas bersama - sama.
Sudah lama aku tidak tertawa lepas seperti ini.
" Tidak, Aku coba telefon juga yang jawab operator Put ' sahut Lily kemudian
" sama Lil, aku juga barusan telefon dia dan tidak bisa tersambung kan, ku coba berulang kali tetap sama juga " sahutku sedikit kecewa.
Kangen rasanya dengan sosok James, kangen dengan canda nya terutama.
" Terahir dia menelfonku untuk berjanji akan menghadiri pernikahanmu bersama. Paginya aku menunggu dia untuk menjemputku, tapi sampai sekarang dia tidak terdengar kabarnya lagi put " terang Lily panjang lebar
__ADS_1
" Kemana ya dia Lil, atau kita ke rumahnya saja ya " sahutku kemudian.
" Aduh bagaimana ya put, takut aku kalau harus datang ke rumahnya. Kamu tahu sendiri kan, seperti apa keluarganya James ??? " sahut Lily kemudian yang membuatku merinding mengingatnya.
James adalah putra pertama dari keluraga terkaya dari negeri ini.
Dulu sempat 1 kali aku dan Lily di ajak main kerumahnya.
seorang ajudan menyambutnya dari pintu masuk rumahnya, Ya tuhan . . .
Belum tuntas rasa terpukau aku dan lily saat kami masuk kedalam rumah yang bangunannya Bak kastil mewah tersebut, di dalamnya sungguh mewah dan megah.
Aku dan Lily hanya bisa melongo dengan saling berpandangan.
" Sudah jangan ngangap terus, cepat tutup mulut kalian, nanti di kira lalat, goa lho " protes James saat itu dengan konyonya melihat kami terpukau dengan pemandangan rumahnya yang sangat indah itu.
Duuuh tajir bener orang tua James.
" Ya sudah Put, lebih baik kita tunggu saja kemunculannya nanti, James kan biasa seperti itu. Datang tak di antar dan pulang tak di jemput " sahut Lily dengan setengah meledek soal karakter James.
" Ya sudah lah Lil, aku juga lagi di kampus ini, persiapan untuk ujian semester " sahutku kemudian
__ADS_1
" Oke lha put, semoga sucses ya kamu " balas sahabatku ini dengan mensuportku.
Kemudian kuahiri obrolan kami ini dan kulangkahkan kakiku untuk menuju ruang kelasku.