Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 38


__ADS_3

" Putri, sore ini mama akan ke mall untuk belanja apakah kamu mau ikut ?? " tanya Mama siang ini kepadaku di saat kami bersantai di teras depan rumah Angga.


" Boleh kah ?? " jawabku dengan kembali bertanya pada mama


" Boleh. kan mama yang ajak kamu sayang " sahut mama dengan mencolek batang hidungku.


" Baik, saya ikut ibu ke mall nanti sore " jawabku dengan tanda setuju.


Ku lihat sekilas Angga memandangku dengan tatapan aneh, karena jawabanku barusan.


Kenapa coba?? tidak salah kan kalau aku jalan - jalan ke mall untuk sekedar melihat - lihat dan menemani mamanya.


" Baik lha, yuk kita tidur siang dulu. Nanti sekitar jam 04.00 kita berangkat ya sayang " ajak mama untuk masuk kedalam dan beristirahat siang.


Aku pun mengikuti langkah mama berjalan tepat di sebelahnya. Mama sebelumnya mengantarku kedepan pintu kamar yang kutempati.


" Istirahatlah sayang, nanti mama bangun kan kamu untuk kita jalan - jalan ya " pesan mama dengan tak lupa mengecup keningku sebelum beliau meninggalkan aku untuk menuju tempatnya beristirahat siang ini.


Kurebahkan tubuhku di dalam kamar milik Angga ini, tidak kusangka aku mendapatkan limpahan kasih sayang dari mama Angga. Beliau sangat sayang sekali kepadaku, rasa sayang yang murni kurasakan.


Ibu

__ADS_1


Ibu yang mengandungku dan membesarkan aku tidak pernah memperlakukan aku seperti itu selama ini.


Ah sudahlah . . .


Tidak pantas rasanya aku membanding - bandingkan ibu ku sendiri dengan mama nya Angga.


Saat aku membalikkan badan untuk tidur miring ke ke kiri sesuai anjuran dokter kandunganku, tiba - tiba kamar tidur ini terbuka dan masuklah Angga dengan segera menutup pintu kamar tersebut.


" Kamu kok mau saja sih di ajak mama ku ke mall. Apa nanti kamu tidak capek, berjalan - jalan di dalam mall yang luas itu ??? " tanyanya dengan nada khawatir.


" Kalau capek jalan ya berhenti lah " sahutku acuh


" Lalu bagaimana dengan bayi nya kalau kamu capek ?? " sahutnya lagi masih dengan suara khawatirnya


" kalau begitu aku ikut, aku akan menjaga kamu nanti " sahutnya dengan mulai merebahkan tubuhnya di sofa tempat semalam dia tidur.


" Sebenarnya kamu lebih khawatir siapa ?? aku atau bayi dalam kandunganku sih ??? " tanyaku penasaran dengan berbaring menghadapnya.


" Ke dua - duanya " sahutnya dengan menutupi matanya dengan lengan kirinya.


" Aku rasa kamu lebih khawatir pada anak dalam kandunganku saja, sebab dia yang selama ini kamu impikan " jawabku masih dengan berbaring menghadap kepadanya.

__ADS_1


" Sama saja, kamu dan bayi dalam kandunganmu yang sangat aku khawatirkan. Karena kalian berdua hidup dalam satu tubuh " sahutnya kemudian dengan masih pada posisi tidurnya semula


" Kalau aku mati, apa kah kamu akan menyesali kematianku ??? " tanyaku dengan membalikkan tubuhku dengan berbaring terlentang melihat langit - langit kamar ini dengan pikiranku menerawang jauh


" Tidurlah, ingat janjimu untuk menemani mama berbelanja nanti " sahutnya kemudian yang sempat ku lirik masih tetap pada posisi terlentang dengan lengannya masih menutupi matanya.


" Ya sudah, memang kamu hanya menginginkan rahimku saja untuk bisa memberikan penerusmu. Aku tahu, aku juga tidak pantas menanyakan itu semuanya. karena sebenarnya aku tahu jawabannya.kamu hanya mencintai kak Tasya saja. Heeeeem . . . sungguh memalukan hidupku, mencintai orang yang sebenarnya hanya ingin memanfaatkan tubuhku saja " gumanku pelan. Aku yakin dia tidak akan mendengarnya.


Tidak terasa menetes air mataku.


sakit sekali rasanya dalam hati ini.


Tuhan ingin rasanya aku mengakhiri semuanya ini, tapi jujur aku juga tidak rela untuk pergi jauh dari sisinya.


Aku terbangun karena aku merasakan sebuah belaian yang lembut sekali di sekitar perutku, apakah mungkin ini saatnya bayi dalam kandunganku sudah bisa bergerak karena sudah di tiupkannya RUH pada usia kandungan empat bulan.


Menurut perhitunganku, masih kurang untuk masuk dalam empat bulan masa kehamilanku.


Lalu belaian apa ini???


Kubuka mataku pelan - pelan, seseorang dengan suara yang aku kenal dengang duduk di tepi ranjang sambil berkata

__ADS_1


" Sehat selalu ya jagoan ayah. Ayah selalu setia menunggumu untuk segera lahir kedunia ini " suara itu terdengar pelan sekali, sepertinya hanya di tujukan untuk dirinya sendiri.


__ADS_2