Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 89


__ADS_3

Kembali aku tersadar saat aku terbaring di dalam kamar ini.


Kepalaku terasa pening sekali. Sekujur tubuh terasa lemas dan sakit semuanya.


Ku kerjab - kerjabkan kedua mataku yang terasa berkabut ini untuk segera terasa terang kembali.


" Sayang kamu sudah sadar??? wow yang sakit??? kamu mau minum??? " sapa suara yang begitu lembut, aku sangat mengenal suara tersebut dan benar itu adalah suara mam.


Kubalas sapaan lembut mama dengan mengusap - usap kepalaku, dengan senyuman yang sangat aku paksakan. Sungguh terasa tulang belulang ku juga lemas tanpa daya.


Kulihat Angga berjalan mondar - mandir seakan menghawatirkan sesuatu.


" Sebaiknya kita bawa Putri ke dokter saja mam " usul Angga kemudian dengan setengah berbisik kepada mamanya.


" Kita panggil saja dokter keluarga kita, biar dia tidak bolak balik nanti. kasihan dia sudah terlalu lemas. " sahut mama mengusulkan sesuatu.

__ADS_1


" Baiklah, tolong mama tungguin putri dulu ya aku akan menelpon dokter keluarga kita " sahut Angga berpamitan kepada mamanya.


Dan tidak menunggu lama ahirnya datang seorang laki - laki dengan seorang perawat yang memakai baju tidak seperti dokter pada umumnya.


Beliau memeriksa aku untuk beberapa saat, dengan sesekali memberikan instruksi kepada asistennya.


Hingga ahirnya sebuah jarum infus menancap di pergelangan tangan kananku.


Aku tidak bisa lagi mendengar obrolan sang dokter dengan Angga dan mama lagi.


sejenak aku tertidur dengan sangat lelap sekali.


Saat aku terbangun dan ku rasa tubuhku terasa segar kembali mama langsung memelukku dengan erat dan penuh kasih sayang seperti biasanya.


" Ahirnya kamu sadar juga anakku sayang " ucap lembut mama dengan memeluk dan mengecup keningku.

__ADS_1


" iya mam, Terimakasih sudah merawat ku selama ini. ucapku dengan penuh rasa syukur dan berterimakasih sekali kepada mama yang sangat baik kepadaku.


" Mama dan Angga yang bergantian menjagamu sayang. Suamimu sangat khawatir sekali kepadamu. " ujar mama


" Benarkah . . . Benarkah Angga sangat menghawatirkan aku selama aku tidak sadarkan diri kemarin ??? " ucapku dalam hati.


Kulihat sekeliling tidak ku dapati Angga tidur di sofa dalam kamar ini seperti biasanya dia menjagaku.


" Angga sekarang sedang ke kantor, padahal mama sudah melarangnya. Karena beberapa hari ini dia tidak tidur, menjagamu. Eeh . . . dia nekat ke kantor saja karena ada rapat penting hari ini katanya " ucap mama lagi dengan menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Ada sedikit rasa bersalah dalam hati ini. Tapi aku sangat faham dengan ucapan mama barusan. Beliau tidak berniat membuatku merasa bersalah dengan keadaanku yang merepotkan mereka semuanya yang ada di rumah ini.


" Sekarang kamu mau makan apa sayang ?? biar mama masak kan. " tawar mama kepadaku.


" Masih belum kepikiran mau makan apa Mam, mulutku ini juga masih terasa pahit " sahutku kemudian.

__ADS_1


" Kamu jangan sakit - sakit lagi ya nak, mama kasihan sama kamu. kamu jangan khawatir, kamu masih mempunyai mama dan Angga suamimu. kamu harus ingat itu. Mama tidak memaksa kami melupakan James, tetapi alangkah baiknya kalau kamu tidak mengingat - ingat James terus. biarkan dia tenang di alamnya. Ya sayangku " ucap mama kemudian dengan memelukku erat lagi.


" Iya mam, aku akan berusaha untuk menyimpan kenangan bersama James cukup di dalam hati saja. Aku akan berusaha untuk melanjutkan kehidupanku kedepannya. Terimakasih mama sudah menjagaku dengan penuh kasih sayang selama ini ' sahutku dengan meraih kedua tangan wanita renta yang anggun ini dan kemudian mengecupnya.


__ADS_2