
Acara keluarga James terpaksa di undur Minggu berikutnya. Semua atas kemauan mama yang ingin merawat James di rumah beliau.
Beliau bersih keras untuk merawat James di rumah beliau.
" Setelah keluar dari Rumah Sakit kamu harus pulang ke rumah bude. Biar bude bantu putri untuk merawat kamu ya le. Jangan kamu menolaknya " pesan mama Angga saat James meminta untuk pulang saja ke rumah kontrakan kami.
Aku pun tidak bisa menolak permintaan Ibu yang penuh karismatik dan anggun tersebut. Aku juga berfikir, belum tentu aku bisa merawat James dengan semaksimal mungkin nantinya.
" Benar kata bude, sayang. sebaiknya kita tinggal di sini dulu untuk beberapa saat supaya kamu mendapat perawatan medis yang lebih baik ya " pintaku dengan membujuk James agar dia mau untuk di rawat di rumah Angga.
" Baik lah, put. aku akan tinggal di rumah bude untuk beberapa saat sampai aku bisa kembali beraktifitas lagi. Lalu kuliahmu bagai mana??? sebentar lagi kamu akan wisuda kan sayang " tanya James dengan membelai lembut pipi kiri ku.
" Jangan kawatir kan itu, kamu harus fokus pada kesehatanmu saja.
nanti aku akan berdiskusi dengan dosen pembimbingku. " sahut ku dengan memastikan pada James untuk tidak terlalu kawatir dengan studi ku.
Ahirnya James di perbolehkan untuk mendapatkan rawat jalan dengan arti dia di perbolehkan pulang untuk melanjutkan perawatannya di rumah saja.
Syukur lah, kami bisa bernafas lega.
Dengan begitu kami bisa dengan santai untuk merawat James dan bisa mengerjakan tugas pekerjaan lain kami yang tertunda beberapa hari lalu.
Di rumah Angga kami menempati kamar yang bersebelahan dengan kamar Angga.
Hanya itu saja kamar yang tersisa di rumah tersebut.
__ADS_1
Kamar tersebut sudah tampak bersih, rapi dan memiliki lampu yang begitu terang.
kamar tersebut masih sama seperti empat tahun lalu saat aku datang ke rumah ini.
Angga mengangkat James dari kursi rodanya dan meletakkan nya di tempat tidur dalam ruang kamar ini.
" Terimakasih bang, terimakasih atas semua bantuan Abang selama ini. Aku minta maaf ya karena sudah menyusahkan Abang selama beberapa hari ini " ucap James dengan suara lirih dan merai tangan Angga untuk di jabat nya.
" Iya, sama - sama, aku tidak keberatan kok. kita saudara kan, jadi wajar kalau saling tolong - menolong " sahut Angga dengan membalas jabatan tangan James.
" Sudah, ayo bang kita biarkan mereka istirahat dulu, mama akan masak dulu, nanti kalau sudah siap mama akan membangunkan kalian ya sayang " pesan mama dengan terlebih dahulu mengecup keningku.
" Baik bude, kami km istirahat dulu. Terimakasih Bude. " sahut James sebelum dia merebahkan tubuhnya yang sangat terlihat kurus tersebut.
sebelum keluar dari kamar kami, mama Angga masih menyempatkan untuk mengecup kening James pula dan baru undur diri dari kamar kami.
" Iya, sana cepat mandi badan kamu bau acem juga " sahut James dengan sedikit menggodaku.
Syukurlah ahirnya James sudah bisa bercanda dan mengubur aku lagi.
Setidaknya dia sudah bisa menghibur dirinya sendiri juga.
Lama sekali aku menikmati guyuran air dari shower dalam kamar mandi ini, ku pilih air dingin karena pikirku akan terasa segar saat mengguyur tubuh penatku ini.
Dan ternyata benar sekali. Air dingin ini sangat segar sekali terasa.
__ADS_1
Ku cuci sekalian rambutku supaya rasa segar ini terasa dari ujung rambutku sampai ujung kaki ini.
setelah puas aku bermain air dan mandi aku pun mulai mengeringkan rambutku dengan handuk kecil dan membalut kan handuk yang lebih besar pada tubuhku.
Setelah itu aku baru keluar dari kamar mandi untuk berganti pakaian dan tidur di sisi suamiku.
saat aku membuka almari di kamar ini aku melihat beberapa bajuku masih terpajang di sana, aku pun tersenyum sendiri melihatnya.
Tidak pernah terpikir olehku mama Angga ternyata masih menyimpannya.
Karena pakaian yang kami bawa, sudah aku pakai dan kotor semuanya, ahirnya dengan terpaksa aku pun memakainya dengan terpaksa.
Untunglah pakaian itu masih pas untuk aku kenakan.
Setalah mandi dan mendapatkan baju yang bisa kupakai aku pun mulai merebahkan diriku di samping suamiku.
kulihat James tidur dengan pulas sekali sejak aku keluar dari kamar mandi tadi.
" cepat sembuh ya sayang . . . aku mencintaimu " ucapku dengan mengecup keningnya sebelum aku terlelap dalam tidur karena kelelahan ini.
Terimakasih para pembaca setia ku atas kesabarannya menunggu Up novelku ini.
Terimakasih juga tak lupa ku ucapkan atas dukungan like, vote dan hadiahnya khusus untuk novel ku ini.
sehat selalu ya sobat dan salam sayanh ku buat kalian semuanya.
__ADS_1
😍😘