Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 35


__ADS_3

" Kenapa kalian tiba malam sekali " ucap mama Angga saat kami baru saja menginjakkan kaki di rumah yang ber Arsitektur Minimalis ini.


Mama Angga menyambut kedatanganku dengan langsung menggandeng tanganku untuk masuk kedalam.


" Tangan kamu dingin sekali sayang ??? " tegur mama Angga kepadaku.


" Tadi kami mampir ke pantai dulu mam " sahut Angga membalas pertanyaan Ibunya.


" Lihat, tangan kamu dingin sekali, dan sepertinya tubuh kamu menggigil ya " tanya mama Angga kepadaku dengan nada panik dan tangan beliau berusaha menyentuh kening ku.


" Tidak apa - apa kok Bu. saya tidak terlalu kedinginan " jawabku dengan suara bergetar karena memang aku merasa kedinginan.


" Mama masak air panas dulu untuk membuat minuman hangat untuk Putri. Angga, kamu ambil selimut atau apa saja yang bisa membuat Putri hangat " perintah mama Angga kepada putranya.


" Ayo aku bawa kamu ke kamar, biar kamu bisa merasa hangat di sana. Aku sangat kawatir dengan bayi kita " perintah Angga dengan suara kawatir dan menuntunku menuju kamar tidur. Ku balas dengan anggukan saja dan aku menurut saja saat dia memapahku menuju kamar tidur.


Dia membawaku masuk kedalam kamar ini dan mendudukkan aku pada sebuah Bad yang tidak terlalu lebar, dengan selimut dan spreinya yang berwarna serba putih.


Seolah teringat aku akan kamar tidur Angga di dalam Caffe dulu tempatku bekerja.


" Ini kamarmu ya " Tanyaku pada Angga setelah dia selesai menyelimutimu dengan dua selimut tebal yang di ambilnya dari dalam almari.


" iya, ini kamarku " sahutnya singkat dengan masih menyibukkan dirinya untuk membuatku hangat.

__ADS_1


" Ini mama buatkan kamu teh panas sayang. Mama kasih daun mint di dalamnya, supaya kamu merasa hangat ya. " tiba - tiba mama datang dengan membawa secangkir yang lumayan besar untukku.


" Terimakasih Bu " sahutku dengan rasa syukur sekali.


" Cepat di minum, supaya kamu hangatan " pesan beliau lagi dengan menuangkannya pada lepek yang beliau bawa juga tadi.


Aku pun menerimanya dan mulai meminumnya dengan sesekali kutiup supaya cepat dingin.


"Terimakasih Bu." sahutku kembali


" iya sayang " sahut mama dengan membelai rambutku.


sekilas kulihat Angga terlihat gelisah dengan mondar mandir dalam kamar ini.


" Em . . . aku kawatir dengan kondisi Putri mam " sahutnya dengan suara yang tidak bisa di pungkiri lagi kalau dia sedang gelisah.


" Aku tidak apa - apa kok, jangan kawatir " sahutku untuk menenangkannya.


" Tapi kamu menggigil begitu, aku kawatir dengan kan . . . " sahut Angga yang terpotong sadar bahwa di situ masih ada mamanya.


Aku sangat paham dengan kehawatirannya barusan. Dia tidak ingin mamanya tahu kalau aku saat ini sedang mengandung anaknya.


Anak dari hasil Inseminasi buatan.

__ADS_1


Apa coba nanti reaksi mamanya saat mengetahui sandiwara pernikahan ini.


Malam semakin larut, aku pun sangat capek dan mengantuk sekali.


Mama pun undur diri dan mengerti dengan kondisiku yang capek dikarenakan perjalanan kami seharian ini dan dengan kondisiku yang sedang tidak enak badan ini


" Kalian tidur saja dulu ya, besok saat kamu sudah baikan, kita lanjutkan untuk ngobrolnya ya sayang. " pamit mama malam ini dengan mengecup keningku, sungguh terkejut aku menerima kecupan hangat tersebut.


" Terimakasih Bu ' sahutku saat mama mulai keluar dari pintu kamar ini.


Beliau hanya membalasnya dengan senyum yang sangat anggun sekali.


" Tidak adakah kamar lain di sini ??? " tanyaku pada Angga saat kulihat dia duduk di sofa yang terdapat di kamar ini


" Buat apa ?? " tanyanya kembali


" Buat aku, untuk aku tidur. Ini kan kamar kamu." sahutku


" Sudah kamu tidur di sini saja, aku tidur di sofa ini berjaga - jaga mungkin saja kamu nanti kedinginan lagi " sahutnya kemudian dengan mulai merebahkan tubuhnya di sofa.


" Lalu kalau aku kedinginan kamu mau apa ???" tanyaku kemudian penasaran apa yang akan dia perbuat nanti.


" Aku akan memelukmu " sahutnya kemudian dengan memalingkan wajahnya untuk menghadap ke tembok

__ADS_1


Ya Tuhan . . . jantungku berdegup kencang saat mendengar ucapan Angga barusan.


__ADS_2