Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 77


__ADS_3

" Sayang, kamu dari mana ??? aku mencari mu sayang. " sontak James memberindongku dengan pertanyaan saat aku masuk kedalam kamarnya, kemudian di susul mama dan Angga di belakangku.


" Aku, tadi konsultasi dengan dokter dan sekalian aku mencari makan. Aku merasa gemetar " sahutku mencoba untuk tegar di hadapan suamiku yang sedang berbaring tidak berdaya ini.


" Sekarang kamu jadi tahu penyakitku, aku minta maaf karena sudah merahasiakannya dari mu. karena aku takut kamu meninggal kan aku, saat tahu kondisiku yang sebenarnya " sahut James dengan menggenggam tanganku erat dan menciuminya.


Terasa tanganku basah, kulihat sekilas James menangis sedih sekali. Sekuat tenaga aku menahan tangis ku.ku peluk kepala James dalam dekapanku dan pada ahirnya tangis ku pun tumpah di sana.


" Aku tidak akan pernah meninggalkan mu boy " sahutku dengan terisak yang sangat aku tahan.


" Maafkan aku sayang . . . maaf kan atas kebohonganku selama ini " ucapnya lagi dan langsung ku kecup bibirnya supaya dia tidak lagi mengucap kata maaf lagi.


" Sudah . . . sudah . . . kalian jangan pada bersedih begini dong. Ayo kita berusaha untuk kesembuhan James ke depannya " tiba - tiba mama Angga menepuk lembut bahu kami supaya kami menyudahi kesedihan ini.


Sontak aku pun tersadar.

__ADS_1


Benar sekali apa ucapan mama Angga, tidak akan ada hasilnya kalau kami berdua bersedih terus begini.


Segera ku hapus air mataku dan kemudian aku menghapus air mata James setelah itu kupeluk James sekali Lagai serta ku bisikkan


" Sayang, kita harus kuat. kamu harus berusaha untuk sembuh, karena aku akan selalu ada di sisimu sampai kapan pun itu karena aku adalah istrimu " sahutku dengan memberi tahunya bahwa aku akan berusaha kuat untuk nya sampai kapan pun itu.


" Aku dan mama juga akan ada untuk kalian. jangan kawatir James " ucap Angga yang juga memberi semangat hidup dan sembuh untuk James.


Kami pun saling memeluk satu sama lain bersamaan. Kami saling memberi kekuatan dan semangat untuk James.


" Sama - sama le, bude kangen sekali sama kamu " ucap mama Angga dengan kemudian mencium dan memeluk James dengan rasa sayangnya.


" Kamu jangan kawatir ya le, bude dan Abang mu akan selalu menyayangimu sampai kapan pun. Pesan bude, kamu jangan lagi pergi jauh dari kami, ingat itu le " lanjut mama Angga dengan mencolek kecil hidung James.


Sontak kami pun tertawa bersama - sama.

__ADS_1


mencoba menghalau kesedihan kami.


Dan selanjutnya aku, James dan mama Angga pun terlibat pembicaraan yang ringan - ringan untuk melepas rasa kangen kami.


" Aku cari makan dulu ya, kalian juga pada kelaparan kan ??? Nanti kita makan sama - sama di sini. Oke ??? " celetuk Angga tiba - tiba.


Ya memang perutku sudah meronta - tinta minta di isi dari tadi, tapi rintihan perutku ini tidak sebanding dengan kegalauan hatiku melihat kondisi James suamiku.


Angga pun meninggalkan kami bertiga dalam kamar pasien ini.


sementara Angga mencarikan makanan untuk kami berempat, kami pun melanjutkan reuni kami yang terpisah selama hampir empat tahunan ini.


Mama Angga tidak henti - hentinya memeluk aku dan James bergantian.


Tidak hanya itu, Beliau juga sesekali menciumi wajah dan tanganku, sembari berkata " mama kangen sekali sama kamu "

__ADS_1


__ADS_2