
" Kamu juga nantinya bisa menikah lagi setelah bercerai kan??? mama janji akan tetap menganggapmu sebagai anak kandung Mama, dan posisimu menjadi adik dari Angga. Mama dan Angga sudah membahasnya dan Angga juga setuju untuk bercerai dari mu, Putri. " ucap mama dengan begitu lembut kali ini, tapi terasa menancapkan ribuan tombak tepat di jantungku.
Tatapanku beralih kepada Angga, tanpa berbicara sepatah kata pun aku mencari kebenaran dari ucapan Mama barusan di matanya.
Angga sepintas tidak berani menatapku.
Dia lebih memilih memalingkan wajahnya dari pada membenarkan atau pun sekedar menolak omongan Mamanya barusan.
" Mas . . . apa kah benar ucapan Mama barusan ??? " tanyaku dengan suara bergetar.
Terasa tubuhku bergetar hebat, dan seluruh persendian ku pun lemas terasa.
Sekali lagi aku bertanya kepada Angga akan kebenaran semuanya ini dengan ku genggam jemari Angga dengan erat.
" Be . . . benar . . . Put . . . " sahut Angga kemudian dengan membuat persendian di tubuhku ini semakin terasa lemas sekali.
Dulu aku sangat sombong, menolak cinta Angga sejak James meninggal.
Tidak mudah memang memaafkan orang yang sudah menorehkan luka di hati ini.
Apa lagi itu orang yang kita cintai dan juga orang yang telah menanamkan benih kehidupan di rahimku.
__ADS_1
Tuhan . . .
apa yang harus aku lakukan . . .
Mendengar kata Cerai . . . , Berpisah . . .
Rasanya aku merinding dan tidak sanggup mendengarnya.
Sudah dua kali aku mengalami perceraian dan perpisahan dengan orang yang aku cintai dan sekarang pun aku harus mengalaminya kembali.
Tuhan . . . Aku sudah mengalaminya tidak hanya sekali.
Aku bisa merasakannya betapa sakit dan hancur hati ini, seakan mau mati rasanya.
Tuhan . . .
Tidak . . .
Aku harus menghentikan rasa sakit hati dan kehilangan ini.
Tidak akan aku merasakannya lagi, karena aku takut tidak sanggup untuk melaluinya seperti dulu.
__ADS_1
Karena mungkin saat aku kehilangan sekali lagi ini, tidak akan ada satu orang pun akan ad di sisiku karena kesombongan dan ke egoisan ku.
" Tidak . . . aku tidak mau bercerai denganmu. " sahutku lantang tetapi dengan nada mengiba kepada Angga dan Mama.
" Buat apa pernikahan ini di lanjutkan. Malah akan membuat kalian saling menyakiti saja. " ujar Mama mencibir keputusanku.
" Tidak mam, aku akan berusaha memperbaikinya " sahutku dengan mantap.
" Dengan cara apa kamu memperbaikinya ??? bukannya kamu pernah bilang kalau pernikahan ini adalah paksaan, rekayasa antara James dan Angga,Tanpa cinta pula " ujar Mama terus memberondong ku dengan pertanyaan nya.
" Aku janji mas, aku akan berusaha untuk mencintaimu. Aku janji " sahutku dengan kembali meremas jemari Angga.
" Jangan memaksakan putri, karena mungkin aku bukan jodohmu, mungkin aku bukan laki - laki baik yang tepat untukmu. mungkin saja waktu itu James salah menilai ku karena hanya ada aku saja yang ada di sana waktu itu " sahut Angga berusaha mengacaukan pendirian ku.
" Pokonya aku tidak mau berpisah dari kamu mas " ujarku dengan tangis yang tidak dapat terbendung lagi seluruh tubuhku sudah tidak dapat menahan beban ini lagi. Akibanya aku pun limbung dan terjatuh di bawah bad tempat tidur Angga
Sontak Mama dan Angga kaget dan berusaha membantuku. Tapi Angga terkendala pada tubuhnya yang baru saja selesai di operasi. Sehingga hanya mama yang membantuku untuk tidak semakin jatuh tersungkur.
" Aku mohon kepada kalian berdua, tolong maafkan atas kesombonganku selama ini, tolong maafkan keangkuhan ku selama ini.
Jangan tinggalkan aku sendiri. Aku sangat mencintai kalian, aku tidak ingin kehilangan untuk kesekian kalinya lagi. Tolong . . . tolong jangan tinggalkan . . . " ahirnya aku pun tidak bisa meneruskan kata - kataku lagi dan aku pun juga benar - benar tidak kuat menahan beban yang menyesakkan dada ini.
__ADS_1
Ahirnya aku pun pingsan tidak sadarkan diri.